Perdana, Bupati dan Wakil Bupati Mimika Pimpin Apel di Sentra Pemerintahan

Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat memimpin apel perdana di Sentra Pemerintahan
MIMIKA, BM
Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong untuk pertamakali melakukan apel bersama civitas ASN dan honorer Pemda Mimika di lapangan Sentra Pemerintahan SP3, Selasa (8/4/2023).
“Hari ini saya dengan Pak wakil bupati hadir dalam apel perdana untuk lima tahun ke depan pemerintahan kami,” ujarnya.
“Saya berharap apa yang sudah kita sepakati bersama sebagai ASN dan Honorer harus dipertahankan, sebagai pelayan masyarakat dan aparatur sipil negara kita harus laksanakan tugas dengan baik,” ungkap Bupati Rettob.
Ia mengatakan saat ini Pemda Mimika telah memasuki masa pemerintahan yang baru sehingga harus ada semangat, pemikiran dan mental yang baru untuk membangun Mimika.
“Pegawai negeri harus punya attitude, mental dan dedikasi serta moral yang baik. Dalam pemerintahan ini kami kami tidak mau lihat pegawai negeri dengan pakaian dinas mabuk di jalan. Kalau ada langsung kami proses,” tegasnya.
Bupati JR mengungkapkan sebagai pelayan masyarakat ASN harus rapi, dan berpenampilan menarik karena akan bertemu dengan banyak orang (masyarakat-red).
“Pakai pakaian dinas atribut harus lengkap. Secara bertahap kita akan perbaiki, supaya lima tahun kedepan ini semua harus baik dan sesuai aturan,” ujarnya
Ia mengingatkan bahwa Visi Misi JOEL lebih banyak menyentuh ASN. ASN Pemda Mimika harus tanggap dan responsif.
“Kalau ada hal yang dikeluhkan masyarakat cepat respon, bukan diam. Setiap senin akan kita lakukan evaluasi dengan pimpinan OPD,” ujarnya.
ASN harus efektif, berpikir sistematis, terampil dan objektif. Seorang ASN harus punya rasa pada diri sendiri untuk maju, berdaya saing dan ikut membangkitkan emosional masyarakat untuk maju dan berkembang.
“Maju mundurnya Pemda dan masyarakat sangat tergantung dari bapak ibu. Buang masa lalu, kita maju ke depan, menatap masa depan yang cerah,” ujarnya.
Di momen ini, Johannes Rettob juga mengingatkan bahwa ia bersama Emanuel Kemong menjadi bupati dan wakil bupati bukan untuk mencari kekayaan.
“Kami dua sama-sama dari SMP di Kokonao dan kami tahu betapa susahnya masyarakat. Kami jadi bupati dan wakil bukan bukan karena hebat tapi kami dipilih masyarakat jadi kami harus kembali lihat masyarakat. APBD kita besar masyarakat tidak boleh susah,” ungkapnya.
“Kami ingin merubah masa depan, perbaiki pemerintahan, lebih banyak pelayanan ke masyarakat, ke kampung, daripada Jakarta. Lorong-lorong di Jakarta kita tahu tapi Jila mungkin belum pernah kesana,” ujarnya.
Di mimbar yang sama, Wakil Bupati Emanuel Kemong kemudian menambahkan bahwa keduanya dipilih masyarakat akar rumput.
“Kami sayang mereka dan selama ini mereka terpinggirkan dalam pembangunan. Mereka tidak diperhatikan dengan baik padahal berada di negeri yang banyak uang. APBD mungkin sampai tapi tidak membawa harapan kepada masyarakat,” ujarnya di ape perdananya sebagai wakil bupati Mimika.
Wabup EK mengatakan bahwa sejak awal ia tidak punya cita-cita atau kerinduan sedikitpun untuk menjadi seorang wakil bupati.
“Saya baru pertama ada di tempat ini. Saya tidak pernah punya mimpi untuk berdiri di mimbar terhormat ini. Tapi saya tidak tahu, saya dengan Bapak John kenapa berpasangan. Dan ada di tempat ini,” ujarnya.
“Namun sebagai orang berkeyakinan mungkin ini rencana Tuhan untuk kita sama-sama perbaiki daerah ini. Bukan berjalan sendirian tapi bersama memperbaiki kabupaten ini supaya sama-sama beri perhatian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Wabup Kemong kemudian sedikit mengisahkan bahwa setelah hampir 30 tahun bekerja di LPMAK (kini YPMK), tahun 2015 ia Memilih untuk pulang kampung dan menetap di Agimuga.
“Saya sudah pulang kampung setelah hampir 30 tahun kerja di yayasan. Kenapa pulang? karena saya melihat pembangunan hanya berjalan di tempat. Masyarakat yang saya lihat 5-10 tahun lalu sama saja tidak ada perubahan,” ujarnya.
Walau awalnya ia menolak pinangan Bupati Johanes Rettob saat itu, pada akhirnya Emanuel Kemong menuturkan ia setuju untuk maju bersama sebagai pasangan JOEL demi membangun Mimika.
“Puji Tuhan kami terpilih dan hari ini bersama kalian kami ada disini. Itu artinya jalan sama dan bergandengan tangan untuk bekerja keras membangun negeri dan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan APBD yang besar, Wabup Kemong mengatakan Mimika dan masyarakatnya harus lebih maju dan berkembang dibandingkan saat ini namun sejumlah perubahan hanya berjalan lambat di tempat.
“Kalau kita dipilih Tuhan sebagai pelayan masyarakat maka lakukan itu dengan sungguh-sungguh. APB besar namun sebagian orang duit naik terus yang miskin terus miskin,” sentilnya.
Dijelaskan juga bahwa Pasangan JOEL ini memiliki visi dan misi pembangunan strategis dimulai dari kampung sehingga kedepan perhatian pemerintah akan diprioritaskan dari kampung. (Ronald Renwarin)






















