Bank Indonesia Berikan Bantuan Kepada KSU Kamora Abadi

Foto bersama usai penyerahan bantuan secara simbolis

MIMIKA, BM

Koperasi Serba Usaha (KSU) Kamora Abadi yang didirikan oleh Nurman Karupukaro untuk masyarakat kecil menengah di wilayah pesisir pantai mendapatkan bantuan program sosial dari Bank Indonesia.

Penyerahan bantuan dilakukan tadi malam, Senin (29/3) oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga kepada Nurman Karupukaro di Mozza.

Penyerahan ini juga didampingi langsung Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal bersama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Koperasi Serba Usaha (KSU) Kamora Abadi didirkan sejak 2013 dan telah memiliki 100-an anggota yang terdiri atas nelayan, petani dan pengusaha.

KSU ini bergerak di usaha Simpan Pinjam, Koperasi Nelayan dan Koperasi Pengumpul. Selain masyarakat Atuka dan Miyoko, Kekwa dan Timika Pantai, koperasi ini juga melayani masyarakat di seputaran Pomako.

Untuk Koperasi Nelayan, saat ini telah memiliki 30 kelompok nelayan dimana satu kelompok terdiri atas 5-7 orang.

Pendiri KSU Kamora Abadi, kepada BM mengakui bahwa banyak tantangan dan halangan yang dihadapi dalam mengembangkan KSU ini.

"Kendala banyak, salah satu paling utama adalah modal. Covid kemarin buat kami sangat merasakan dampaknya karena kita habis-habisan. Awal tahun ini kita sudah mulai star lagi selama 3 bulan ini," ungkap Nurman.

Walau masih di tengah badai pandemi, Nurman mengakui bahwa saat ini telah ada penampung ekspor udang dan pihaknya telah bekerjasama langsung dengan seorang pengusaha untuk menampungnya.

"Sementara untuk ikan kita sudah punya pasar sendiri sehingga sudah sangat membantu dan memudahkan para nelayan," ujarnya.

Ia bersyukur atas penghargaan dan dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada KSU Kamora Abadi. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan dan pengembangan KSU ini juga diperhatikan.

Menurutnya, dukungan tersebut semakin menguatkan mereka untuk terus melakukan pelayanan kepada masyarakat lewat KSU ini.

"Perhatian dari pemerintah daerah memang sudah jalan, mereka ada bantu jonson, fiber dan lainnya namun yang paling kita butuhkan adalah modal usaha karena dengan modal usaha koperasi bisa membeli ikan dan udang dari nelayan. Modal beli kita kurang, apalagi ada pengusaha yang kadang tidak bisa cash and carry," ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Kepedulian Mimika untuk NTT Belum Selesai, Tiga Hari ATM Mimika Turun

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-18 07:30:48

80 Petugas PLN UP3 Timika Siagakan Listrik Selama Ramadhan dan Idul

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-15 08:17:08

Warga Kembali Berharap YPMAK Siapkan Lapangan Pekerjaan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 17:30:17

Harga Cabai dan Daging Sapi Mahal di Awal Puasa

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 11:50:18

Toko Ini Terima Belanja Online, Baik Grosir Maupun Eceran

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-12 00:21:19

Top