Efektifitas Pemberlakuan Pra New Normal Di Mimika Dalam Menghadapi Covid-19

Suasana PSDD di Mimika beberapa waktu lalu, jalanan kota sepih
MIMIKA, BM
Perlu diingat kembali, dalam memerangi pandemi Covid-19 di Mimika, pemerintah daerah telah empat kali memberlakukan status pembatasan sosial.
Semuanya diawali dengan pembentukan Tim Gugus Tugas melalui Instruksi Bupati Mimika Eltinus Omaleng Nomor 1 Tahun 2020 pada 25 Maret lalu.
Pemberlakuan pembatasan sosial ini diawali dengan status Siaga Darurat Covid-19 kemudian Tanggap Darurat Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD), Tanggap Darurat Pra New Normal dan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru.
Pemberlakukan Status Tanggap Darurat Pra New Normal akibat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika mulai dilakukan sejak Jumat (4/6) dan telah berakhir pada Kamis (18/6) kemarin.
Terhitung mulai hari ini, Jumat (19/6) hingga Kamis (2/7) nanti Mimika mulai memberlakukan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru Covid-19.
Kegemilangan Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 serta pastisipasi aktif warga Mimika dalam menerapkan protokol kesehatan di keseharian mereka, membuat fase Pra New Normal dikatakan sukses dalam membendung lajunya virus Corona di negeri ini.
Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka reproduksi efektif Covid-19 hingga mencapai 0,7 persen. Prestasi inipun mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dan pimpinan daerah kabupaten kota di Papua.
BeritaMimika mencatat, selama 14 hari fase Pra New Normal, Mimika mampu menyembuhkan 115 pasien yang terkena Covid-19.
Jumlah ini membuang jauh penambahan kasus positif baru yakni 65 pasien. Dalam kurun waktu ini, tercatat juga hanya 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia, terhitung hingga Kamis (18/6) tadi malam.
Jumlah kasus Covid-19 di Mimika secara keseluruhan terhitung mulai 25 Maret lalu hingga Kamis malam berjumlah 353 kasus. Pasien sembuh telah mencapai 230 kasus.
Dari 353 kasus ini, kasus aktif atau jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat adalah 117 pasien. Sementara pasien meninggal sejauh ini baru 6 orang.
Selama fase Pra New Normal, penambahan kasus baru positif Covid-19 terbanyak terjadi pada Rabu (17/6) yakni 11 kasus, sementara pasien sembuh terbanyak dan menjadi rekor kasus sembuh di Mimika terjadi pada Minggu (14/6) dengan 24 kesembuhan.
Bukan hanya di kasus kesembuhan, di fase Pra New Normal, banyak warga Mimika juga telah dinyatakan sehat dan bebas masa pemantauan sebagai Pasien Dalam Perawatan, Orang Dalam Pengawasan (ODP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG).
Sejak 25 Maret Hingga tadi malam tersisa 15 PDP, 500 ODP dan 996 OTG yang sedang dirawat dan dipantau. Secara keseluruhan, jumlah PDP yang selesai masa pemantauan dan dinyatakan sehat adalah 238 orang, ODP 884 dan 937 OTG. Sementara spesimen yang telah diperiksa hingga tadi malam kurang lebih mencapai 12 ribu spesimen.
Selama Pra New Normal beberapa distrik, kelurahan dan kampung juga mengalami perubahan status. Beberapa wilayah awalnya zona merah kini menjadi kuning. Begitupun dari zona kuning berubah menjadi hijau.
Perubahan terjadi karena penyebaran kasus semakin berkurang dan yang paling menentukan adalah banyaknya pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.
Dua distrik yakni Iwaka dan Distrik Mimika Timur dari zona kuning kini berubah menjadi zona hijau. Sementara Distrik Tembagapura, Mimika Baru dan Kuala Kencana masih zona merah.
Distrik Tembagapura termasuk Mimika Baru, walau banyak pasien telah sembuh namun penyebaran kasus di wilayah ini masih tergolong tinggi sehingga statusnya belum ada perubahan. Begitupun Kuala Kencana yang awalnya kuning, kini kembali merah.
Sementara dari 3 kelurahan, Kelurahan Harapan telah berubah statusnya menjadi Zona hijau. 2 lainnya yakni Kwamki dan Kelurahan Tembagapura masih dinyatakan sebagai zona merah. Kampung Pomako yang awalnya zona kuning juga telah berubah menjadi zona hijau.
Selama masa Pra New Normal, Tim Gugus Tugas juga melakukan rapid tes kepada pelaku perjalanan ke luar daerah dan mereka yang terkena rapid tes massal secara random.
Jumlahnya melebihi angka 2000-an orang. Dari jumlah ini hampir 100 warga Mimika ditemukan positif rapid tes, akibatnya ada yang menunda perjalanan mereka dan harus melakukan isolasi mandiri.
Jumlah ini dipastikan lebih banyak lagi karena data terakhir yang tercover di BeritaMimika hingga Jumat (12/6) pekan lalu. Sementara jumlah keseluruhan rencananya baru akan direkap malam ini oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika.
Beberapa waktu lalu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika melalui Juru Bicara Reynold Ubra juga merilis keseluruhan jumlah pasien berdasarkan jenis kelamin, jenis pekerjaan dan usia serta jumlah pasien dengan kasus komorbit, dimulai sejak 25 Maret lalu.
Perlu diketahui, dari total 353 pasien Covid-19 di Mimika, 77 persen didominasi oleh pria sementara wanita hanya sebesar 23 persen.
Distribusi kumulatif menurut jenis pekerjaan menempatkan karyawan swasta baik di Tembagapura maupun di seputaran Kota Timika berada pada posisi teratas sebagai pasien Covid-19 dengan jumlah 186 pasien atau 55,52 persen dari 353 kasus.
Urutan berikutnya adalah ASN dan honorer Pemda Mimika yakni 41 orang, TNI Polri 21, ibu rumah tangga 16, wirausaha 9, tokoh agama 6 dan kelompok non pekerja yang adalah bayi, remaja dan belum bekerja yang terkena Covid-19 adalah 29 orang.
Dari pengelompokan umur, usia 65 tahun ke atas 7 kasus, usia 55-64 sebanyak 19 kasus, usia 45-54 jumlahnya 105 kasus, 25-34 ada 75 kasus, 15-24 tahun 44 kasus dan usia dibawah 15 tahun berjumlah 12 kasus.
Reynold Ubra juga mengatakan bahwa dari keseluruhan pasien positif yang dirawat di RSUD, RSMM dan Rumah Sakit Tembagapura, 95 persen positif tanpa gejala atau OTG dengan gejala ringan.
Dari jumlah pasien Covid-19, beberapa pasien diantaranya dirawat dengan komorbit atau memiliki penyakit bawaan seperti jantung, dibataes, asma (Ispa) termasuk komplikasi lainnya.
Selama musim pandemi ini, Jubir Reynold Ubra sering mengingatkan warga Mimika agar selalu mematuhi protokol kesehatan.
Tiga hal sederhana yang wajib dilakukan adalah menggunakan masker, menjaga jarak atau social distancing dan rutin membersihkan tangan diair mengalir minimal 20 detik sebelum menyentuh mata, hidung dan mulut.
Selain itu ia juga sering mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga imunitas tubuh dengan kualitas tidur 8-10 jam sehari, makan tepat waktu, menjaga perimbangan asupan gizi dan berjemur pada pukul 08.00 Wit - 09.00 Wit serta berolahraga minimal 15 menit sehari.
Jika mengalami sesak nafas, demam, batuk maupun pilek, maka warga diminta segera memeriksakan diri atau menghubungi Call Centre 119.
"Kita harus mulai bersahabat dengan Covid-19 karena hingga saat ini belum ada vaksinnya. Menerapkan protokol kesehatan secara disiplin adalah cara ampuh agar kita tidak tertular. Perlu diingat bahwa penularan covid terlalu gampang dan mudah bepindah dari satu orang ke orang lain. Ini membuat kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk tertular apalagi rata-rata kasus positif Covid-19 di Mimika tidak memiliki gejala apapun. Kalau kita mampu menjaga diri, maka kitapun ikut menjaga keluarga dan orang lain di sekitar kita," ungkapnya.
Reynold bahkan menyebutkan efektifitas dari pemberlakuan penggunaan masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan.
Penggunaan masker medis membuat sesorang terlindung 7 kali dari penularan. Masker biasa atau masker rumah tangga 5 kali terlindungi.
Hanya saja harus diingat, penggunaan masker tidak boleh lebih dari 4 jam. Masker biasa setelah digunakan, harus dicuci dan dijemur di panas matahari.
Cuci tangan harus menggunakan sabun di bawah air mengalir minimal 20 detik, membuat seseorang terlindungi 5 kali dibandingkan yang tidak gunakan masker. Sementara dengan menjaga jarak, resiko tertular hanya 1 persen.
"Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, kita berada di wilayah andemis jadi mari selalu gunakan masker sebagai gaya hidup. Pada intihnya, apapun status dan kondisi kita hari ini, kita harus mulai terbiasa untuk menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan kenormalan yang baru," ujarnya mengingatkan. (Ronald)



