Dua Minggu Terapung di Laut, 6 Korban Tenggelamnya KM Farida Indah Ditemukan Selamat

Keenam korban ditemukan sedang berada di atas rakit yang dibuat sendiri

MIMIKA, BM

Enam korban tenggelamnya kapal motor (KM) Farida Indah ditemukan selamat setelah bertahan kurang lebih dua minggu di tengah gelombang laut Perairan Kaimana menggunakan rakit, Sabtu (1/7/2023).

Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, menyampaikan keenam korban tersebut ditemukan oleh kapal MV. RTM Djulpan milik Singapura yang hendak menuju Cina melalui Perairan Kaimana.

"6 korban berhasil selamat setelah Sabtu siang pukul 11.30 WIT ditemukan oleh kapal MV. RTM Djulpan yang melintas di perairan Kaimana dengan jarak sekitar kurang lebih 59 Nml dari daratan Kabupaten Kaimana. Korban dalam kondisi terapung di atas rakit yang telah mereka buat," kata Charles dalam siaran pers yang diterima Beritamimika.com, Minggu (2/7/2023).

Charles mengatakan bahwa pada saat keenam korban ditemukan, kapal berjenis Bulk Carrier itu langsung menghubungi Basarnas Command Center (BCC) Pusat melalui e-mail untuk selanjutnya diinformasikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika agar dilakukan proses evakuasi.

Setelah menerima laporan tersebut, Charles kemudian mendalaminya dan menelpon pihak kapal MV. RTM Djulpan untuk meminta titik koordinat keberadaan kapal.

"Memastikan kebenaran informasi tersebut dan telah mendapatkan posisi Kapal MV. RTM Djulpan, Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Danpos SAR Kaimana, Silas Wopari, langsung digerakkan menuju lokasi kapal MV. RTM Djulpan," jelas Charles.

Dalam perjalanan menuju lokasi, pukul 14.00 WIT, kondisi cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk sehingga Tim SAR gabungan tidak dapat mencapai lokasi.

"Alhasil tim harus kembali dan tiba pada malam hari di Kaimana, proses evakuasi sempat tertunda," ungkap Charles.

Meski ditunda, SAR Timika tetap berupaya mengarahkan pihak MV. RTM Djulpan untuk membantu mengevakuasi korban ke atas kapalnya sembari menunggu Tim SAR gabungan dari Kaimana tiba nantinya.

Sebab, kata Charles, saat itu sedang terjadi gelombang yang memungkinkan rakit buatan yang ditumpangi korban dapat bergeser atau hilang.

"Dan hal tersebut (evakuasi korban) dilaksanakan oleh kapal MV. RTM Djulpan. Untuk proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan baru dapat dilakukan pagi dini hari tadi pukul 08.15 menggunakan RIB 400 PK milik Basarnas," ungkapnya.

Charles mengatakan, setelah berhasil melakukan evakuasi dari kapal MV. RTM Djulpan ke daratan, keenam korban langsung diserahkan ke pihak medis agar segera mendapatkan penanganan medis.

"Pihak medias dan tim gabungan dari TNI, POLRI, Pemerintah Daerah, serta Potensi SAR lainya yang telah siap di Pelabuhan Kaimana dengan dukungan beberapa Ambulance untuk selanjutnya membawa keenam menuju RSUD Kaimana agar mendapatkan perawatan medis lanjutan karena 2 dari ke 6 korban kondisinya telah lemas," jelas Charles.

Charles mengatakan, dengan selesainya proses evakuasi dan penyerahan korban ke pihak medis, maka operasi SAR terhadap KM Farida Indah yang tenggelam di Perairan Timika diusulkan tutup.

"Dan potensi SAR yang tergabung dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas doa dan sinergitas bersama Basarnas dalam misi kemanusiaan ini" ucapnya.

Sebagai informasi, KM Farida Indah sebelumnya dikabarkan berangkat dari Mimika, Papua Tengah, menuju Asmat, Papua Selatan pada 19 Juni 2023 lalu.

Kapal yang bermuatan 8 orang itu seharusnya tiba di Asmat tanggal 20 Juni 2023. Namun, sampai dengan tanggal 22 Juni 2023, kapal tersebut belum juga tiba dan ternyata dikabarkan tenggelam di Perairan Timika.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak 22 Juni 2023 menggunakan RB 217, LCR/Perahu karet, serta Speed boat/Riggit inflatable boat Pos SAR Asmat yang menyusuri muara hingga ke daerah sungai.

Adapun upaya lewat penyebaran informasi bagi kapal-kapal yang berlayar dengan radius 80 NM dari titik diduganya kapal hilang oleh BCC lewat Aplikasi E-Broadcash dan juga pemapelan kepada kapal-kapal oleh SROP Timika..

Hasilnya pada dua korban pertama berhasil ditemukan selamat oleh kapal nelayan KM Nogoya dan telah dievakuasi pada 27 Juni 2023 lalu.

Di hari ketuju pencarian, Tim SAR gabungan belum dapat menemukan keenam korban lainnya. Akhirnya, operasi pencarian pun ditutup sementara sesuai SOP Basarnas. Beruntung Sabtu (1/7/2023) kemarin, keenam korban itu ditemukan juga dalam kondisi selamat oleh kapal Singapura, MV. RTM Djulpan. (Endy Langobelen)

Top