Musrenbang Distrik Mimika Baru Hasilkan 285 Usulan ‘Sampah Jadi Masalah Prioritas’
Foto bersama usai kegiatan
MIMIKA, BM
Sebanyak 285 program dan kegiatan yang diterima Distrik Mimika Baru dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik tahun 2025. Musrenbang ini untuk program tahun 2026 mendatang.
Musrenbang yang dilaksanakan di Kantor Distrik Mimika Baru, Jumat (21/2/2025) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Setda Mimika, Septinus Timang.
Ratusan program dan kegiatan yang diusulkan ini mengacu pada setiap usulan yang masuk dari 11 kelurahan dan 3 kampung di wilayah Distrik Mimika Baru.
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay mengatakan, 285 program prioritas ini akan diusulkan pada forum OPD. Kegiatan-kegiatan ini terdiri dari bidang sosbud, ekonomi dan infrastruktur.
"Yang sangat prinsip bagi kami adalah menyangkut persampahan di wilayah Distrik Mimika Baru sebagai distrik kota yang menjadi panutan bagi semua distrik yang ada di Kabupaten Mimika,"kata Joel.
Menurut Joel, sampah menjadi masalah yang tidak akan pernah akan berhenti dan sampai saat ini terus ada. Oleh sebab itu, masalah ini akan didorong pada musrenbang tingkat kabupaten.
Selain sampah, ia juga menyampaikan masalah lingkungan yang mana ada beberapa area yang ketika hujan akan tergenang air.
"Diharapkan itu jadi perhatian agar dilihat oleh Dinas PUPR sehingga bisa diperhatikan atau diakomodir usulannya,"ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Setda Mimika, Septinus Timang dalam sambutan mengatakan, perencanaan ini harus diusulkan sesuai kebutuhan di masyarakat. Jadi, mengusulkan itu berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.
"Jadi nanti diskusi bersama dan lihat kira-kira apa yang jadi prioritas di kampung dan kelurahan untuk didorong,"tutur Septinus.
Ia berpesan terkait pembangunan yang dilakukan dalam Musrenbang ini harus berkelanjutan dan inklusif.
Artinya program yang diusul harus memperhatikan aspek keberlanjutan serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Sementara terkait peningkatan infrastruktur dasar dalam artian pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan akses infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Distrik Mimika Baru.
Sementara itu pemberdayaan ekonomi masyarakat, program pembangunan harus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Selain itu peningkatan fasilitas kesehatan dan mutu pendidikan menjadi prioritas utama guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan sehat.
Dan perlu ada kolaborasi dan sinergi semua pihak karena keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif dari masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. (Shanty Sang)






















