Dinas Kesehatan Kejar Target 41 Ribu Anak-Anak Mimika Imunisasi MR

Seorang anak kecil terlihat tidak takut ketika diberi suntikan imunisasi MR oleh seorang perawat
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas melaksanakan imunisasi campak rubela atau MR di Diana Shopping Center, Rabu (29/6).
Kegiatan ini dilakukan untuk mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan juga sebagai upaya dinas kesehatan agar imunisasi MR dapat terlaksana secara maksimal di Timika.
Pasalnya, target capaian yang dijekar Dinkes Mimika dalam program imunisasi MR ini ditargetkan menyasar 41 ribu anak.
Kepala Seksi Imunisasi, Nelsi Bungan Allo ditemui di sela-sela kegiatan menjelaskan, kegiatan BIAN yaitu pemberian campak pada bayi dan balita juga anak-anak untuk usia 9 bulan hingga 12 tahun.
Mengapa dilaksanakan di tempat umum? karena kegiatan BIAN ini sudah dimulai sejak bulan Mei hingga sekarang ini, telah memasuki liburan sekolah sehingga capaian belumlah maksimal.
Sehingga, bagi anak-anak yang belum sempat mendapat imunisasi MR di sekolah dan Posyandu, bisa mendapatkan imunisasi campak rubela di Diana Shopping Center.
"BIAN ini juga memberikan kesempatan kepada anak-anak yang belum lengkap imunisasinya saat bayi seperi imunisasi DPT, Polio dan lainnya di sini. Imunisasi yang belum lengkap untuk anak-anak 1-5 tahun," Kata Nelsi.
Menurut penjepasan Nelsi, selain campak rubela ada juga namanya imunisasi kejar yang artinya diberikan imunisasi kepada anak usia 1-5 tahun yang belum lengkap semasa waktu bayi.
Dengan demikian, maka anak-anak akan mendapat 2 kali suntikan yakni campak rubela dan imunisasi kejar, khusus untuk anak usia 1-5 tahun.
"Kalau sudah 5-12 tahun maka yang diberikan hanyalah campak rubela atau MR," ujarnya.
Nelsi menjelaskan, tujuan imunisasi adalah untuk memberikan kekebalan tubuh kepada anak-anak. Karena campak rubela tidak hanya dilaksanakan di Papua tapi di beberapa provinsi di Indonesia dilaksanakan dalam 2 tahap.
Tahap pertama, yakni Papua, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara. Sedangkan tahap kedua Jawa hingga Bali.
"Jadi ini bukan hanya ada di Kabupaten Mimika tapi di seluruh Indonesia. Walaupun dilaksanakan tidak bersamaan. Karena tahap kedua nanti akan dilaksanakan pada bulan Agustus untuk pulau Jawa dan Bali," tuturnya.
Menurutnya, imunisasi merupakan hak anak sehingga orang tua harus berpartisipasi dengan semua pihak yang terkait baik kepala sekolah, RT dan kelurahan yang terlibat dalam pelaksanaan ini agar bisa memberikan informasi kepada masyarakat.
*Karena saat ini sekolah sudah libur baik TK maupun SD sehingga Puskesmas Timika maupun Puskesmas dalam kota serta pesisir dan pegunungan mengadakan swiping ke rumah-rumah untuk memberikan pelayanan imunisasi," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana membuka posko-posko imunisasi MR di beberapa tempat umum dan terbuka untuk umum.
Hingga akhir Juni 2022, dari target 41 ribu yang baru tercapai hanya 47 persen atau 19 ribuan anak sudah mendapat MR.
"Artinya, masih ada setengahnya yang belum. Masih banyak yang belum mendapat imunisasi dari pada yang di imunisasi. Oleh sebab itu petugas kesehatan melaksanakan swiping supaya anak-anak itu bisa mendapatkan imunisasi MR. Karena imunisasi sangat penting untuk anak-anak. Dan juga supaya Mimika bisa kejar target," katanya.
Ia mengatakan, kasus campak rubela sudah ditemukan ada di Papua sehingga pihaknya terus gencar agar anak-anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi guna mendapat kekebalan tubuh.
"Kami tidak menentukan waktunya sampai jam berapa, yang penting sasaran masih ada kami tetap melayani. Di sini juga kan kami tidak melayani imunisasi saja tapi screaning penyakit tidak menular dan TBC seta lakukan pemeriksaan gula darah. Jadi selain anak-anak mendapat pelayanan orang tua juga mendapat pelayanan," ungkapnya. (Shanty)






















