Evaluasi MBG, Besok Satgas MBG Mimika Turun Cek SPPG
Suasana berjalannya rapat
MIMIKA, BM
Guna menjamin kualitas nutrisi dan keamanan konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di wilayah Kabupaten Mimika, maka besok (Rabu-Red) Satuan Tugas (Satgas) MBG Mimika akan melakukan pengecekan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal tersebut disepakati dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong ini berlangsung di ruang rapat Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (14/4/2026).
Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong mengatakan, bahwa evaluasi lapangan yang akan dilakukan nanti ini bertujuan untuk melihat secara langsung penyaluran MBG yang telah terdaftar maupun yang sedang berjalan.
Langkah ini diambil karena adanya informasi terkait standar operasional di beberapa titik penerima manfaat yang tidak sesuai persyaratan.
“Kita hadir untuk memastikan fakta di lapangan. Evaluasi ini penting karena menyangkut dampak langsung pada anak-anak. Jika hasilnya bagus, kita apresiasi. Namun, jika ditemukan kekurangan, tentu akan ada konsekuensi,” kata Wabup Kemong.
Wabup menjelaskan, pada peninjauan nanti di SPPG pihaknya akan berfokus pada beberapa poin, di antaranya memastikan lokasi dapur strategis untuk menjangkau sekolah sasaran, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Selain, kesiapan dapur, alat distribusi, keterlibatan tenaga kerja lokal, juga memastikan kepemilikan dokumen resmi, terutama Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) demi menjamin kesehatan siswa dan kebersihan lingkungan kerja.
Pengawasan ini diharapkan dapat meminimalisir keluhan masyarakat serta mencegah masalah kesehatan akibat penyedia jasa yang tidak memenuhi kualifikasi.
“Sejauh ini laporan yang kami terima program berjalan baik, namun kami harus memastikannya sendiri di lapangan. Setelah monitoring, kami akan duduk bersama untuk mengevaluasi dan menyusun perencanaan tahap selanjutnya,” tambahnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci keberhasilan program ini. Intinya, semua harus berjalan sesuai arahan dan standar BGN.
"Jadi, jika dijalankan sesuai prosedur, tidak akan ada masalah. Masalah muncul jika ada standar yang terlewatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Regional BGN Papua Tengah Nalen Sitomorang mengatakan, bahwa selain meninjau SPPG, Satgas juga akan melakukan peninjauan kepada sekolah-sekolah yang menjadi penerima untuk mengetahui manfaatnya dan juga melihat secara riil.
"Untuk SPPG yang beroperasional di Timika itu jumlahnya 18 SPPG dengan sasaran 44 ribu yang terdiri dari peserta didik dan non peserta didik. Non peserta didik itu kategori ibu hamil, ibu menyusui dan balita, kita sebut dengan 3B," ujarnya.
Nalen mengatakan, 18 SPPG ini baru melayani 4 distrik dari 18 Distrik yakni Distrik Mimika Baru, Wania, Mimika Timur dan Distrik kuala kencana.
"Untuk 14 Distrik lainnya belum terealisasi karena belum ada SPPG. Untuk itu, kita butuh dukungan dan support dari Satgas untuk kita lakukan percepatan, akselerasi supaya pelayanan MBG itu secara merata di semua Distrik yang ada di Kabupaten Mimika," pungkasnya. (Shanty Sang)





























