Ekonomi dan Pembangunan

Maskapai Tolak Hasil Rapid Test, Lemasa Minta Pemda Mimika Perjelas Aturannya

Ketua Lemasa, Stingal Johnny Beanal

MIMIKA, BM

Lembaga musyawarah adat suku Amungme (Lemasa) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika untuk memperjelas terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi masyarakat untuk bisa bepergian ke luar Timika terutama menggunakan transportasi pesawat terbang.

Hal tersebut diminta Lemasa karena selama dua pekan ini ada 8 warga ke Kantor Lemasa meminta bantuan dana sebesar Rp2,5 juta untuk pengurusan swab sebagai syarat yang diminta oleh maskapai.

“Kami Lemasa minta Pemda Mimika untuk bisa memberikan kejelasan kepada masyarakat dan juga kepada maskapai-maskapai terkait syarat pemeriksaan apa yang harus digunakan, apakah swab atau rapid test,” tutur Direktur Lemasa, Stingal Johnny Beanal, Amd.Kom S.Sos, saat diwawancarai, Senin (28/9).

Johnny mengatakan, karena persyaratan ini ada warga yang tidak dapat membeli tiket karena mahalnya harga swab. Bahkan salah satu warga yang sudah sertakan hasil rapid tes non reaktif namun ditolak oleh maskapai penerbangan perintis.

Johnny juga menilai, biaya sebesar Rp2,5 juta untuk pemeriksaan swab sangatlah mahal. Hal ini diakuinya sangat memberatkan masyarakat terutama mereka yang tidak mampu.

“Tentu tidak semua warga bisa membayar Rp2,5 juta. Ada yang mampu dan ada yang tidak mampu, sementara mereka harus segera berangkat karena ada hal yang mendesak. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab,” tanyanya.

Ia juga mengungkapkan selama ini yang diketahuinya untuk syarat berangkat baik lewat laut atau udara hanyalah dengan rapid test. Namun belakangan ini sejumlah maskapai mensyaratkan tes swab sebagai syarat bukan lagi rapid test.

"Ini sesuatu yang sangat membingungkan juga memberatkan masyarakat. Jadi, diharapkan pemerintah dapat memberi kejelasan agar tidak terjadi lagi hal begini karena terus terang berat buat mereka," harapnya.

Sementara itu, Jomi Kemong mengakui ditolak salah satu maskapai yang beralamat di Jalan C Heatubun ketika hendak membeli tiket pesawat tujuan Ilaga, Senin (28/9) pagi.

Dikatakan, maskapai tersebut menolak surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan rapid test. Jomi meminta untuk menyertakan surat kesehatan berdasarkan hasil swab.

“Saya sudah bawa surat hasil rapid test dari apotik Kamoro namun mereka katakan sudah tidak bisa gunakan jadi harus swab, untuk itu saya ke RSUD lagi untuk lakukan swab. Tapi karena tau biaya swab sebesar Rp2,5 juta saya tidak jadi karena tidak punya uang sebesar itu,” ugkapnya.

Jomi mengaku bukan hanya dirinya yang mengalami hal serupa tetapi sejumlah warga yang ingin membeli tiket untuk penerbangan ke pedalaman juga mengalami hal yang sama.

"Kami bingung. Saya harap Pemda Mimika dapat memberikan solusi agar warga yang ingin bepergian ke luar Timika menggunakan jalur udara tidak terkendala swab yang nilainya melebihi harga tiket pesawat," ungkapnya. (Shanty

Peduli Warga Terdampak Covid, Kogabwilhan III Bagikan 1000 Paket Sembako

Penyerahan bantuan secara simbolis di Gereja Kingmi SP III

MIMIKA, BM

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Tiga (Kogabwilhan III) yang kini berkantor di Mimika dan sedang dalam proses pengerjaan, pada Minggu (27/9) kemarin merayakan HUT ke-1.

Salah satu kegiatan bakti sosial yang dilakukan pada HUT ke-1 ini adalah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, terutama yang mengalami dampak langsung Covid-19.

Pada hari ini, Senin (28/9) tepatnya di di Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua Jemaat Pniel Klasis Mimika, Jalan Cenderawasih SP III, Kogabwilhan III memberikan 1000 paket sembako kepada masyarakat.

Bakti sosial yang juga mengusung tema Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Untuk Indonesia, dipimpin Brigjen TNI Dadang Rukhiy, Aspotwil Kogakwilham III didampingi Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo.

Brigjen TNI Dadang Rukhiy kepada BeritaMimika mengatakan pembagian 1000 paket sembako diberikan untuk meringankan kesulitan yang saat ini dihadapi masyarakat.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini sedikit meringankan beban mereka. Jadi pembagian 1000 paket ditempat ini secara simbolis saja, karena selanjutnya akan dilaksanakan secara sporadis oleh rekan-rekan jajaran Kodim dan Koramil diseluruh wilayah di Mimika," kata Dadang.

Brigjen Dadang juga mengatakan, pembagian nantinya akan dilakukan secara sporadis agar menghindari kerumunan warga. Pasalnya kerumunan warga saat ini identik dengan mudahnya terjadi penularan virus corona.

"Mengingat situasi saat ini maka donor darah juga kita tidak laksanakan. Tetapi pemberiaan sembako ini dilakukan serempak selain di Timika juga di Ambon dan Sorong," ujarnya. (Ignas

Perdana, TP-PKK Mimika Panen Sayuran Organik Hasil Tanam Sendiri

Foto bersama usai melakukan panen perdana, Rabu (23/9)

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika pada Rabu (23/9) kemarin melakukan panen sayur-mayur.

Panen sayuran organik berupa kol, kangkung dan seledri ini dilakukan tepat di halaman belakang perkebunan Kantor TP-PKk Mimika.

Sayuran yang di panen merupakan hasil kerja pokja 3 (Sandang Pangan, Perumahan dan Tata Laksana Keluarga) TP-PKK Mimika.

Dan hanya dalam waktu sebulan sayuran tersebut dapat dipanen dengan memanfaatkan media tanah dan diberi pupuk serta dirawat.

Kegiatan panen ini dihadiri Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng, Wakil Ketua II Ny. Pere Omaleng dan Wakil Ketua III Ny. Enjelina Paiding beserta pengurus PKK Mimika.

Ketua Pokja 3 Ny. Tuti Kaliki mengatakan bahwa program ini sejalan dengan program pemerintah di masa pandemi, selain itu juga bernilai ekonomis karena dapat menambah pendapatan keluarga.

"Pokja 3 merupakan HATI dari PKK Mimika yakni Halaman, Asri, Indah, Teratur dan Nyaman. Melalui kegiatan ini kita dapat memanfaatkan lingkungan disekitar sebagai kebun. Jika tidak memiliki lahan bisa juga menanam sayuran dengan menggunakan media air atau kita sebut hidroponik," katanya.

Sambung Tuti, pada Desember 2020 nanti akan digelar panen raya berupa sayur-sayuran, umbi-umbian, jagung, tanaman obat, hidroponik dan ikan.

"Tanaman ini bisa dipanen satu bulan jadi berkesinambungan setelah panen akan kita tanam lagi. Rencananya Desember kita panen raya sehingga menyesuaikan dengan panen ikan yang memerlukan waktu tiga bulan. Jadi, November kita akan mulai tanam hidroponik dan lainnya sehingga ketika panen nanti bisa bersamaan dengan ikan," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini pokja 3 fokus untuk melakukan pembenahan sehingga ketika kebun, tanaman hidroponik dan ikan berhasil di panen barulah akan disosialisasikan ke PKK tingkat distrik dan kelurahan.

"Kita tidak bisa menjadi contoh kalau kita sendiri belum berhasil. Ketika semua panen tepat waktunya dan berhasil barulah kita bisa memberikan contoh untuk PKK di tingkat distrik dan kelurahan. Oleh karena itu kami berharap mendapat dukungan dari ibu ketua dan wakil ketua sehingga apa yang kita mulai ini dapat berkesinambungan," harapnya

Sementara itu, Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng merasa kagum karena untuk pertama kalinya panen sayuran dapat dilangsungkan.

"Semangat terus ibu-ibu, luar biasa kerjasamnya semoga dapat ditingkatkan. Mungkin nanti bisa tanam tumbuhan obat-obatan juga seperti jahe dan lain-lain. Pertahankan terus dan Timika memang luar biasa," tuturnya menyemangati (Elfrida)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top