Olah Raga

Pengurus KORMI Intan Jaya Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik

Ketua KORMI Papua Tengah Johannes Rettob saat membacakan naskah pelantikan

MIMIKA, BM

Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Papua Tengah, Johannes Rettob, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus KORMI Kabupaten Intan Jaya masa bakti 2026-2031.

Acara pelantikan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Sabtu (2/5/2026) ditandai dengan penyerahan pataka KORMI Intan Jaya.

Dalam sambutannya, Johannes Rettob menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Ia berharap pelantikan ini menjadi awal baru dalam memajukan olahraga masyarakat di wilayah Intan Jaya.

"Perjalanan KORMI Provinsi Papua Tengah baru berjalan 3 tahun. Dan di Provinsi sekarang ada 24 Inorga dan kita di Timika jumlah Inorga 20. Dan Intan Jaya sudah terima mandat 5 Inorga jadi kami harap itu bisa dilaksanakan di Intan Jaya," kata Johannes.

Johannes mengatakan, bahwa intinya KORMI ini tujuannya untuk olahraga masyarakat, menyehatkan masyarakat. Kenapa harus olahraga karena, olahraga membuat sehat, bugar, pikiran lancar, dan berfikir sehat.

Katanya, dalam waktu dekat juga KORMI Papua Tengah akan melantik KORMI Deyai dan KORMI Puncak yang direncanakan dilantik di Nabire.

"Jadi yang sudah ada terbentuk itu Nabire, Mimika dan Intan Jaya," ujarnya.

Dikatakan, kalau olahraga prestasi itu PON dan kalau KORMI itu FORNAS dimana tahun lalu dilaksanakan di NTB. KORMI Papua Tengah ini cukup punya prestasi, karena banyak yang sudah juara nasional.

"Nanti kita rencakan laksanakan FORPROS untuk melihat atlet-atlet kita untuk kita kirim ke Palu. Olahraga berprestasi namanya Olimpiade," tuturnya.

Johannes menjelaskan, bahwa dari Papua Tengah ditunjuk oleh Indonesia untuk mewakili olahraga sepak bola jalan.

"Jadi, kita satu-satunya dari Papua Tengah yang ditunjuk oleh Indonesia mewakili Indonesia untuk mengikuti piala dunia yang dilaksanakan di Bali," katanya.

Ia menambahkan, pada bulan ini juga KORMI akan mengikuti olahraga sepeda tua dilaksanakan di Jogja.

Sementara itu, Ketua Umum Kormi Intan Jaya, Asir Mirib yang diwakili oleh Ketua Harian Benami Zaoni dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih atas dukungan Kormi Provinsi Papua Tengah, kabupaten serta semua jajaran yang ada di Mimika.

Organisasi ini adalah organisasi baru yang dibentuk di Kabupaten Intan Jaya. Dengan adanya pelantikan ini pihaknya akan mengundang pengurus Kormi Papua Tengah untuk dapat memberikan sosialisasi tentang olahraga.

"Kalau kami sendiri itu tidak bisa. Karena, banyak yang tahu di sana itu adalah olahraga prestasi,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Jabat Ketua Umum KONI Mimika, Antonius Kemong Berkomitmen Pada Lima Hal Ini


Musrkablub menetapkan Antonius Kemong sebagai Ketua Umum KONI Mimika​

MIMIKA, BM

Antonius Kemong resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jumat (1/5/2026).

​Antonius terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dalam bursa pemilihan tersebut.

Ia memimpin KONI Mimika untuk melanjutkan sisa masa jabatan kepengurusan periode ini hingga tahun 2027 mendatang.

​Musorkablub ini dihadiri oleh perwakilan 29 Cabang Olahraga (Cabor) yang bernaung di bawah KONI Mimika.

Jalannya persidangan dipimpin oleh Yeki Tobay selaku pimpinan sidang, didampingi Hugo Iwangin sebagai sekretaris, dan Syors Deda sebagai anggota.

Dalam sambutannya pasca ia terpilih, Antonius menyampaikan apresiasi mendalam atas mandat yang diberikan oleh insan olahraga di Mimika.

"Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan ini. Amanah ini adalah tanggung jawab besar bagi saya untuk membawa harapan baru bagi dunia olahraga di Kabupaten Mimika," ungkapnya.

Dalam menyampaikan sambutannya, BeritaMimika mengutip ada kurang lebih lima hal utama yang menjadi komitmen kerja Kemong.

Pertama, lebih bersinergi dengan pemerintah daerah. Kedua, melakukan pemerataan pembinaan cabor. Ketiga, menghidupkan kembali KONI di tingkat distrik. Keempat, pencarian bibit olahraga dari kampung dan kelima, melakukan peningkatan fasilitas olahraga.

Anton menegaskan di bawah kepemimpinannya, KONI Mimika akan bersinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Ia berkomitmen menyelaraskan visi misi KONI dengan program Bupati dan Wakil Bupati Mimika, yakni "Membangun dari Kampung ke Kota."

Menurutnya, selama ini prestasi olahraga cenderung tersentralisasi di wilayah perkotaan, sementara potensi besar di wilayah pedalaman seringkali luput dari perhatian.

"KONI tidak bisa berdiri sendiri tanpa pemerintah. Fokus kami ke depan adalah memeratakan pembinaan. Kita tidak hanya fokus di kota, tetapi akan menjangkau kampung," tegas Antonius.

​Anton juga mengatakan ia akan menghidupkan KONI di tingkat distrik sebagai langkah konkret, penguatan internal dan berencana mengaktifkan kembali struktur organisasi hingga tingkat distrik dan kampung.

Tujuannya adalah untuk menjaring bakat-bakat terpendam dari pemuda di wilayah pesisir dan pegunungan.

​"Kita akan hidupkan pengurus KONI di tingkat distrik dan kampung. Fasilitas olahraga di sana akan ditingkatkan agar para atlet lokal kita memiliki sarana yang memadai untuk berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya. (Ronald Renwarin)

Musorkablub KONI Mimika, Bupati Tegaskan Bangun Tata Kelola Olahraga yang Lebih Profesional

Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyampaikan sambutan pada Musorkablub KONI Mimika 2026

MIMIKA, BM

Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika dilakukan di Hotel Grand Tembaga, Jumat (1/5/2026).

Musorkablub ini berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menjadi momen penting dalam upaya membenahi tata kelola organisasi olahraga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong prestasi atlet di Kabupaten Mimika.

Sekertaris KONI Papua Tengah, Yeki Tebai, dalam sambutan mengatakan Musorkablub menjadi momen penting untuk memperkuat fondasi olahraga di Kabupaten Mimika, terutama dalam menghadapi agenda-agenda besar ke depan.

“Olahraga ini bukan hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga menyangkut prestasi serta harkat dan martabat daerah dan bangsa,” ujarnya.

Yeki juga menyampaikan kepada pengurus baru yang akan terpilih dan dilantik agar mampu bekerja maksimal serta menjalin koordinasi yang baik dengan seluruh cabang olahraga (cabor) agar semua dapat terakomodir secara merata.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tugas besar, termasuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik Mimika untuk tampil pada Pekan Olahraga Provinsi yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

Selain itu, pembinaan jangka panjang juga menjadi fokus utama, khususnya dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 di NTT dan NTB.

“Kita ingin memastikan seluruh cabor di Papua Tengah, khususnya Mimika, dapat dibina secara maksimal agar mampu bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan penataan administrasi organisasi sangat penting terutama terkait legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabang olahraga.

Hal ini menyusul perubahan wilayah provinsi yang mengharuskan penyesuaian struktur organisasi agar tetap sah secara administratif.

“Beberapa tahun lalu kami sudah melakukan pembekuan dan kini sedang membenahi. Kabupaten Mimika menjadi yang pertama menerbitkan SK baru. Namun Musorkablub ini menjadi kelanjutan dari kepengurusan lama periode 2023–2027,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat berjalan berkelanjutan hingga masa bakti berakhir pada 2027, sebelum kembali dilaksanakan musyawarah untuk pembentukan pengurus baru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati, atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya Musorkablub tersebut.

Ucapan terima kasih turut diberikan kepada karateker, panitia, serta seluruh cabang olahraga yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

“Kami berharap musyawarah ini berjalan lancar tanpa keributan, karena tujuan kita sama, yakni memajukan olahraga di Kabupaten Mimika,” tutupnya..

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan, saat ini Mimika berada pada titik krusial untuk memperbaiki tata kelola olahraga yang dinilai sempat mengalami dinamika dan ketidakstabilan sejak tahun 2022.

“Proses KONI Mimika pada 2022 dilakukan melalui musyawarah, namun dalam perjalanannya terjadi diskualifikasi terhadap ketua terpilih, kemudian muncul penunjukan tanpa musyawarah. Ini yang membuat perjalanan prestasi olahraga di Mimika menjadi kacau hingga hari ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati mengajak semua pihak untuk tetap bersyukur karena Musorkablub akhirnya dapat dilaksanakan sebagai langkah awal membenahi organisasi.

Ia mengungkapkan bahwa agenda ini akan menghasilkan kepengurusan antar waktu yang bertugas hingga 2027, sebelum dilanjutkan dengan Musorkab secara normal.

Menurutnya, momentum Musorkablub harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan olahraga yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.

“Yang penting kita harus kompak. Ini momen penting untuk memperkuat tata kelola organisasi olahraga di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Johannes juga menyoroti ketimpangan pembinaan olahraga yang selama ini lebih terpusat di wilayah kota Timika, sementara potensi besar di kampung-kampung belum tergali secara maksimal.

“Kita punya wilayah luas dari gunung sampai pantai, tapi olahraga hanya terpusat di kota. Padahal bisa jadi di kampung-kampung ada atlet dengan kemampuan luar biasa yang belum terlihat,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong agar kepengurusan baru nantinya mampu menjangkau seluruh wilayah Mimika, termasuk melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten guna menjaring bibit-bibit unggul dari daerah terpencil.

“Pemerintah siap mendukung. Kita harus cari talenta-talenta terbaik, baik di kota maupun di kampung,” tambahnya. (Red)

Top