Pemda, Kadin Asosiasi dan Bank BRI Perkuat Komitmen Kembangkan UMKM di Mimika

Foto bersama usai pertemuan

MIMIKA, BM

Pemda Mimika, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Bank BRI dan Asosiasi UMKM Mimika terus menunjukan komitmen dan kerjasamanya dalam upaya mengembangkan UMKM di Mimika secara bersama-sama.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pertemuan lanjutan yang dilakukan oleh keempat unsur ini pada Selasa (29/11/2022) di Kantor Kadin Mimika, Jalan Cenderwasih.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai didampingi Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM, Samuel Yogi, Kepala Kantor Cabang BRI Mimika Budi Prasentyanto dan Ketua Asosiasi UMKM, Benyamin Meo yang dihadiri oleh pelaku UMKM dan anggota Kadin.

Bram Raweyai mengatakan bahwa pertemuan hari ini tujuannya untuk berkordinasi dan melakukan evaluasi hasil kerja selama 19 hari sejak pencanangan tanggal 5 November sebagai hari UMKM Mimika oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

"Hari ini kita sudah evaluasi bersama dan apapun itu kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus bersama dan terkordinasi baru bisa jalan," ujarnya.

Dikatakan Bram, dari hasil evaluasi ini telah didapati bahwa sudah ada 20 outlet di Mimika yang bersedia menampung barang dagangan UMKM.

"Hanya dalam 19 hari sudah ada 20 outlet sehingga kita evaluasi apa saja yang menjadi kekurangan seperti rumah produksi harus dibenahi dan lainnya. Ini yang akan kita diskusikan dengan pemerintah dan BUMND supaya bagaimana kita benahi rumah produksi termasuk permodalan dan masalah penanganan sampah," ungkapnya.

Dalam pengembangan UMKM ke depan, Kadin Mimika akan menjadi ujung tombak penjualan atau marketing. Sementara UMKM, Pemda dan PTFI adalah produksinya.

"Ini juga merupakan tugas yang diberikan oleh Plt Bupati Mimika kepada Kadin, sehingga perlu ada kerjasama yang bersinambungan antara pemasaran dan produksi," ujarnya.

Terkait masalah sampah, Bram mengatakan Kadin Mimika akan memberikan tawaran ke pemerintah untuk kerjasama pengelolaan sampah.

"Ke depan Kadin dan UMKM akan mengelola sampah sehingga pemerintah tidak usah pusing tapi bagaimana pemerintah hanya menghibahkan alat kepada kita dan kita yang kelola. Tidak usah kasih modal, kita yang kelola sendiri," ujarnya.

Bram Raweyai menjelaskan bahwa sampah terdiri atas organik dan sampah non organik sehingga pengelolaanya akan dilakukan secara terpisah. Ia berharap ketika bank sampah dijalankan, pada tahun depan akan dilakukan evaluasi.

"Dalam pengelolaan sampah ke depan, kita akan berdayakan Rt dan Rw serta masyarakat untuk bagaimana kumpul sampah karena ini semua jadi uang. Mereka kumpul kita yang akan beli dan tampung. Harapan kita ke depan sampah sudah tidak ada karena semua sudah dikeloa secara profesional," terangnya

Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Mimka, Samuel Yogi mengungkapkan bahwa pihaknya merasa bangga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi ini.

"Asosiasi UMKM Mimika harus selalu bekerjasama dengan Kadin Mimika agar produk-produk unggulan dari Mimika bisa dikenal daerah lain. Kadin merupakan marketingnya," ungkapnya.

Yogi juga mengatakan bahwa pemerintah daerah mengajak semua UMKM agar bergabung dalam asosiasi UMKM agar sinergi secara efisein, efektik dan menyentuh sehingga UMKM Mimika bisa naik kelas.

"Kami akan membantu dan menfasilitasi UMKM. Pemerintah merupakan mitra dengan asosiasi UMKM, Kadin dan perbankan. Peran pemerintah dalam hal ini adalah sebagai fasilitator, bagaimana agar UMKM bisa bangkit. Misalnya salah satunya, dalam waktu tidak lama lagi kami akan kerjasama dengan Tokopedia, tahun depan kita lakukan MoU sehingga semua UMKM harus go digital," terangnya.

Yogi juga mengajak BUMN di Mimika agar mencontohi apa yang sudah dilakukan Bank BRI dalam membantu mengembangkan UMKM. BUMN harus memiliki kontribusi terhadap UMKM sehingga jangan hanya menjadi penonton saja.

"BUMN yang lain jangan jalan sendiri, mereka harus ikuti perjalanan BRI dalam membantu mengembangkan UMKM. Kami akan membantu menfasilitasi UMKM namun Pemda sendiri tidak bisa sehingga harus ada dukungan dari BMUN di Mimika," ungkapnya.

Kepala Kantor Cabang BRI Mimika Budi Prasentyanto mengatakan pihaknya bersukur dapat menjadi bagian dalam pertumbuhan ekosistem UMKM di Mimika

Ia mengatakan, BRI selama ini konsen di UMKM. Hal ini dibuktikan dengan adanya rumah BUMN yang mana selama ini telah banyak memberikan edukasi dan pelatihan kepada UMKM di Timika.

"Terimakasih saat ini sudah ada jalan. Pemda, Kadin dan asosiasi semua bersatu untuk UMKM. BRI tidak hanya membantu dalam sisi kebutuan permodalan, selama ini kami juga sudah lakukan kegiatan suport bersama sehingga sudah bisa 21 outlet terbuka, ini sangat luar biasa," ungkapnya.

Dijelaskan Budi, pada intihnya BRI akan terus berupaya memaksimalkan program-program pemerintah, khususnya UMKM melalui kredit KUR, ultra mikro, mikro, yang mana tujuannya untuk pengembangan.

"Dengan demikian, kita bisa lebih fokus karena sudah ada wadah sehingga kita bisa tahu mana-mana yang harus kita suport untuk penyaluran kredit, khususnya yang sudah tergabung dalam asosiasi UMKM," ujarnya.

"Kita juga bersyukur karena Kadin Mimika kini jadi jembatan untuk bagaimana memasarkan produk-produk UMKM di Mimika," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UMKM, Benyamin Meo mengatakan bahwa selama ini UMKM mengalami jalan buntu, masing-masing jalan sendiri. Dan yang selama ini ditemui adalah UMKM mengalami kesulitan dan penjualan produk yang mereka ciptakan.

"Dengan momen festival di Bali dan di Mimika, kami berkomunikasi dengan pemerintah dan Kadin juga menyambut baik sehingga dengan demikian akan sangat membantu karena ada jalan bagi kami," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini sekitar 157 UMKM yang belum tergabung dalam asosiasi. Sementara jumlah UMKM yang tergabung dalam asosiasi berjumlah 187 UMKM. Dari jumlah tersbut telah ada 40 UMKM yang sudah memiliki IMB, IRT hingga balai POM.

"Kita berharap juga ke depan karena kita bermitra dan kolaborasi dengan pemda yang mana tergulasinya dipegang oleh mereka maka kita akan minta bantuan mereka supaya semua pelaku UMKM memiliki izin," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Hotel Horison Ultima Timika Hadirkan Promo di Bulan Februari

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-03 13:48:00

Dishub Mimika Gunakan Rp27 Miliar Tahun Ini Untuk Lanjutkan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 08:13:58

Arus Balik: 1700 Orang Masuk Timika, Lebih Rendah Dari Yang Keluar

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 07:21:08

Pelabuhan MAF di Kota Kepi Rampung Dikerjakan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-31 10:18:18

Tahun 2023 Target Penerimaan KPP Pratama Timika Rp3,978 triliun

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-30 08:12:55

Top