Tahun Ini, Dinas PUPR Akan Pasang Air Bersih di Ipaya

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas PU, Bonifasius S.

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mimika, Tahun Anggaran 2026, akan membangun fasilitas air bersih di Distrik Amar, Kampung Ipaya.

Pemasangan air bersih ini menerapkan sistem Reverse Osmosis (RO), yang mengubah air payau menjadi air bersih layak konsumsi.

"Tahun ini kita bangun di Ipaya, di sana nanti kita bangun dua titik RO," kata Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas PU, Bonifasius S.

Boni mengatakan, bahwa pada tahun 2025, sudah ada delapan titik RO yang telah terpasang di empat wilayah, yakni Atuka, Kokonao, Uta, dan Amar, dengan masing-masing wilayah mendapatkan dua titik instalasi.

"Pembangunan sudah selesai dan sudah diresmikan juga oleh Pak Bupati tahun lalu," ujarnya.

Ia menambahkan pelayanan air seringkali terhenti bukan karena kerusakan alat, melainkan karena absennya petugas penjaga.

"Kendala kita ada di petugas. Kalau petugasnya cuma satu dan dia ke kota sampai seminggu, air tidak jalan dan masyarakat tidak bisa menikmati. Itulah mengapa saat bapak-bapak Dewan turun ke lapangan, mungkin pas petugasnya tidak ada, sehingga laporannya air tidak jalan," jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Dinas PU berencana menambah jumlah petugas menjadi dua orang per titik agar bisa saling menggantikan.

“Kita nanti minta ke distrik untuk mungkin dua-dua orang. Jadi satu titik dua agar bisa handle begitu, kita ambil dari warga lokal di sekitar titik RO saja, biar dapat menetap dan sigap menjaga alat,” tutur Boni.

Meskipun melibatkan masyarakat lokal dan berkoordinasi dengan pihak distrik,  Boni menegaskan, pengawasan teknis dan pemeliharaan tetap menjadi tanggung jawab Dinas PUPR.

"Pekerjaan ini tidak diserahkan sepenuhnya ke kampung. Kami tetap melakukan pengawasan. Jika ada laporan kerusakan, tim kami bersama PPTK akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan bagian mana yang perlu diperbaiki atau diganti," Jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas PUPR juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai perbedaan fungsi air kran dan air galon hasil RO.

“Saya imbau kepada masyarakat, bahwa air untuk konsumsi langsung (minum) telah disediakan dalam bentuk isi ulang galon di depot-depot yang tersedia. Sementara air yang mengalir ke rumah-rumah melalui kran sebaiknya tidak langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top