Bupati Mimika Apresiasi Langkah PTFI Sigap Lakukan Penyelamatan 7 Pekerja Tambang

Bupati Mmika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johanes Rettob mengapresiasi langkah PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sigap lakukan penyelamatan terhadap 7 pekerja kontraktor PTFI yang terjebak banjir lumpur di Area tambang bawah tanah.

"Saya pribadi dan juga Pemda Mimika memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PTFI yang lebih mengutamakan keselamatan karyawan, keselamatan para pekerja sehingga sampai menutup semua kegiatan operasional PTFI," kata Bupati Mimika Johanes Rettob.

Apresiasi juga diberikan kepada karyawan atau tim penyelamat tambang karena mereka tanpa lelah, siang malam bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan semua persoalan ini swhingga ke 7 orang pekerja ini dapat terselamatkan.

"Saya bersama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Mimika merasa prihatin terkait situasi yang sebenarnya tidak kita inginkan ini. Hal ini dapat terjadi juga karena faktor cuaca dan curah hujan tinggi sehingga situasi ini terjadi,"ujarnya.

Bupati juga mengucapkan terimakasih yang kepada semua tim dan semua pihak yang telah memberikan dukungan moril untuk kegiatan yang sementara dilakukan oleh tim PTFI.

Diharapkan, proses penyelamatan yang dilakukan dapat segera selesai dan ke 7 pekerja ini dapat selamat.

"Sebagai pemerintah saya meminta kepada semua keluarga agar tetap tenang, memberikan dukungan penuh kepada tim dan memberikan kepercayaan kepada tim, agar tim dapat bekerja dengan maksimal," tuturnya.

Kata Bupati Rettob, PTFI pun terus berkomunikasi dan memberikan report setiap saat terkait dengan kondisi dan progresnya dari jam ke jam. Ini sesuatu yang luar biasa menurutnya 

"Kita semua berharap tim tetap semangat untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ini. Kita yakin dan percaya mereka mampu melakukannya,” ujarnya. 

Aagar diketahui, kejadian longsor di tambang bawah tanah PTFI iini terjadi pada Senin 8 September 2025 Menurut PTFI ini merupakan kejadian luar biasa yang terjadi paling besar sepanjang perusahaan Freeport berdiri.

Pada saat itu secara khusus mekanisme dari Triger Action Respons Plan dari Geo Engineering integrated monitoring center tidak teraktivitasi sehingga sumber tumpukan lumpur basah diduga berasal dari akumulasi lumpur basah yang terkumpul selama periode waktu.

Beberapa titik tumpahan berasal dari panel 23 di drop point 20 base dan terpecah setelah mencapai akses tengah ke panel 28 wes dengan jarak luncur diperkirakan sejauh kurang lebih 400 meter.

Hal ini kemudian berdampak pada terhentinya semua infrastruktur di extasion level kecuali di panel 13 wes dan panel 28 sampai 34 is dan wes.

Adapuan eberapa area lain yang terdampak adalah howledge level, syut galery 33, 32 dan 21 terhenti serta 1 unit lokomotif terkubur di howledge level.

Para pekerja tambang di area-area tersebut, kata Bupati Rettob telah dievakuasi ke fiks fasility namun ada 7 orang pekerja tambang yang saat ini terhalang oleh lumpur basah yaitu 5 karyawan dari Redpath dan karyawan kru elektrik PT Cita Kontrak di bawah devisi operation maintenance.

"Pada waktu itu setelah berkomunikasi semuanya dalam kondisi aman. Hanya saja masih dalam keadaan terperangkap. PTFI telah berusaha melakukan evakuasi dan pihak tim penyelamat tambang bawah telah dikerahkan sepenuhnya untuk dapat selamatkan ke 7 pekerja tambang tersebut," jelas Bupati John..

Namun sampai hari ini laporannya bahwa mereka masih terperangkap. Tetapi mereka berada pada situasi atau pada tempat yang aman, dan cukup tersedia makanan minuman dan lainnya

Dikatakan, PTFI melaporkan bahwa untuk kegiatan evakuasi ini membuat semua operasi PTFI sementara dihentikan. Semua dikerahkan untuk menyelamatkan dan membersihkan aliran lumpur basah tersebut.

"Bahkan tim investigasi dari Kementerian ESDM Jakarta dan juga dari Provinsi Papua telah tiba di Timika dan saat ini juga mereka sementara melakukan investigasi dan pemeriksaan yang terkait dengan persoalan ini,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top