Crew dan Kapal LCT Cita XX Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Ditutup

Kepala Kantor Sar Timika, I Wayan Suyatna dengan didampingi Danlanud YKU dan Danlanal Timika saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang rapat Lanud YKU.
MIMIKA, BM
Sudah tujuh hari berlangsung, tim Sar gabungan menyatakan pencarian terhadap Kapal LCT Cita XX yang hilang kontak di perairan Timika menuju Yahokimo ditutup.
"Setelah melakukan evaluasi kita menyepakati operasi Sar di hari ke tujuh ini diusulkan untuk ditutup. Walaupun nanti telah ditutup oleh Kepala Basarnas tapi belum dinyatakan selesai karena crew dan kapal belum ditemukan," kata Kepala Kantor Sar Timika, I Wayan Suyatna didampingi Danlanud YKU dan Danlanal Timika pada saat jumpa pers di ruang rapat Lanud YKU, Jumat malam (26/07/2024).
Lanjut I Wayan, bilamana nanti ada tanda-tanda kapal dan crewnya ditemukan maka operasi akan dibuka kembali.
"Dihari ke tujuh tadi yaitu Jumat tim lakukan pencarian selama 3,5 jam sejak pukul 10.00 WIT sampai dengan pukul 13.40 WIT, melalui udara dan perairan dengan menyisiri jalur-jalur yang sudah kita tentukan," katanya.
Menurut I Wayan kapal tersebut dinyatakan hilang kontak ketika posisi terakhir berada di sekitar pulau tiga.
"Pada saat laporan los kontak itu posisi kapal terakhir berada di sekitar pulau tiga, sehingga kita lakukan pencarian namun nihil keberadaannya," ujarnya.
Walau belum ditemukan keberadaan kapal beserta crewnya, menurut I Wayan pihak keluarga dari crew kapal tersebut sudah diberitahukan.
"Kita sudah sampaikan ke pihak keluarga sejak dinyatakan hilang kontak hingga sampai dengan proses pencarian. Bahkan dari pemilik kapal juga selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga. Jadi setiap kali apa yang kami lakukan kami selalu sampaikan ke pihak keluarga," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mufli Hudin selaku pemilik kapal yang hadir dalam jumpa pers menyampaikan bahwa POB 12 orang tersebut terdiri dari 6 orang crew kapal dan 6 orang pengikut.
“Dari 6 orang pengikut itu 1 orangnya pemilik enam unit BTS, jadi dia juga ikut untuk menjaga barang miliknya," ungkapnya.
Disampaikan juga bahwa kapal LCT Cita XX sudah 8 bulan beroperasi di perairan Timika dengan rute Timika-Pronggo.
"Kalau ke Yahokimo ini baru pertama kali. Dan kami juga selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga sejak kejadian sampai dengan saat ini," ujar Mufli.
Perlu diketahui, sebelum dinyatakan hilang kontak, Kapal LCT Cita XX dengan POB sebanyak 12 orang berangkat dari Timika menuju Yahokimo pada Senin (15/07/2024).
Rencana tiba di Yahukimo Kamis sore (18/07/2024) namun kapal tersebut tidak muncul dan tidak ada informasi.
Kantor Sar yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pencarian sejak hari pertama namun hingga di hari ke tujuh tidak ditemukan.
Setelah melakukan evaluasi bersama tim Sar gabungan akhirnya operasi Sar dinyatakan ditutup, hal ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).(Ignasius Istanto)






















