Kadisperindag: Harga Air Galon Tetap Rp6 Ribu, Pengusaha Masih Untung 39 Persen


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa

MIMIKA, BM

Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan harga air minum isi ulang segera dikeluarkan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa mengatakan, SK tersebut tetap mengatur harga air minum isi ulang dengan harga Rp6 ribu per galon untuk pembelian di tempat. Sedangkan untuk antar ke rumah ditarif Rp7 ribu per galon.

Disebutkan bahwa penetapan harga tersebut sudah sesuai dengan hasil kajian dan perhitungan yang dilakukan oleh pihak terkait, yakni Disperindag, akademisi, dan juga pihak Asosiasi Pengusaha Depot Air (ASPADA).

"Dalam perhitungan waktu itu, Disperindag kalau  tidak salah itu tidak sampai Rp5 ribu. Kalau Perguruan tinggi itu Rp5 ribu lebih sedikit perhitungan pengambilan di tempat. Kemudian dari pihak ASPADA sendiri juga tidak sampai Rp5 ribu," ungkapnya saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Kamis (17/11/2022).

Berdasarkan perhitungan itu, maka dalam rapat terakhir disepakatilah harga jual air minum isi ulang dengan pembelian di tempat senilai Rp6 ribu per galon.

"Itu sudah kami pertimbangkan secara baik bagaimana kemampuan daya beli masyarakat maupun keuntungan bagi pihak pengusaha itu sendiri," ujarnya.

"Jadi tidak ada yang dirugikan karena dari perhitungan ASPADA sendiri waktu itu bahwa dia rata-rata keuntungannya sudah di atas 39 persen dengan harga Rp6 ribu pengambilan di tempat," tandasnya.

Keuntungan itu pun, kata Petrus, adalah keuntungan bersih yang mana sudah termasuk biaya operasional dan ongkos gaji tenaga kerjanya.

"Pokoknya segala tetek bengeknya itu sudah diperhitungkan semuanya di situ. Jadi kalau ada yang bilang belum termasuk, berarti itu sudah presepsi yang salah karena perhitungan ketika tiga tim turun ini dia betul-betul di lapangan, bukan hanya selesai di meja untuk hitung seperti itu," tegasnya.

Petrus juga mengatakan, penetapan harga terhadap air minum isi ulang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi di Kabupaten Mimika.

"Jangan hanya karena air minum baru menyebabkan inflasi di daerah kita. Itu yang harus kita kita antisipasi. Toh harga Rp6 ribu itu juga para pengusaha masih untung," pungkasnya. (Endy Langobelen

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top