Reses II DPR Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan Serap Aspirasi Warga
DPR Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan saat reses bersama warga jalan WR Supratman
MIMIKA, BM
Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan menggelar reses masa sidang II tahun 2026 di Jalan WR Supratman Timika, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, sekaligus dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, warga masyarakat menyampaikan berbagai masukan dan harapan terkait pembangunan daerah mulai dari persoalan transportasi, ekonomi kerakyatan, hingga pengembangan sektor pertanian serta aspirasi lainnya.
Yohanes Felix Helyanan mengatakan, selain menyampaikan sejumlah keluhan, masyarakat juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai program prioritas pembangunan.
Menurutnya, komitmen tersebut terlihat dari alokasi anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan di seluruh wilayah.
Katanya, masyarakat juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang terus memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.
"Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mimika juga dapat memberikan perhatian yang sama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap Yohanes.
Ia menyampaikan bahwa hal yang disoroti warga adalah keterbatasan sarana transportasi, baik laut, udara maupun darat. Masyarakat menginginkan adanya peningkatan layanan transportasi yang mampu mendukung mobilitas warga, khususnya di wilayah pesisir.
Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan kapal yang dapat melayani rute ke kampung-kampung pesisir serta mengaktifkan kembali layanan bus dari Pelabuhan Pomako menuju Kota Timika untuk memudahkan akses transportasi, terutama bagi pelajar.
“Mereka berharap ada kapal yang melayani daerah pesisir dan layanan bus dari Pelabuhan Pomako ke Timika dapat kembali dioperasikan. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Dinas Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” imbuhnya.
Selain sektor transportasi, masyarakat juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para nelayan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) agar hasil tangkapan nelayan dapat dikelola dan dipasarkan secara lebih optimal.
Masyarakat juga berharap Dinas Pertanian tidak hanya fokus pada penyuluhan, tetapi juga memberikan pendampingan dan dukungan nyata kepada petani agar lahan-lahan potensial dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain cabai, komoditas jagung juga mulai dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Namun, petani masih membutuhkan dukungan pemerintah berupa bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, serta akses pemasaran hasil panen.
“Aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya. (Shanty Sang)













