Nasional

Seorang Security PTFI Ditangkap Polisi, Karena Rumahnya Dijadikan Tempat Persembunyian KKB

Rumah kebun IS yang digrebek kepolisian

MIMIKA, BM

IS, pemilik rumah yang menjadi tempat penampungan KKB, ditangkap Polres Mimika pada Selasa (7/4). Setelah diinvestigasi, statusnya kini sebagai tersangka.

IS menjadikan rumahnya ditempati KKB yang melakukan penembakan di Kantor OB 1 Kuala Kencana Mimika tanggal 30 Maret 2020 lalu.

Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui rilisnya mengatakan IS ditangkap di Kampung Jayanti, Distrik Iwaka.

Kapolres menjelaskan, IS adalah karyawan security PT.FI dan merupakan anggota militan KNPB Mimika. Hingga malam ini, yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap penembakan yang terjadi di Mimika.

“Setelah dilakukan proses pemeriksaan oleh Polres Mimika dibackup team investigasi satgas Nemangkawi, penyidik melalui gelar perkara menetapkan IS sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” ujarnya kepada media, Jumat (10/4) malam.

Dari hasil pemeriksaan di rumahnya, polisi menemukan barang bukti berupa amunisi , senjata rakitan dan beberapa senjata tajam. Berdasarkan keteranganya, IS mengakui merupakan milik KKB.

“IS ditahan terkait tindak pidana memiliki, menyimpan atau menyembunyikan senjata api atau amunisi dan atau kejahatan terhadap keamanan negara (Makar) dan atau kejahatan terhadap jiwa orang (Pembunuhan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat ( 1 ) Undang - undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan atau Pasal 106 KUHP Jo 55 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP Jo 53 KUHP,” jelasnya.

Sementara itu, terkait 2 orang yang meninggal dunia di TKP, Polres Mimika sudah berhasil melakukan identifikasi yaitu TK dan MK. TK diketahui adalah komandan lapangan dari Lekagak Telenggen yang dari hasil penyelidikan dan penyidikan terlibat langsung dalam penembakan yang terjadi di Kuala Kencana tanggal 30 Maret 2020.

“Terkait saudara TK akan disampaikan perkembangan penyidikannya selanjutnya. Kami berharap masyarakat tidak percaya terhadap media yang menuduh aparat menembak masyarakat tanpa ada dasar. Aparat melakukan upaya paksa sesuai SOP yang ada, seperti contoh IS yang ditangkap dalam keadaan sehat karena tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya. (Ronald

Pesan Kamis Putih : Umat Katolik Mari Doakan Pahlawan Covid-19

Perayaan Kamis Putih di Gereja Sempan dipimpin 3 pastor

MIMIKA, BM

Berbeda dengan tahun lalu, perayaan Ekaristi Kamis Putih bahkan nanti Jumat Agung, Malam Paskah dan Paskah 2020 terasa begitu syahdu karena umat katolik di Timika, Papua maupun Indonesia bahkan dunia merayakannya dari rumah.

Penularan Corona Virus membuat Gereja Katolik mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang menginstruksikan perayaan Tri Hari Suci hanya dilakuan melalui Live Streaming dan umat diharapkan mengikuti ketiga perayaan suci ini dengan berdoa dari rumah.

Sama dengan umat Katolik di daerah lain, Perayaan Ekararisti Kamis Putih hari ini, Kamis (9/4) ribuan umat Katolik di Timika, mengikutinya melalui jaringan video streaming.

Perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, dipimpin langsung tiga pastor walau tanpa kehadiran umat yakni Pastor Darius Kuntara OFM, Pastor Maximilianus Dora OFM dan Pastor Lambertus Nita OFM.

Pastor Darius Kuntara OFM saat memimpin perayaan misa mengatakan, pesan dari perayaan ini adalah umat Katolik diajak untuk mendoakan para pahlawan yang kini tengah berjuang mengobati para pasien tertular Covid-19 di berbagai fasilitas kesehatan seperti dokter, perawat (tenaga kesehatan) dan tenaga pendukung lainnya.

Ia mengatakan, perayaan Kamis Putih menjadi salah satu bagian terpenting dalam lingkaran Pekan Suci dalam tradisi Gereja Katolik sebagai peristiwa mengenang Yesus Kristus atau Isa Almasih melakukan perjamuan terakhir serta membasuh kaki murid-muridnya.

"Mari kita berdoa bagi semua orang yang membantu kita melawan pandemi wabah COVID-19. Ketika banyak orang dirumahkan dan melakukan pekerjaan dari rumah, ada sekian ratus orang bahkan sekian ribu orang yang memberikan hati dan dirinya untuk tetap bekerja, melayani pengobatan para pasien di rumah-rumah sakit," ujar Pastor Darius.

Menurut dia, para tenaga kesehatan itu rela membaktikan diri dan hidupnya untuk menyelamatkan sesama yang terinfeksi Covid-19 sekalipun dengan risiko besar mereka juga bisa tertular virus ganas yang sangat mematikan itu.

Selain itu, Pastor Darius juga mengajak umat Katolik setempat mendoakan para pemimpin negara, pemimpin Indonesia mulai dari pusat sampai di daerah yang memegang kebijakan dalam hal penganggaran.

"Semoga para pemimpin kita mulai dari pusat hingga di daerah tetap memberikan hati dan dirinya untuk membongkar pasang anggaran yang sudah disusun demi penanganan Covid-19. Kita semua memberikan dukungan penuh dan mendoakan mereka," ujarnya.

Tidak lupa, Pastor Darius juga mengajak umat Katolik Timika mendoakan kepala dinas kesehatan, Tim Satgas Penanganan Covid-19 di berbagai daerah di tanah air yang sedang bekerja bersama seluruh elemen dan aparat terkait untuk melakukan pencarian kontak semua orang yang dipantau terjangkit Corona virus.

"Mereka tidak pernah lelah untuk menyeruhkan social distancing dan psichal distancing serta stay at home kepada warga masyarakat. Mari kita mendoakan mereka semua," ajak Pastor Darius.

Karena keadaan, perayaan Kamis Putih tahun ini tidak dilakukan prosesi pembasuhan kaki para tokoh umat Katolik yang biasanya dilakukan oleh pastor atau imam.

Sementara itu hingga Kamis malam, jumlah warga Mimika yang positif tertular COVID-19 sebanyak 13 orang, tiga diantaranya telah meninggal dunia. Sementara 48 orang ststuasnya PDP, 110 OPD dan 192 OTG. (Ronald

13 Pasien di Mimika Dinyatakan Bebas Dari Virus Corona

Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kabar gembira bagi masyarakat Mimika, ketangguhan petugas kesehatan baik dokter maupun perawat yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas untuk memulihkan pasien yang terindikasi Covid-19 membuahkan hasil.

Terhitung hari ini, Rabu (8/4), pasien 01 dan 02 yang sebelumnya positif virus Corona, kini dinyatakan telah sembuh oleh RSUD Mimika.

Selain keduanya, 9 orang yang merupakan hasil kontak tracing dengan pasien 01 (4 OTG) dan pasien 02 (5 ODP) juga dinyatakan sehat dan telah dipulangkan dari shelter. Sementara 2 PDP yang di rawat di Rumah Sakit Tembagapura juga dinyatakan negatif.

“Ini kabar gembira bukan hanya bagi pasien dan keluarga namun masyarakat Mimika dan kami Tim Gugus Tugas. Keduanya (01 dan 02) sudah diizinkan pulang namun dengan catatan tetap isolasi mandiri di rumah dan tetap akan dipantau oleh Tim Gugus maupun tim medis RSUD Mimika,” ujar Jubir Reynold Ubra kepada media di Mimika, Rabu (8/4) malam.

Walau demikian, Reynold meminta warga Mimika untuk terus mengikuti instruksi pemerintah daerah terkait Stay At Home karena bukan hanya kabar gembira, Mimika juga menerima kabar duka.

“Pada hari ini 4 PDP dinyatakan positif corona melalui pemeriksaan RT PCR sehingga kumulatif pasien positif di Mimika berjumlah 13 orang. 3 orang dinyatakan meninggal dunia, 1 kasus kematian di RS Tembagapura dan 2 Kematian di RSUD Mimika,” ujarnya.

“Pasien yang meninggal hari ini adalah pasien PDP 05 yang dinyatakan positif covid-19. Ia meninggal di RSUD Mimika sekitar pukul 13.20 WIT dan tadi sudah dimakamkan sesuai protapnya. Kami sampaikan turut berdukacita untuk keluarga atas kedukaan ini. Semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi keluarga,” doanya.

Ia juga mengatakan, dengan negatifnya 2 PDP di Rumah Sakit Tembagapura maka secara keseluruhan dari 6 PDP yang pernah dirawat di ruang isolasi RS Tembagapura dan mengikuti pemeriksaan laboratorium, 2 orang positif, 1 meninggal dunia dan 4 orang lainnya dinyatakan negatif.

“Hari ini kami juga temukan 4 PDP baru, 13 OPD baru dan 11 OTG. Jadi secara keseluruhan hingga Rabu malam, total PDP 51 orang, OPD 95, OTG 151 orang dan 13 positif Covid-19,” ujarnya. (Ronald)

Top