100 Perusahan Sudah Didatangi, Anehnya Ada Perusahan Yang Tidak Mengerti Bahwa Bayar THR Itu Kewajiban

Sekretaris Disnakertrans Santi Sondang

MIMIKA, BM

Selama sepekan kemarin, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika telah mendatangi 100 perusahan yang tersebar di Mimika.

Kedatangan Disnakertrans guna melakukan penelusuran dan sidak ke perusahan untuk memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dilakukan atau tidak.

Hal ini harus dilakukan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

Surat Edaran ini Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan maka tahun ini seluruh pengusaha wajib untuk membayarkan THR para pekerjanya.

Dari hasil kunjungan tersebut, masih didapati temuan perusahaan yang belum membayarkan THR. Padahal H-7 Idul Fitri, THR harus sudah dibayarkan.

Hari Kamis (6/5) kemarin merupakan hari terakhir pembayaran THR. Jika mulai hari ini, Jumat (7/5) masih kedapatan ada perusahan yang belum membayar THR maka akan dikenakan sanksi yakni membayar denda lima persen dari gaji karyawan. Denda ini akan diperhitungkan setiap hari sampai THR dibayarkan.

Kepada awak media Sekretaris Disnakertrans Mimika Santi Sondang S.iP,.M.Si di Hotel Horizon Ultima mengatakan hasil sidak tersebut akan dilaporkan kepada bupati dan wakil bupati sebagai pimpinan daerah.

“Kalau masih ada yang belum membayar sampai hari ini kami akan menyoroti ke bupati untuk mengambil tindakan, sesuai surat edaran kementerian ada sanksi. Kami sudah turun lapangan selama seminggu untuk pengaduan sampai hari ini belum ada, tujuh hari kedepan akan bisa dilihat karena karyawan belum tahu sudah dibayar atau belum. Kami tidak hanya menunggu tetapi juga ke perusahaan sambil membawa himbauan,” jelasnya.

Hal yang menurutnya menggelikan adalah masih ada perusahan di Mimika yang tidak mengetahui bahwa THR itu wajib dibayarkan beserta perhitungan teknisnya.

“Kita sudah bikin surat pernyataan bahwa mereka akan membayar THR dan akan ditindaklanjuti sampai tanggal 12. Kita akan tanyakan lagi kalau sampai belum dibayar akan kami tindaklanjuti ke bupati,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Hubungan Industrial Syane Mandessy mengatakan sudah tercatat 100 perusahaan yang dikunjungi dan Kamis kemarin merupakan hari terakhir untuk sidak dan pembayaran THR.

“Pengusaha wajib memberikan THR walaupun pekerjanya berstatus keluara. Kami akan sisir lagi terutama arah bandara karena di sana ada banyak cargo. Kami sudah mengingatkan semua pengusaha baik klinik, toko dan hotel jika tidak bayar THR akan dikenakan denda lima persen,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa pekerja yang sudah bekerja satu tahun atau lebih maka pihak perusahan wajib membayarkan THR sebesar satu bulan gaji.

Namun sayangnya juga, ada temuan THR yang dibayarkan  lebih kecil dari gaji satu bulan bahkan ada yang sama sekali tidak membayar THR.

“Perusahaan besar sudah bayar hanya perusahaan kecil belum. Memang tahun lalu tidak wajib karena Covid-19 tetapi tahun ini wajib,” tandasnya.

Dalam sidak ini, wartawan BeritaMimika mengikuti tim Disnaker mengunjungi salah satu toko yang ada di jalan Yos Sudarso dan didapati pengusaha tersebut mengaku sudah membayarkan THR hanya saja jumlahnya tidak sesuai UMK Mimika yakni Rp3.950.000 (Elfrida)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Pemda Mimika Datangkan 7,5 Ton Benih Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-21 01:30:29

Buat yang Mau Beriklan di Bilboard Pemda, Ini Biayanya

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-16 04:36:27

Dalam Waktu Dekat, Dilakukan Shadow Operation Bandara Mozes Kilangin

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 20:33:07

Pengajuan SKCK di Polsek Miru Didominasi Pencaker

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:56:50

Delapan Petani SP4 Sudah Nikmati Listrik untuk Kegiatan Produktif

Ekonomi dan Pembangunan 2021-06-14 00:39:22

Top