Harga Sembako Pasar Murah Disperindag Tidak Jauh Beda Harga di Pasaran

Giat ini dibuka Sekda Mimika Michael R Gomar dengan mengguntingkan pita

MIMIKA, BM

Guna meringankan beban masyarakat Mimika menjelang hari raya Idul Fitri khususnya untuk kebutuhan pokok, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah.

Namun pasar murah yang digelar di Lapangan Pasar SP2, Timika, Selasa (11/5) tersebut harganya tidak berbeda jauh dengan harga yang ada di pasaran, bahkan ada yang lebih mahal.

Pantauan Berita Mimika, meskipun harganya tidak berbeda jauh dengan harga pasaran, masyarakat tetap antusias datang dan berbelanja atau sekedar melihat harga barang yang di jual.

Banyak warga yang datang menciptakan terjadinya kerumuman di setiap stand penjualan. Namun ada warga yang tidak menggunakan masker sehingga pihak Disperindag tak henti-hentinya terus mengumumkan agar warga menggunakan masker.

Sumiati, salah satu warga yang tinggal di Hasanudin menyempatkan untuk datang melihat berbelanja kebutuhan jelang lebaran.

Namun sesampainya di lokasi ia dikagetkan karena harga yang dikatakan murah itu tidak jauh berbeda dengan harga di pasar. Kalaupun murah, perbedaanya tipis.

"Banyak harga yang sama dengan harga di pasaran, bahkan ada yang lebih mahal lagi. Seperti minyak goreng Bimoli 2 liter kalau di kios-kios lorong itu hanya Rp32 ribu, nah disini itu Rp32.500,"tutur Sumiati.

Katanya, untuk beras juga harganya sama dengan di pasaran. Beras merek Dua Udang 5 kilogram dijual dengan harga Rp60 ribu sedangkan 10 kilogram Rp115 ribu. Minyak goreng merek Fortune dijual dengan harga Rp15 ribu untuk 1 liter dan Rp29 ribu untuk 2 liter.


Antusiasme warga Timika menyerbu Pasar Murah Disperindag

"Memang ada yang turun juga. Tapi turunnya hanya Rp1000 sampai Rp5000 saja. Jadi sama saja kalau mau ke SP2 ongkos ojek lagi," tuturnya.

Sumiati mengaku ada yang harganya memang murah adalah telur, ayam beku dan ayam hidup.
Telur dijual dengan harga Rp45 ribu untuk 1 rak, ayam beku Rp30 ribu dan ayam hidup Rp45 ribu per ekor.

"Telur ini yang murah, karena kalau harga dari kandang itu biasanya Rp50 ribu. Disini Rp45 ribu," katanya.

Kegiatan Pasar Murah Disperindag ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Michael R Gomar yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Gomar dalam sambutannya mengatakan, pasar murah ini bertujuan membantu dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berbelanja bahan pokok sesuai dengan harga promo yang telah ditentukan pihak distributor.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok di Timika sangat berfariasi, sehingga peran Disperindag sangat penting guna menekan inflasi di Mimika dengan harga yang stabil.

"Tentunya pasar murah ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam rangka menyambut hari raya. Pasar murah juga nanti akan dilaksanakan saat perayaan natal,”ungkapnya.

Plt. Disperindag, Petrus Pali Amba mengatakan, pasar murah ini digelar atas kerjasama dengan pelaku usaha dan distributor di Kabupaten Mimika. Untuk harganya mengikuti harga dari distributor.

"Penjualnya ini dari distributor. Jadi bukan harga di pengecer," katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada para pelaku usaha dan distributor untuk memberikan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat menjelang hari raya ini.

"Jadi soal harga yang dikeluhkan masyarakat seperti Bimoli 2 liter itu mungkin memang sudah harga pengambilannya,"katanya.

Tambahnya, Disperindag hanya memfasilitasi tempat untuk di gelar pasar murah. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Pemda Mimika Datangkan 7,5 Ton Benih Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-21 01:30:29

Buat yang Mau Beriklan di Bilboard Pemda, Ini Biayanya

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-16 04:36:27

Dalam Waktu Dekat, Dilakukan Shadow Operation Bandara Mozes Kilangin

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 20:33:07

Pengajuan SKCK di Polsek Miru Didominasi Pencaker

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:56:50

Delapan Petani SP4 Sudah Nikmati Listrik untuk Kegiatan Produktif

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:39:22

Top