BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Rehab Dan Pandawa

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Ardiansyah saat memberikan keterangan pers kepada media

MIMIKA, BM

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat sebagai peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Ardiansyah mengatakan bahwa BPJS Kesehatan memiliki program untuk memudahkan masyarakat mendapat layanan.

Di antaranya adalah program Rehab (Rencana Pembayaran Bertahap) dan Pandawa (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp).

"Dua program ini merupakan jawaban terkait dengan hal-hal yang diinginkan yang menjadi isu oleh peserta JKN maupun masyarakat,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Ardiansyah dalam media gathering yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Senin (13/6).

Dijelaskan, program Rehab memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta mandiri atau segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang memiliki tunggakan, untuk dapat melakukan pembayaran iuran secara bertahap.

Syarat dan pendaftaran program Rehab di antaranya, memiliki tunggakan lebih dari 3 bulan dan maksimal 24 bulan. 

"Peserta harus mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN maksimal periode tahapan pembayaran selama satu siklus program adalah 12 bulan, dan status kepesertaan akan aktif kembali setelah seluruh tunggakan lunas dan iuran bulan berjalan lunas dibayarkan," Jelas Djamal.

Sementara, untuk program Pandawa kata Djamal, program ini hadir untuk kemudahan layanan, dimana para peserta tidak perlu lagi untuk menginstal mobile JKN atau datang ke Kantor BPJS Kesehatan. Mereka dapat mengaksesnya lewat program Pandawa nomor 0811-8-165-165.

Melalui program Pandawa peserta bisa mendapatkan berbagai pelayanan yang biasanya didapat di Kantor Cabang maupun kabupaten seperti daftar baru, tambah anggota keluarga, daftar bayi baru lahir, ubah jenis kepesertaan, ubah data identitas, dan lainnya.

"Bagi yang ingin mendaftar silakan manfaatkan Pandawa, tak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Semua berkas cukup difoto lalu dimasukkan dalam aplikasi tersebut," ujarnya.

Djamal berharap 2 program ini dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS atau seluruh masyarakat.

"Memang kedua program ini belum optimal terutama dari sisi banyak masyarakat yang belum mengetahui atau belum familiar sehingga diperlukan penyebaran informasi ini kepada seluruh masyarakat,”ungkapnya. (Shanty)

Top