Ketersediaan Telur dan Daging Ayam Aman Jelang Paskah dan Ramadhan



Yosefine Sampelino, Kepala Disnak dan Keswan Mimika

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika menjamin ketersediaan telur dan daging ayam aman jelang Paskah dan Ramadhan 1442 H.

OPD ini bersama para peternak ayam petelur terus menjaga ketersediaan pasokan produk pangan asal hewan dalam menghadapi hari besar keagamaan. 

"Ini merupakan kegiatan rutin kami, baik paskah, natal, idul fitri, idul adha itu memang kita sudah programkan semua kebutuhan pangan asal hewan sehingga pada saat itu pasti terpenuhi,"tutur Kepala Disnak & Keswan, Yosefine Sampelino saat diwawancarai di Hotel Cenderawasih 66.

Yosefine mengatakan, kebutuhan telur amam karena produksi telur di Mimika sudah surplus bahkan tambah meningkat rata-rata 11 ton perhari, sebagian harus di jual ke luar daerah.

"Di jual di luar karena sudah berlebih. Jadi kalau ada natal, paskah, lebaran kita sudah antisipasi supaya produksi telur kita itu utamakan di dalam dulu, kalau sudah terpenuhi baru dikirim keluar lagi. Kalau misalnya nanti PON kita sudah tegaskan tidak boleh lalukan pengiriman ke luar darerah,"jelas Yosefine. 

Telur dari Mimika kini dijual ke Kabupaten Agats dan Wamena. Pengiriman ke dua daerah ini tidak mengalami kendala karena didukung transportasi yang memadai.

Katanya, Timika memiliki potensi menjadi sentra peternakan karena telah didukung pengiriman cargo yang kini berlaku 1-2 kali dalam seminggu, tergantung permintaan.

"Setiap kali pengiriman ke luar capai 5 sampai 10 ton. Paling banyak pengirimannya ke Wamena dan Agats termasuk Tolikara dan Nduga. Untuk Tolikara dan Nduga disesuaikan dengan layanan transportasi,"ujarnya.  

Sementara itu terkait ayam pedaging, Yosefine mengakui untuk produksi di Mimika masih rendah sehingga berpengaruh terhadap biaya produksi yang tinggi.

Akibatnya, peternak daging ayam kadang menjual lebih mahal dari pada daging ayam yang masuk dari luar Timika, ini kemudian yang menjadi masalah hingga saat ini.

"Kami perlu membangun sarana pengolahan pasca panen, contohnya kalau sudah harus panen maka harus masuk ke proses pengolahan. Kalau tidak mereka akan kasih makan terus dan itu akan mengalami kerugian,"jelasnya. 

Dijelaskan, produksi masih terbatas karena sarana pasca panen berupa rumah potong unggas belum tersedia sehingga diharapkan tahun depan bisa tersedia.

Yoesefine menjelaskan, peternak ayam pedaging merupakan salah satu usaha peternakan potensial di Mimika karena setiap bulan pemasukkan daging beku sampai 300 ton perbulan. 

"Jadi bisa terjadi peningkatan ekonomi. Untuk melaksanakan itu maka perlu rumah potong unggas. Karena setelah 1 bulan harus dipotong dan masuk ke freezer. Kita sudah punya yang kecil tapi hanya kapasitas 500 ekor per hari. Jumlah peternak ayam petelur kita ada 60 orang," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Kepedulian Mimika untuk NTT Belum Selesai, Tiga Hari ATM Mimika Turun

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-18 07:30:48

80 Petugas PLN UP3 Timika Siagakan Listrik Selama Ramadhan dan Idul

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-15 08:17:08

Warga Kembali Berharap YPMAK Siapkan Lapangan Pekerjaan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 17:30:17

Harga Cabai dan Daging Sapi Mahal di Awal Puasa

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-14 11:50:18

Toko Ini Terima Belanja Online, Baik Grosir Maupun Eceran

Ekonomi dan Pembangunan 2021-04-12 00:21:19

Top