Pembangunan Taman di Bundaran Petrosea Tak Lagi Dikerjakan, Ini Kata Dinas PUPR


Tampak taman di sekitaran bundaran Petrosea yang tidak lagi dikerjakan proyeknya

MIMIKA, BM

Proyek pembangunan taman di sekitaran bundaran Petrosea hingga saat ini diketahui belum juga terselesaikan.

Taman yang direncanakan menjadi teras dari Kota Timika itu tampaknya sudah tidak lagi dikerjakan oleh para kontraktor.

Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Mayaut, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat catatan hitam atau blacklist terhadap kontraktor yang bertanggung jawab menyelesaikan proyek tersebut.

"Dari Desember itu sudah diblacklist. Jadi itu dia tidak kerja lagi," ungkapnya saat dihubungi via telepon, Jumat (20/1/2023) siang.

Saat ini, lanjut Robert, Dinas PUPR sedang berupaya untuk mencairkan jaminan penawarannya.

"Jadi dia hanya kerja sesuai dengan bobot yang ditagih. Uang muka yang ditagih ya itu saja pengerjaannya," katanya.

Robert menjelaskan, catatan hitam itu diberikan kepada kontraktor tersebut karena progres pekerjaannya tidak mengalami kemajuan pada bulan kedua dan ketiga.

"Dia deviasinya besar dan berturut-turut sehingga kita black list," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepada Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Pieter Edoway, ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (20/1/2023).

"Itu dari keterlambatan dari pekerjaan mereka, tenaga ahli milik mereka. Terus pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik," ujarnya.

"Terus kita ada kasih teguran satu, dua, tiga tapi progres mereka tetap pada bulan pertama, kedua tetap, tidak naik-naik sehingga kami putus kontrak," imbuhnya.

Edoway menerangkan, pekerjaan proyek taman ini dipercayakan kepada dua perusahaan, yakni perusahaan lokal dan perusahaan dari luar Mimika.

"Perusahaan induk kerja sama dengan KSO kerja sama. Hasilnya dibagi 70 persen untuk perusahaan induk, 30 persen untuk KSO," terangnya.

Sementara untuk masa kontrak kerjanya, kata Edoway, Dinas PUPR memberikan batas waktu pengerjaan selama 120 hari.

"Hanya saja mereka kerja lambat dan kita sudah kasih teguran sampai tiga kali juga tapi progres tetap tidak maju-maju sehingga kami putus kontrak di tanggal 15 Desember sebelum jatuh kontraknya dari perusahaan itu," jelasnya.

Edoway menyampaikan, sejauh ini persentase pekerjaan belum mencapai 50 persen.

"Jadi yang sudah dikerjakan itu baru 40-an persen. Mereka kerja sesuai volume kerja dengan tagihan uang muka saja," tuturnya.

"Bulan pertama mereka sudah jalan bagus. KSO yang pakai tenaga ahli taman, tapi karena mungkin kurang koordinasi di anatara mereka sendiri sehingga pekerjaan tidak jalan baik," sambung Edoway menambahkan.

Dia juga mengatakan, pekerjaan pembangunan taman ini nantinya bakal dibuat kembali perencanaan untuk kemudian diselesaikan.

"Iya kita bikin perencanaan lagi untuk apa-apa yang belum dikerjakan, yang mana itu kita akan lanjutkan sesuai dengan pekerjaan di lapangan," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Top