Peringati Hari Kreativitas, BRIDA Mimika Gelar Seminar Inovasi Daerah

Penandatanganan komitmen kinerja riset dan inovasi perangkat daerah di lingkup Pemkab Mimika

MIMIKA, BM

Guna memperingati hari kreativitas dan inovasi sedunia ke 9 tahun 2026, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika menggelar seminar inovasi daerah.

Seminar yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Senin (20/4/2026) dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau.

Adapun tema yang diusung ialah “Membangun Ekosistem Riset Dan Inovasi Daerah Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Sebagai Fondasi Pembangunan Daerah Di Kabupaten Mimika".

Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau dalam sambutannya mengatakan, bahwa tema yang diangkat merupakan tema yang sangat strategis dan relevan dengan arah
pembangunan Kabupaten Mimika kedepan.

"Kita semua menyadari bahwa pembangunan daerah tidak lagi cukup hanya bertumpu pada sumber daya alam. Masa depan Mimika harus dibangun di atas fondasi pengetahuan, riset dan inovasi," kata Abraham.

Sesuai visi pembangunan Kabupaten Mimika yakni “Terwujudnya Mimika Yang Responsif, Enerjik, Transparan, Terampil, Obyektif Dan Berdaya Saing Menuju Gerbang Emas", Abraham menegaskan bahwa, riset adalah fondasi kebijakan yang tepat, inovasi adalah jalan utama menuju daya saing dan kolaborasi adalah kunci percepatan pembangunan.

"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Kita tidak bisa lagi menyelesaikan masalah dengan pola lama. Kalau pelayanan
publik masih lambat, itu bukan sekadar masalah teknis tetapi itu tanda kita belum berinovasi. Kalau ekonomi masyarakat belum kuat, itu tanda kita belum menemukan model inovasi yang tepat,"katanya.

Katanya, kalau potensi lokal belum naik kelas, itu berarti riset kita belum menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Inilah yang ingin dirubah hari ini dari Mimika.

Dikatakan, ada 3 arah kebijakan besar Pemerintah Kabupaten Mimika dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yakni, pertama inovasi harus berpihak kepada masyarakat kecil, berpihak kepada
orang asli Papua, berpihak pada kampung-kampung, nelayan, petani
dan pelaku UMKM. Karena tujuan akhir dari inovasi adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

Kedua, inovasi harus terhubung dengan ekonomi nyata. Tidak boleh lagi
riset berhenti di meja seminar, tidak boleh lagi inovasi berhenti di
laporan. Di Mimika harus menghasilkan produk unggulan daerah, model bisnis lokal, dan akses pasar bahkan sampai ke pasar internasional.

Ketiga, inovasi harus menjadi budaya kerja pemerintah. OPD di Mimika berubah dari rutinitas menjadi kreativitas, dari
prosedur menjadi solusi, dari sekadar menjalankan program menjadi menciptakan dampak.

"Kalau tidak ada inovasi maka kita
bukanlah disebut sebagai birokrasi yang melayani," ucapnya.

Abraham berharap, agar Brida harus mampu memainkan peran sebagai “Mesin Penggerak Perubahan Daerah.” Brida harus menjadi orkestrator ekosistem riset dan inovasi daerah dan memastikan semua stakeholder bekerja dalam satu harmoni. (Shanty Sang)

Top