Bangun Gedung Perawatan C2 RSUD, Pemkab Mimika MoU dengan DPRK
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat melakukan penandatanganan nota kesepakatan pembangunan gedung perawatan C2
MIMIKA, BM
Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan DPRK Mimika terkait pembangunan Gedung Perawatan C2 RSUD Mimika melalui skema anggaran tahun jamak (multi-years) 2026–2028 senilai Rp242 miliar.
Penandatanganan MoU antara Bupati Mimika, Johannes Rettob yang didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong bersama Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, Wakil Ketua I, Asri Akkas dan Wakil Ketua III Ester Tsenawatme, di ruang pertemuan RSUD Mimika pada Jumat (10/4/2026).
Master plan pembangunan Gedung Perawatan C2 ini dirancang sebagai gedung tiga lantai oleh PT Pandu Persada.
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, pembangunan gedung ini menggunakan anggaran multiyears sebesar Rp242 miliar dimana jumlah tersebut telah disepakati sebelumnya, dengan pembagian tahun pertama Rp72 miliar, tahun kedua Rp110 miliar, dan tahun ketiga Rp60 miliar.
“Karena ini dibiayai secara multiyears sehingga perlu mendapat persetujuan DPRK sesuai dengan masa jabatan kepala daerah,"kata Bupati John.
Bupati menjelaskan, pembangunan gedung perawatan C2 dinilai penting dikarenakan terjadi lonjakan pasien hingga mencapai 300 orang. Sementara, jumlah tempat tidur yang tersedia hanya 181 bed.
"Dengan jumlah pasien yang sudah melebihi batas kapasitas ini terpaksa ada ruang doa yang dijadikan ruang rawat inap. Artinya, memang rumah sakit ini perlu dikembangkan,"tutur Bupati JR.
Katanya, Pembangunan gedung perawatan C2 dirancang untuk menambah kapasitas pelayanan rawat inap secara signifikan dengan tetap mengacu pada standar nasional, termasuk kelas rawat inap standard.
Pasalnya, RSUD Mimika tidak hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan bagi sejumlah wilayah di Papua Tengah seperti Puncak, Paniai, dan Intan Jaya, bahkan hingga pasien dari luar daerah.
Ia juga menekankan pentingnya memilih kontraktor yang memiliki kemampuan finansial kuat agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan tidak bergantung sepenuhnya pada pencairan anggaran.
Selain pembangunan gedung baru, Pemkab Mimika juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti alat cuci darah (Hemodialisa) dan peralatan medis lainnya, mengingat tingginya angka pasien dengan penyakit ginjal di wilayah tersebut.
"Kita sudah membangun ruang diagnostik. Di ruang diagnostik ini kita akan menambah lagi 10 untuk alat cuci darah. Saat ini kita punya alat cuci darah semua tidak cukup. Di Papua ini yang sakit ginjal ini paling banyak. Bahkan, dari luar Timika juga datang ke sini untuk cuci darah makanya tidak cukup sehingga kita tambah lagi alatnya 10 unit,"ungkapnya.
Diharapkan, tenaga medis di sini dapat bekerja dengan baik. Karena, pemerintah terus berusaha mendekatkan pelayanan ke masyarakat sehingga masyarakat tidak susah.
Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan utama dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemda. Kondisi pelayanan rawat inap RSUD saat ini menunjukkan adanya tekanan kapasitas yang cukup tinggi dimana tingkat ketersediaan tempat tidur telah melampaui batas ideal.
"Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRK karena pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan hak masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah daerah. Pembangunan gedung perawatan C2 ini kami pandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan,"kata Primus.
Primus mengatakan, DPRK melihat program ini tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat sistem pelayanan, kesejahteraan di daerah.
"Kami menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan ini harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, tepat waktu, pengelolaan anggaran yang efisien dan akuntabel serta tetap mengedepankan kualitas hasil pekerjaan," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan tahun jamak ini dapat memberikan kepastian dalam penyesuaian pembangunan serta menghindari terjadinya keterlambatan maupun pembengkakan biaya.
"Kami DPRK Mimika akan terus melakukan pengawasan agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (Shanty Sang)





























