Olah Raga

Jabat Ketua Umum Kormi Mimika, John Rettob Targetkan Jumlah dan Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Olahraga

Johannes Rettob bersama pengurus Kormi Mimika saat mengikuti pelantikan yang dipimpin oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak didampingi Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman

MIMIKA, BM

Sebanyak 80 pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Mimika masa bakti 2022-2027 akhirnya resmi dilantik oleh Ketua Umum Kormi Provinsi Papua yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak di Rimba Papua Hotel (RPH) Selasa (2/11).

Dalam pelantikan tersebut, Johannes Rettob yang selaku Plt Bupati terpilih sebagai Ketua Umum Kormi Kabupaten Mimika saat ini.

Dalam sambutan selaku ketua umum Kormi Kabupaten Mimika, Johannes Rettob berpesan kepada seluruh pengurus Kormi yang sudah dilantik untuk bekerja lebih serius. Mengingat perjalanan Kormi Mimika yang dulu seperti air pasang surut.

"Beberapa tahun lalu sempat bagus tapi kemudian terkandas dan tidak berkembang sama sekali. Begitu banyak perjalanannya dan puji Tuhan hari ini dilantik maka kita mulai lagi, mudah-mudahan tidak seperti yang kemarin lagi, tidak boleh ada gesekan-gesekan lagi tapi mari kita kerja untuk masyarakat,"ungkapnya.

Kata Johannes Rettob bahwa sesuai dengan tema dalam pelantikan "Upaya mengangkat jati diri, keutuhan dan kejayaan daerah dan bangsa dalam bingkai NKRI" maka harus mulai berpikir bagaimana Kormi ini mulai masuk dalam masyarakat.

"Target kita yaitu meningkatkan jumlah dan kualitas partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Tugas kita supaya orang sehat, supaya semua orang senang berolahraga, olahraga kita adalah olahraga kreasi,"katanya.

Lanjutnya," Kemudian kita juga harus bisa berinovasi kreatif bagaimana caranya supaya apa yang dilihat di mata kita harus kita angkat kembali dalam bentuk olahraga. Ini mimpi dan bisa terwujud kalau kita serius untuk kerja. Kita harus menjadikan Mimika menjadi bugar,"sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengakui baru bergabung di Kormi dan  bersedia menjadi ketua, sehingga sebagai intropeksi di momen yang lalu Kormi yang saat ini tidak boleh surut lagi tapi harus maju terus.

"Kita harus membuat sesuatu untuk masyarakat Timika dan masyarakat harus tahu bahwa Kormi itu ada. Jadi Kormi ini kita kerja untuk masyarakat dan bila perlu budaya di Indonesia ini kita jadikan olahraga,"ujar John.

Sementara itu Ketua Umum Kormi Provinsi Papua yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Simson Rumbiak menyampaikan bahwa dengan adanya Kormi ini merupakan bagian dari terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, bugar dan yang berkualitas berkarakter kebangsaan.

"Sistemnya adalah menanamkan gaya hidup sehat dan kegemaran berolahraga secara teratur. Dengan kehadiran Kormi ini berarti kita mulai hidup sehat dan teratur,"ungkapnya.

Kata Simson bahwa upaya terwujudnya masyarakat sehat bugar dan gembira yang berkarakter dengan hasilnya maksimal itu mulai dari anak-anak sampai sampai pada lansia.

"Bagi pengurus yang baru dilantik saya berharap dapat mengembangkan untuk perencanaan olahraga di Papua, serta mendorong pembinaan olahraga secara masal bagi masyarakat supaya semakin sadar dan peduli akan kesehatan,"katanya.

Tak lupa dirinya juga mengajak seluruh pengurus Kormi masa bakti 2022 2007 untuk menjalankan beban dan tugas yang telah diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Harus jalin hubungan sinergi dengan pemerintah, LSM, BUMD,BUMN dan mitra kerja lainnya. Buatlah program olahraga masyarakat sebagai upaya menumbuh kembangkan hidup sehat bagi pegiat olahraga,"ucapnya.

Kemudian selaku Ketua Umum Kormi Nasional, Hayono Isman mengatakan bahwa pelantikan pengurus Kormi di Mimika adalah momentum yang penting bagi olahraga masyarakat.

"Kalau kita perhatikan yang berhimpun di olahraga masyarakat terdapat 79 olahraga yang berhimpun di tingkat nasional itu dari olahraga tradisi dan kreasi budaya,olahraga kesehatan dan kebugaran serta olahraga petualangan dan tantangan. Itu semuanya  terukur dan teratur,"katanya.

"Mengapa harus terukur dan teratur, karena tidak hanya sehat tetapi kita juga akan menjadi manusia yang bugar,"sambungnya.

Menurutnya, dalam olahraga masyarakat yang diraih itu bukan medali, namun  yang diraih adalah juara didalam kehidupan.

"Jadi yang dicari itu adalah juara didalam kehidupan,"ujarnya.

Semenyata itu Asisten II, Wilem Naa berharap Kormi senantiasa berpartisipasi aktif dan berkontribusi untuk masyarakat.

"Saya titip pesan untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jalan secara harmonis dengan pikiran sehat agar bisa mewujudkan cabang olahraga rekreasi masyarakat dengan baik di Mimika," pesannya. (Ignasius Istanto)

Pandangan Duo Legenda Sepak Bola, Apples Tecuari dan Rochy Putiray Tentang Papua Football Academy

Dua legenda sepakbola Indonesia, Apples Tecuari dan Rochy Putiray

MIMIKA, BM

Papua Football Academy (PFA) belakangan ini tengah mencuri perhatian banyak kalangan. Pasalnya, akademi tersebut secara langsung diresmikan oleh orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden Jokowi pada bulan Agustus lalu di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua.

Akademi sepak bola yang didirikan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai wadah pengembangan SDM Papua di bidang olahraga itu juga tak tanggung-tanggung dalam menyediakan segala fasilitas sarana prasarana, mulai dari lapangan, mes, pelatih, hingga penunjang lainnya tampak begitu elit untuk sebuah pendidikan sepak bola.

Duo pemain legendaris sepak bola asal Papua yang telah mendunia, yakni Apples Tecuari dan Rochy Putiray pun mengakui bagaimana ide besar yang telah dicetuskan PTFI adalah suatu ide yang sangat luar biasa.

"Ini sesuatu yang luar biasa untuk Papua," respon Rochy Putiray menanggapi pertanyaan wartawan tentang PFA di sela-sela pertandingan Waanal Brother FC kontra Environmental FC di lapangan Maurufkau Jaya Mile 21, Timika, Jumat (4/11/2022).

Menurut Rochy, ide-ide besar semacam ini seharusnya dilahirkan juga oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Asosiasi Provinsi (Asprov). Sebab, menurutnya ide seperti itulah yang sangat didambakan oleh anak-anak muda di timur Indonesia yang sudah memiliki potensi secara natural atau talenta alamiah dalam memainkan si kulit bundar.

"Cuma sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana nantinya tindak lanjut dengan adanya PFA. Kira-kira bakal seberapa jauh nantinya. Itu yang harus dipikirkan," ucap lelaki yang pernah menjebol gawang AC Milan itu.

Rochy menyarankan, PFA yang saat ini telah menjadi impian generasi muda Papua bisa memberikan pendidikan secara berjenjang, sehingga nantinya dapat mencapai goals yang jelas juga tentunya.

"Saya sebagai mantan pemain sepak bola melihat ada satu kegiatan seperti ini, saya sangat senang. Cuma harus punya jenjang lanjutan. Manajemen harus sudah punya planning ke depan, apa yang mesti dibikin. Jangan cuma jangka pendek, setahun, dua tahun, tiga tahun selesai, tapi anak-anak angkatan pertama ini bakal sejauh mana mereka harus bina," tandasnya.

"Finishing touch-nya itu sampai dimana. Apa cuma sampai di liga Indonesia, atau sampai dimana, atau sekadar satu dua tahun, atau bagaimana. Tapi setelah mereka di usia 17-20 tahun, mereka mau kemana dan jadi apa. Poinnya lebih di situ," imbuhnya.

Rochy juga berharap, dengan berbagai fasilitas yang begitu lengkap serta para pelatih yang mumpuni, PFA dapat menghasilkan generasi-generasi yang lebih luar biasa.

"Terutama dalam pemahaman cara bermain bola dengan benar termasuk karakter dan sebagainya, karena rata-rata kita tidak bisa berkembang di luar negeri karena kita tidak bisa beradaptasi. Kita punya talenta, tapi karena tidak diajarin sehingga sampai di luar, kita masih meraba-raba. Kita masih suka bermain dengan dribbling satu kampung terus merasa puas. Kalau di luar kan cara bermain bolanya harus yang pintar," pungkasnya.

Senada dengan itu, mantan pemain bintang Indonesia, Apples Tecuari menilai bahwa apa yang telah dilakukan PTFI merupakan satu hal yang positif untuk membangun generasi penerus tanah Papua.

Apples percara bahwa Papua sudah tidak diragukan lagi soal talenta. Hanya saja, menurutnya, yang harus diperhatikan di sini adalah keseriusan dalam memulai sesuatu yang baru dan bagus tentunya.

"Dalam arti jangan awalnya saja. Apalagi ini kan dibuka secara langsung oleh Pak Presiden, sehingga itu harus diperhatikan dengan betul-betul serius supaya ke depan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa," tegasnya.

Dia mengambil contoh dirinya ketika dulu masuk menjadi bagian dari PPLP Irian Jaya di tahun 1990, yang mana menurutnya di sana talentanya sangat diperhatikan dengan serius.

"Itu saya tiga tahun saja, dan saya sudah bisa masuk di timnas senior. Jadi, saya percaya bahwa ketika itu bisa ditangani dengan serius, maka pasti akan melahirkan pemain-pemain yang luar biasa, secara khusus di tanah Papua," yakin Apples yang pernah memperkuat Timnas Indonesia menjuarai LG Cup pertama di Vietnam kala itu.

Untuk itu, dia berpesan kepada para coach yang telah dipercayakan membimbing serta membina bibit-bibit muda Papua yang bertalenta di PFA agar dapat dengan sungguh-sungguh dan serius dalam melatih anak didiknya.

"Karena apa yang saat ini dibangun itu sesuatu yang luar biasa, yang bagi saya itu sesuatu yang mungkin didambahkan oleh seluruh anak-anak Papua secara khusus kami yang sudah melewati itu. Kami mendabakan sesuatu yang baru untuk bibit bibit pemain muda kita yang luar biasa," pungkasnya. (Endy Langobelen)

245 Peserta Ikut Kejurkab I Panjat Tebing


Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan,Septinus Timang membuka pertandingan Kejurkab I dengan ditandai pemasangan poin

MIMIKA, BM

Sebanyak 245 peserta dari SD, SMP, SMA dan tingkat umum mengikuti Kejurkab I PFTI Mimika yang diselenggarakan di Venue Panjat Tebing, jalan poros SP2-SP5, Jumat (28/10).

Pertandingan panjat tebing ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat-Minggu dengan 4 nomor tanding atau nomor lomba Bouolder, Speed Classic, WR dan Lead.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang dalam sambutan menyampaikan, olahraga panjat tebing merupakan salah satu olahraga yang mendunia.

Olahraga ini banyak diminati oleh anak-anak muda saat ini dan sudah banyak memberikan kontribusi besar dalam tiap kejurda yang diselenggarakan baik dalam tingkat nasional maupun ditingkat internasional.

Olahraga panjat tebing sendiri merupakan olahraga yang membutuhkan daya tahan tubuh yang solit dan mengutamakan kelenturan tubuh, kekuatan tubuh dan keterampilan dalam menggunakan peralatan.

"Kami mengajak para atlet untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas agar semua berjalan dengan baik, sehingga lewat Kajurkab ini dapat menjaring dan mendapatkan atit-atit muda khususnya anak-anak asli Papua yang berbakat di Kabupaten Mimika sehingga bisa dipersiapkan untuk menjadi atlet yang profesional di kelas internasional," harapnya.

Sementara itu Ketua umum FPTI Kabupaten Mimika, yang diwakili oleh ketua harian, Bahar mengatakan bahwa kegiatan ini bisa terlaksanakan sesuai dengan arahan ketua umum.

"Ini iven pertama kali yang akan dilaksanakan dalam rangka  menjaring bibit-bibit atlit yang ada di Kabupaten Mimika, makanya kami pengurus coba memformulasikan pesertanya mulai dari SD, SMP SMA yang nanti secarah teknis akan diklasifikasi sesuai dengan regulasi pertandingan," ungkapnya.

Lanjutnya, "Pertandingan atau perlombaan yang ada ini di luar ekspektasi kami. Kami berpikir pesertanya tidak banyak, ternyata kemarin teknikal meeting itu pesertanya 245 orang. Jadi besar harapan kami sebagai pengurus setelah PON  ternyata antusias anak-anak untuk belajar panjat tebing luar biasa,"sambungnya.

Kata Bahar, pertandingan yang diselenggarakan ini juga sebagai bentuk persiapan untuk Porprov tahun 2024, tentunya ini akan ada sirkuit wilayah yang namanya Pra PON.

"Dari hasil ini nanti ada bibit-bibit atlet yang akan kami dorong untuk ke Porprov atau Pra PON. Di bulan Desember nanti dari anak-anak kita ini akan kita ikut sertakan kejuaraan di Situbondo," katanya. (Ignasius Istanto)

Top