32 Tahun Mengintari Nusantara, KM Tatamailau Ciptakan Rekor Baru di Pelabuhan Dobo

KM Tatamailau saat berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso Kabupaten Kepulauan Aru, Dobo

MIMIKA, BM

Kapal Motor (KM) Tatamailau membuat rekor baru selama melakukan pelayaran mengintari nusantara.

Rekor yang tercipta adalah kapal ini tertahan selama 22 jam di pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Sejak mulai beroperasi tahun 1991 atau 32 tahun mengarungi lautan nusantara, KM Tatamailau tidak pernah mengalami kondisi tersebut.

Di tiap pelabuhan yang disingahi, KM Tatamailau biasanya hanya butuh 2-3 jam untuk berlabuh.

Sesuai jadwal, KM Tatamailau seharusnya sudah berada di Pelabuhan Poumako Timika pada Kamis (20/7/2023).

Namub kapal ini baru meninggalkan Dobo pada Kamis (20/7/2022) pukul 24.00 Wit dan tiba di Pelabuhan Poumako pada Jumat (21/7/2023) pukul 19.05 Wit.

Awalnya ada banyak dugaan terkait keterlambatan tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa Tatamailau mengalami kerusakan mesin sebelah.

Informasi lainnya juga menyebutkan terjadi gangguan pada baling-baling bagian belakang kapal.

Karena kondisi tersebut, KM Tatamailau harus berlabuh lama di Dobo karena menunggu datangnya teknisi yang diterbangkan dari Ambon ke Dobo guna memperbaiki kapal.

Kepada BeritaMimika, salah satu pegawai KM Tatamailau mengisahkan bahwa keterlambatan ini diakibatkan karena ada trouble pada baling-baling bagian depan (boat tester).

"Kalau kapal sandar, kan ada baling-baling bantuan di depan yang bantu sandarkan kapal, namanya BT, nah itu yang trouble, sehingga tidak bisa membantu untuk sandar. Kalau baling-baling belakang dan mesin, aman tidak ada masalah," ungkapnya.

Ia menjelaskan baling-baling boat tester (BT) berfungsi menggerakan kapal ke samping kiri dan kanan termasuk membantu merapatkan kapal ke pelabuhan.

"Karena kondisi ini juga sehingga kita harus sesuaikan dengan pasang surut air sehingga sandaran nanti tidak ada benturan" ujarnya.

Dikatakan, setelah mengangtarkan penumpang hingga pelabuhan akhir di Merauke, sekembalinya, KM Tatamailau tidak akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat dan Poumako Timika.

"Balik dari Merauke langsung ke Dobo. Kami tidak singgah di Agats dan Timika (omisi). Setelah itu, jadwal kembali normal seperti biasa," jelasnya.

Masalah pada baling-baling boat tester ternyata cukup berpengaruh ketika KM Tatamailau akan sandar di Pelabuhan Poumako.

KM Tatamailau tidak bisa langsung merapat saat tiba di pelabuhan Poumako. Pihak pelabuhan menggunakan perahu kecil (katinting) untuk menjemput tali penghubung kapal ke pelabuhan agar menarik Tatamailau merapat ke pelabuhan.

Butuh proses 15-20 menit hingga kapal secara sempurna bisa merapat dan menurunkan penumpang. Walau demikian, semua berjalan dengan baik.

Sesuai jadwal baru yang dikeluarkan Pelni akibat trouble tersebut, KM Tatamailau baru tiba di pelabuhan terakhir, Merauke pada Senin (24/7/2023), pukul 18.00 Wit.

Sekembalinya dari Merauke, KM Tatamailau langsung menuju Dobo tanpa menyinggahi Pelabuhan Agats dan Poumako. Rencananya tiba di Dobo pada Kamis (27/7/2023).

KM Tatamailau kemudian akan kembali beroperasi secara normal dengan melayani dua rute pelayaran yakni rute len A (Sorong) dan len B (Ambon).

Len A dimulai dari Bitung - Tidore - Sorong - Kaimana - Tual - Timika - Agats dan Merauke. Sementara len B yakni mengintari Merauke - Agats - Mimika - Dobo - Tual - Ambon - Ternate - Bitung. (Ronald Renwarin)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top