Terminal A Bandara Mozes Kilangin Sisi Selatan Sudah Digunakan, Ini Harapan Bupati Omaleng

Para penumpang saat hendak melakukan cek in di terminal A sisi selatan bandara 

MIMIKA, BM

Gedung terminal A Bandara Mozes Kilangin sisi selatan terhitung mulai hari ini, Kamis (15/7) resmi digunakan secara parsial atau terbatas pada.

Maskapai yang bergabung dalam penggunaan terminal secara shadow operation ini adalah maskapai yang ada di bawah Lion Grup dan semua maskapai perintis. Sementara, maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air belum.

Pantauan Berita Mimika di lapangan, kesiapan terminal yang baru menggunakan lantai satu ini terlihat sangat bagus bahkan bisa dikatakan sudah seperti bandara internasional.

Pada operasi perdana hari ini, hadir Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Ia hadir guna memantau langsung pengoperasian parsial terminal A didampingi Kepala UPBU Sukarjo dan Kadishub Jania Basir.

Bupati Eltinus mengatakan bandara ini merupakan salah satu aset mewah yang dimiiki Mimika sehingga ia berharap semua masyarakat menjaga dan menggunakannya secara baik termasuk tetap menjaga keindahannya.

"Bandara ini milik kita bersama sehingga semua harus jada dan rawat supaya keindahannya tidak hilang. Jangan ada yang buang sampah sembarangan di sini apalagi buang sisa pinang," harapnya.

Walau sudah digunakan namun saat ini Mimika masih berada pada musim pandemi sehingga ia meminta masyarakat tidak berkerumun atau beramai-ramai menjemput dan mengantar keluarganya ke bandara.

Ia juga mengatakan bahwa secara teknis, antar jemput penumpang sudah diatur secara baik. Penumpang yang diantar menggunakan motor harus turun di depan pintu masuk jalan badara dan kemudian naik ke taksi bandara untuk selanjutnya diantar masuk bandara.

"Nanti kendaraan akan antri di depan. Kita mau buat seperti Singapura supaya jangan seperti bandara lain di Indonesia yang 1 orang berangkat tapi antar 1.000 orang,” katanya.

Kepala UPBU Mozes Kilangin, Soekarjo mengatakan untuk pengoperasian saat ini masih dilakukan secara parsial karena belum semua fasilitas yang ada di terminal sudah dapat digunakan.

"Sebenarnya direncanakan awal bulan Juni tetapi karena kendala yang ada maka kami baru bisa melaksanakan hari ini. Kami sengaja mengoperasikan lebih awal dari target PON karena kami ingin melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan nanti sampai pada pelaksanaan PON nanti," ungkap Sukarjo.

Ia juga menjelaskan, shadow operation adalah pengoperasian secara terbatas jadi tidak ada batas waktu. Setelah semua fasilitas menunjang, ke depan akan dioperasikan secara full.

"Untuk pengoperasian full direncanakan Maret atau Februari 2022. Namun semuanya akan dievaluasi dan diverifikasi dulu karena ada tingkatannya. Jadi jika kantor pusat sudah memberi izin maka sudah dapat dioperasikan," jelasnya.

Sukarjo mengatakan dua hal yang akan diperiksa sebelum operasi full adalah pemeriksaan sistem gedung dan sistem keamanan.

"Jadi tidak bisa langsung gunakan melainkan menunggu hasil verifikasi. Nanti ada tim invekstor dari kantor pusat atau dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang akan datang ke sini meninjau sudah layak atau belum untuk nanti digunakan," terangnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

BST Tahap 14 dan 15 Baru Disalurkan untuk

Ekonomi dan Pembangunan 2021-07-30 13:50:27

Jika PPKM Berkepanjangan, Bapenda Berencana Lakukan Penghapusan Denda

Ekonomi dan Pembangunan 2021-07-28 01:01:08

Wabup John Rettob Tanggapi Pro Kontra Kartu Akses Pedagang Online

Ekonomi dan Pembangunan 2021-07-25 23:14:22

Jalan Tembusan Banti Aronaop Nilainya 70 Miliar Dari APBN

Ekonomi dan Pembangunan 2021-07-25 22:26:50

Jangan Khawatir, Hadapi Lockdown Bulog Tambah Stok Beras

Ekonomi dan Pembangunan 2021-07-22 14:09:27

Top