Rekonstruksi Kasus Mutilasi Tengah Berlangsung : Diketahui Pelaku Tiga Kali Berkumpul Di Satu TKP

Rekonstruksi adegan ke 34, salah satu pelaku menembak korban AL yang melarikan diri ke depan Mushola di Jalan Budi Utomo ujung
MIMIKA, BM
Rekonstruksi kasus mutilasi empat warga asal Kabupaten Nduga di Mimika mulai dilakukan sejak pukul 09.00 Wit di Jalan Budi Utomo ujung, Sabtu (3/9/2022).
Hingga pukul 15.00 Wit, rekonstruksi masih berlangsung dan saat ini dilakukan di TKP Lokpong setelah sebelumnya di tiga TKP yang berlokasi di Jalan Budi Utomo dan satu lokasi di Nawaripi, Kampung Mauwokau Jaya.
Di TKP Nawaripi tepatnya di gudang milik tersangka APL alias Jack, diketahui ternyata merupakan tempat pertemuan awal untuk merencanakan aksi pembunuhan.
Di TKP ini beberapa pelaku juga membuat alat tajam dari besi dan pipa yang tencananya digunakan untuk mengeksekusi korban.
Selain itu, di gudang ini juga dijadikan sebagai tempat akhir pertemuan untuk pembagian uang hasil rampokan sebesar Rp250 juta. Tiga kejadian ini terjadi pada tanggal 20 dan 23 Agustus lalu.
Saat rekonstruksi kasus dilakukan sejak pagi tadi, sebanyak 220 anggota gabungan dari Polres Mimika, Brimob Yon B, dan TNI dikerahkan untuk menjaga berlangsungnya proses tersebut.
Dalam rekonstruksi ini, semua pelaku dimana 6 pelaku merupakan anggota TNI bersama 4 pelaku lainnya yang merupakan warga sipil dihadirkan. Keberadaan mereka dikawal secara ketat oleh tim gabungan.
Kapolres Mimika, I Gede Putra saat diwawancarai wartawan mengatakan rekonstruksi kasus mutilasi ini akan dilakukan di enam lokasi kejadian.
"Di bengkel Nawaripi, Budi Utomo ujung, Mushola, tempat mutilasi, pembuangan, dan lokasi pembakaran kendaraan," ujarnya di sela-sela waktu rekonstruksi dilakukan di Jalan Budi Utomo ujung.
Di samping itu, kata Kapolres, rekonstruksi juga akan dilakukan di beberapa lokasi mobile para tersangka di luar enam lokasi yang telah disebutkan.
Dari pantauan beritamimika.com, dalam rekonstruksi yang berlangsung di Jalan Budi Utomo ujung, turut hadir Kompolnas, anggota DPR Provinsi, Komnas HAM, Sub Denpom, dan Kejaksaan Negeri(Kejari) Mimika.
Ada pun beberapa tokoh dari DPRP dan pihak keluarga korban turut jadir dan menyaksikan secara langsung rekonstruksi tersebut.
Sebelumnya pada edisi Jumat (2/9/2022) kemarin, BM telah mempublikasikan enam TKP kasus mutulasi empat warga ini.
TKP pertama berada di salah satu gudang (Nawaripi) yang merupakan tempat dimana para pelaku mulai menyusun rencana.
TKP kedua berada di samping perumahan BTN Bintang Timur. Di tempat ini para pelaku dan korban awalnya bertemu untuk melakukan transaksi.
TKP ketiga berada di depan salah satu mushola yang berbekatan dengan perumahan BTN Bintang Timur.
Di tempat ini ditemukan proyektil dan selongsong sekaligus tempat diduga terjadinya penembakan yang sempat mengagetkan warga sekitar pada saat kejadian.
TKP empat berada di Jalan Pomako tepatnya sekitar 2 kilometer dari jembatan. TKP kelima merupakan tempat pembuangan jenazah di jembatan Pomako.
Sementara TKP keenam merupakan tempat pembakaran mobil di Jalan Trans Nabire dekat jembatan panjang. (Ade/Red)






















