Dua Kampung Distrik Miktim Ikut Pelatihan Aplikasi Desa Melawan Covid-19

Kegiatan pelatihan dilakukan di ruang rapat Distrik Mimika Timur

MIMIKA, BM

Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia terutama dalam upaya pencegahan Covid-19 dan pencegahan Stunting di Kampung, Distrik Mimika Timur memberikan pelatihan awal aplikasi Desa Melawan Covid-19 (e-DMC) dan Human Development Worker (e-HDW).

Pelatihan aplikasi e-DMC dan e-HDW yang berlangsung diruang rapat Distrik Miktim, Senin (21/9) diikuti oleh dua Kampung, yakni Kampung Muware dan Kampung Tipuka.

"Kita lakukan ini karena pemerintah kampung merupakan ujung tombak terdepan karena berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat," ujar Kepala Distrik Mimika Timur Yulianus Pinimet, S.IP, saat diwawancarai BeritaMimika.

Dijelaskan, dasar pelaksanaan pelatihan aplikasi ini adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa atau Kampung, yang menyatakan bahwa Desa atau Kampung merupakan suatu kesatuan masyarakat hukum yang berwenang untuk mengatur dan nengurus urusan pemerintahan Kampung dan kepentingan masyarakat setempat.

"Ini sebagai implementasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Desa atau kampung mempunyai jewenangan yang bersifat otonom untuk mengupayakan dan meningkatkan sumber daya nanusia atau memberdayakan masyarakat yang ada di kampung atau desa,"jelas Yulianus.

Lanjutnya, pemberdayaan masyarakat ini muncul untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dalam rangka menanggulangi kemiskinan dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan serta untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat di Kampung.

"Dimana dalam kondisi sekarang ini kita tidak mampu untuk melepaskan diri dari kemiskinan sehingga pemberdayaan diharapkan dapat memampukan dan memandirikan masyarakat di kampung," ungkap Yulianus.

Menurut mantan Distrik Agimuga ini, bahwa tujuan pelatihan aplikasi ini sesuai dengan apa yang sudah diluncurkan oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

"Jadi dua aplikasi ini juga sudah ditindaklanjuti oleh bupati Mimika melalui Surat Nomor 140/1163 tertanggal 25 Agustus 2020 lalu. Sehingga 133 Kampung di Kabupaten Mimika mengalokasikan Dana dari APBK dengan melakukan pelatihan aplikasi e- DMC dan e-HDW," ujar Yulianus.

Ia mengatakan, dua aplikasi ini memiliki manfaat untuk membantu kampung, terutama bagi Relawan Kampung atau desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

"Supaya dalam melaksanakan tugasnya lebih cepat, tepat, orofesional, efektif-efisien, transparan dan akuntabel. Aplikasi ini dapat diakses langsung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi tantangan atau kendala-kendala di Kampung, yang kemudian akan diambil kebijakan untuk mendukungnya," jelasnya. (Ignas)

Top