Kesehatan

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81, Dinkes Mimika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs

MIMIKA, BM

Sambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) gelar pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Mimika, Senin (20/7/2026).

CKG yang dilaksanakan selama 1 hari ini dipusatkan di Kantor Pusat Pemerintahan.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs mengatakan, bahwa cek kesehatan gratis ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 81. Selain, cek kesehatan gratis ada juga kegiatan donor darah.

"Jadi, kami harap seluruh ASN dapat manfaatkan momen ini untuk cek kesehatan. Dalam pemeriksaan ini ASN bisa mengecek kolesterol, asam urat, hypertensi, gula darah dan lainya," Ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya kegiatan ini juga untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami pegawai.

"Menurut saya, pemeriksan ini penting dan juga gratis. Sehingga saya berharap, seluruh pegawai bisa mengikutinya," Ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinkes Mimika Bersama LAN Lakukan Sosialisasi Narkoba di SMK Hermon

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika bersama Lembaga Anti Narkotika (LAN) melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa baru di SMK Hermon, Jumat (10/7/2026).

Kepala Seksi (Kasie) Penyakit Tidak Menular dan Kejiwaan pada Dinkes Mimika, Feika Rande Ratu mengatakan, bahwa saat ini sedang dilakukan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru baik SMA/SMK maupun SMP, sehingga dirasa tepat untuk masuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba.

"Kita sudah dua tahun berturut-turut  bekerjasama dengan LAN, jadi sosialisasi kali ini di SMK Hermon kami bersama LAN," kata Feika.

Feika mengatakan, sosialisasi ini tujuannya supaya memberikan pengetahuan awal tentang narkoba agar anak-anak sekolah tidak terjerumus ke hal-hal tersebut.

"Jadi, materi yang diberikan lebih kepada jenis-jenis narkoba, bahayanya seperti apa bagi kesehatan, pernikahan dini dan dampak narkoba itu sendiri bagi kesehatan jiwa,"ujarnya.

Ia mengatakan, tahun 2026 ini ada 20 sekolah yang akan dilakukan sosialisasi tentang narkoba. 20 sekolah itu, 18 SMA/SMK dan 2 SMP.

"Jadi, nanti tidak hanya satu atau dua sekolah saja tapi akan dilanjutkan juga ke sekolah berikutnya," ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinkes Mimika Gelar Penguatan Peran Farmasi Klinik di Puskesmas

Suasana kegiatan pembinaan kepada petugas Farmasi

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pembinaan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan penguatan peran farmasi klinik di seluruh Puskesmas. Program ini difokuskan untuk meningkatkan pengelolaan obat yang efektif, efisien, serta menekan angka penyakit tidak menular seperti hipertensi dan Diabetes Melitus (DM).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Rabu (15/7/2026) ini difokuskan kepada klinik di Puskesmas.

Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan pada Dinkes Mimika, Farida mengatakan, bahwa fokus kegiatan ini yakni membekali tenaga layanan untuk memetakan kebutuhan obat secara berbasis data.

“Kegiatan ini juga kita fokuskan pada penyusun perencanaan pengadaan obat yang efektif dan efisien sesuai kondisi wilayah, dan lebih menekankan bahwa penggunaan obat tidak hanya untuk pengobatan, tetapi juga pemulihan dan pencegahan (profilaksis),”kata Farida.

Farida menjelaskan, dalam pembinaan ini juga akan dilakukan identifikasi kebutuhan seperti data layanan di Puskesmas, kebutuhan obat dan lainnya, sebab hal-hal ini menjadi dasar perencanaan obat.

“Kalau kebutuhan obat ini akan kita sesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan pola penyakit masyarakat. Karena tentu kebutuhan obat di pesisir, kota maupun pegunungan pasti berbeda,”ujarnya.

Ia menambahkan, peran tenaga farmasi pun menjadi perhatian, maka itu apoteker dan tenaga D3 farmasi dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengendalian obat.

“Dengan penguatan kapasitas farmasi klinik di Puskesmas, kami harapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, mencegah kekosongan obat, serta mendukung keberlanjutan terapi pasien HT dan DM,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top