Pulihkan Ekonomi, Wagub Klemen Launching Pengiriman 750 Kilogram Karaka ke Malaysia

Proses launching ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal

MIMIKA, BM

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal secara resmi melakukan launching pengiriman 750 kilogram karaka ke Malaysia. 

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk Peningkatan Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Papua di Kabupaten Mimika dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN) Tahun 2021.

Wagub Papua Klemen Tinal dalam sambutannya mengatakan, pandemi ini sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi secara nasional namun puji Tuhan Papua tidak begitu defisit atau mengalami inflasi yang tinggi karena perekonomian di Papua berada pada angka 5 sekian persen.

"Dulu karaka kita konsumsi sendiri di sini tapi sekarang sudah bisa di nikmati oleh orang Malaysia, Singapura dan lainnya.  Artinya, produk yang sama dari daerah yang sama sekarang naik kelasnya bukan lagi milik Mimika tetapi milik dunia, itulah yang dinamakan kapitalisasi"tutur Klemen. 

Dengan demikian maka jika komoditi yang ada di negeri ini dikembangkan maka masyarakat Papua akan mengalami peningkatan ekonomi karena ada income yang mereka terima dari apa yang selama ini mereka miliki.

Menurutnya Papua memiliki banyak potensi alam yang dapat memacu peningkatan ekonomi masyarakat. Ia berharap dengan ditandainya pengiriman ini, masyarakat Papua dapat dibentuk menjadi pengusaha yang handal dan sukses.

"Jadi apa yang masyarakat miliki, pemerintah akan ada untuk bersama-sama membimbing supaya mendapat income dan nanti lama-lama masyarakat bisa menjadi pengusaha. Kenapa Mimika itu begitu penting, karena Mimika ini pintu perputaran ekonominya,"kata Klemen. 

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan, pemerintah punya komitmen yang besar untuk bagaimana bisa memulihkan perekonomian sesudah jatuh akibat Covid-19. 

Wabup John menjelaskan, Mimika sebenarnya telah melakukan ekspor pada 2016 namun karena terkendala aturan yang sulit dan belum ditetapkan oleh karantina maka diberhentikan.

"Namun pada November 2019 kami mulai melalukan ekspor lagi ke Siangapura dan Malaysia dengan pernerbangan Garuda Indonesia. Inilah yang sudah dilakukan saat ini dan ekspor terbesar pada masa ini pernah sekali menyentuh angka 2,1 ton," ungkapnya.

Wabup John juga secara khusus meminta Wagub Klemen Tinal agar mendukung dan memberikan peningkatan secara continue serta semangat kepada masyarakat agar mereka mampu mengembangkan potensi alam yang dimiliki demi menunjang kebutuhan ekonomi.

Sementara itu, ekspor yang dilakukan Pemda Mimika saat ini, menurut Wabup John Mimika sangat terbantukan oleh pihak balai karantina, bea cukai dan Garuda Indonesia terutama dalam memberikan kemudahan dan keringanan biaya pengiriman.

"Kalau kirim kargo biasa ke Jakarta biasa mahal, namun kalau kirim kargo ke Malaysia malah lebih murah. Ini merupakan dorongan dan motivasi karena kehadiran Wagub Klemen agar pengusaha ekspor semakin percaya diri dan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas agar terus bersama-sama BI bisa menekan dan memulihkan ekonomi di Mimika secara khusus," ungkapnya.

Wabup juga menyampaikan bahwa ada 1 perusahan ekspor di Mimika yang telah memiliki pangsa pasar di 5 negara dan saat ini mengelola cold storage di Timika yang bekerjasama dengan Dinas Perikanan Mimika.

"Perusahaan ini yang nanti akan terus berusaha bagaimana terus memberikan eksport lebih besar dari kita. Kita juga akan lebih berusaha meningkatkan UKM nelayan tradisional supaya semua prodak kita ini bisa terjual dengan baik. Nelayan kita yang tadinya nelayan tradisional akan ditargetkan besok jadi nelayan modern, besok lagi jadi pengusaha ikan inilah yang kita harapkan," terangnya. 

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga dalam sambutannya mengatakan Papua memiliki peluang yang lebih besar untuk dikembangkan karena memiliki potensi yang menjanjikan.

Potensi yang perlu dikembangkan adalah potensi laut yang mana Papua memiliki hampir 1,5 juta ton sementara potensi perikanan darat mencapai 260 ribu ton yang bisa digali untuk didorong ke depan dengan salah satu motor penggeraknya adalah Kabupaten Mimika.

"Berdasarkan data yang sudah kami kumpulkan, terjadi peningkatan produksi perikanan di sentra kelautan dan perikanan terpadu di Kabupaten Mimika. Di 2017 jumlahnya mencapai 17.000 dan di 2020 melonjak menjadi 60.000," ungkapnya. 

Ia juga mengatakan bahwa pengembangan potensi yang dimiliki harus dibantu dan mendapat dorongan dari bea cukai, balai karantina dan semua pihak yang terlibat.

Dikatakan, pada 2018 lalu, ekspor yang berasal dari Papua bisa menunjukan angka US$ 368.000. Namun dengan adanya pandemi dan pembatasan maka yang tercatat hanya sebesar US$ 89.000.

"Tentunya ini perlu kita dorong. Kami bersama perbankan dan OJK siap membantu pengusaha-pengusaha seiring dengan pemulihan ekonomi. Tahun 2020 perekonomian kita anjlok, 2021 seiring dengan adanya vaksinasi Covid-19 kita harap perekonomian kita bisa lebih baik lagi," harapnya.

Naek Togor Sinaga juga menyebutkan bahwa dalam melakukan peningkatan ekspor, ada tiga hal yang menjadi tantangan.

Pertama, adalah bagaimana cara mempermudah proses administrasi ekspor, kedua meningkatkan kualitas ekspor dan ketiga adalah bagaimana menjamin keberlangsungan ekspor.

"Penguatan ekspor 750 kg kepiting ke Malaysia dari UD Harapan Diana Jaya ini harus terus kita dukung. Semoga langkah baik ini mendapat dorongan dari kita semua untuk menumbuhkan dan membangun perekonomian masyarakat agar Papua khususnya Mimika ke depan semakin lebih baik," harapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Kepedulian Mimika untuk NTT Belum Selesai, Tiga Hari ATM Mimika Turun

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-18 07:30:48

80 Petugas PLN UP3 Timika Siagakan Listrik Selama Ramadhan dan Idul

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-15 08:17:08

Warga Kembali Berharap YPMAK Siapkan Lapangan Pekerjaan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 17:30:17

Harga Cabai dan Daging Sapi Mahal di Awal Puasa

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 11:50:18

Toko Ini Terima Belanja Online, Baik Grosir Maupun Eceran

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-12 00:21:19

Top