Mengenal Lebih Dekat, AKP Saidah Hobrouw Kapolsek Perempuan Kedua di Polsek Miru

Kapolsek Mimika Baru, AKP Saidah Hobrouw

MIMIKA, BM

AKP Saidah Hobrouw merupakan polwan kedua yang menjabat sebagai Kapolsek Mimika Baru di jajaran Polres Mimika. Dimana jabatan yang sama juga pernah diemban oleh AKP Pilomina Ida Waymramra.

AKP Saidah Hobrouw sudah mulai menjalankan tugasnya seminggu lebih di Polsek Mimika Baru ini setelah menggantikan Kapolsek lama AKP Oscar Fajar Rahadian.

Ibu dengan empat anak ini mengawali karirnya mulai dari Bintara tahun 1994, kemudian karirnya naik menjadi perwira di tahun 2009. Dan berkat kerja kerasnya ia kemudian mengikuti sekolah pimpinan pertama tahun 2017.

Sebelum pindah dan menjabat Kapolsek Mimika Baru, dirinya menjabat sebagai Kapolsek Paniai Timur selama 2 tahun 3 bulan.

"Sebelumnya saya bertugas di Paniai Timur saya bertugas di Polres Jayapura Kota, setelah itu pindah ke reskrimum dan kemudian pindah ke direktorat reskrimsus.Saya dari awal bintara bertugas selalu difungsi reskrim,"tuturnya saat ditemui wartawan BeritaMimika.

Walaupun terpisah dari anak-anaknya dan suaminya yang juga berprofesi sebagai anggota Polri, dirinya tidak pernah lupa yang namanya komunikasi.

"Komunikasi itu penting, jadi dengan tugas yang diemban kita harus menyeimbangi, yaitu tugas jalan, keluarga juga jalan. Tiga anak saya di Jayapura, yang masih kecil ikut sama saya. Kalau suami tugas di Kabupaten Deiyai,"ungkap wanita asal Kabupaten Fak-fak.

Iapun mengakui untuk situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika lebih dinamis dibandingkan tempat tugas lamanya.

"Dinamika situasi kamtibmas lebih dinamis disini. Kalau di Paniai berbeda dengan apa yang kita hadapi, disana itu berbeda tipikal masyarakatnya, kemudian situasi berbeda, cuaca juga berbeda," ungkapnya.

Walau demikian sebagai abdi negara ia selalu siap ditempatkan di mana saja. Menurutnya semua harus dilalui dengan ungkapan syukur.

"Jadi intinya dimanapun kita bertugas harus disyukuri, karena ketika kita berteriak emansipasi dan ketika kesempatan itu diberikan kepercayaan kepada kita untuk duduki jabatan operasional, jabatan strategis di kepolisian maka kita harus bisa mampu bertanggungjawab,"ucapnya.

Lanjutnya,"Jangan kita meminta perhatian, tapi ketika perhatian itu diberikan kita tidak mampu jalankan. Jadi polwan itu bukan bunga-bunga organisasi, kita harus mampu mensejajarkan tugas kita dengan tugas tugas polri, karena yang hanya membedakan kita itu secara kodrat,"sambungnya. (Ignasius Istanto)

Top