Musrenbang Distrik Tembaga Tembagapura Hasilkan 11 Program Usulan
Foto bersama usai kegiatan
MIMIKA, BM
Distrik Tembagapura menerima 11 usulan program dari 13 kampung dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kamis (20/2/2025).
Adapun tema Musrenbang Distrik Tembagapura tersebut yakni "Mewujudkan Pemerataan Pembangunan, Pelayanan Dasar, Ekonomi dan Infrastruktur Di Wilayah Pedalaman dan Pesisir".
Ketua Panitia kegiatan, Batseba S, Dimara dalam laporannya mengatakan, tujuan dari pelaksanaan Musrenbang ini adalah untuk mewujudkan Pemerataan Pembangunan, Pelayanan Dasar, Ekonomi, dan Infrastruktur di Wilayah 13 Kampung Distrik Tembagapura.
Selain itu juga untuk menggali dan mendapatkan berbagai aspirasi masyarakat dari masing-masing kampung tentang berbagai aspek pembangunan terutama Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan sosial
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Yakobus Kareth.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika Yakobus Kareth dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyusun prioritas program yang akan dilaksanakan.
Proses ini sangat penting dalam memastikan bahwa pembangunan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat di Distrik Tembagapura secara keseluruhan.
"Sebagaimana tertuang dalam radiogram Bupati Mimika nomor: 000.7.1.4/035/2025, pelaksanaan Musrenbang ini menjadi momentum bagi kita semua untuk berdiskusi secara terbuka, menyampaikan ide, serta merumuskan solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Yakobus.
Ia menekankan beberapa hal penting dalam Musrenbang ini diantaranya, terkait pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif yang mana program yang diusulkan harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
"Terkait peningkatan infrastruktur dasar, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan akses infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Distrik Tembagapura,” imbuhnya.
Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pada program pembangunan harus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Terkait kesehatan dan pendidikan yang lebih baik itu peningkatan fasilitas kesehatan dan mutu pendidikan menjadi prioritas utama guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan sehat,” ujarnya.
Kolaborasi dan sinergi semua pihak itu keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif dari masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Saya berharap hasil Musrenbang ini dapat menghasilkan perencanaan yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mari kita bekerja sama," barapnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame mengatakan hasil Musrenbang ini sebanyak 9 usulan. Usulan ini benar murni dari masyarakat yang mana mereka berharap program yang diusulkan ini benar-benar berhasil.
"Diharapkan usulan yang disampaikan masyarakat bisa direalisasikan di tahun 2026," kata Thobias.
Ia menuturkan yang menjadi prioritas di Distrik Tembagapura adalah untuk antar kampung seperti jembatan gantung, transportasi udara, pendidikan dan kesehatan. (Shanty Sang)






















