Kesehatan

Kodim Mimika Target 150 Kantong Darah di HUT ke 75 TNI

 

Salah seorang anggota TNI sedang mendata peserta donor darah

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober nanti, Komando Distrik Militer (Kodim) 1710/Mimika menggelar donor darah dengan menargetkan 150 kantong.

Pelaksanaan donor darah yang berlangsung di Rumkitbang Timika Jalan Patimura Selasa (22/9) ini bekerjasama dengan PMI Timika dan RSUD Mimika. Kegiatan bakti sosial donor darah ini diikuti oleh anggota TNI-Polri dan masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya , menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan berkaitan dengan HUT TNI ke-75.

"Selain kegiatan donor darah, ada beberapa kegiatan lain yang akan kita laksanakan yakni anjang sana, karya bakti, bakti sosial, sunat masal dan pembuatan KTP masal," ungkapnya.

Terkait dengan pelaksanaan donor darah sendiri, khusus untuk golongan darah yang sulit didapatkan seperti darah A dan AB, dandim berharap ada personil yang memilikinya karena kebutuhan darah ini sangat langka.

"Kami akan data secara khsusu sehingga nanti ada yang butuhkan golongan darah A dan AB, kita siap bantu," harap Yoga.

Dengan sudah berlangsungnya kegiatan donor darah tersebut, kata Dandim sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan. Pasalnya penyebaran Covid di Timika semakin meningkat.

"Sehingga nanti pada endingnya upacara HUT TNI nanti, itu kita akan lakukan secara Virtual di Brigif 20/3 Kostrad," kata Yoga.

Dengan darah yang akan terkumpul nanti, Kodim 1710 Mimika akan melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk didistribusi.

"Terimakasih banyak kepada rekan-rekan TNI-Polri dan masyarakat yang sudah antusias mendukung kegiatan ini," ungkap Yoga. (Ignas)

Reynold Minta Masyarakat Hindari Tempat Transmisi Lokal Covid-19

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru bicara Tim Gugus, Reynold Ubra meminta kepada seluruh masyarakat Mimika agar menghindari beberapa tempat yang kini menjadi areal transmisi lokal Covid-19 di Timika.

Reynold berharap, jika tidak ada keperluan yang mendesak warga sebaiknya di rumah saja, kalaupun ingin keluar maka harus mematuhi protokol kesehatan.

"Daerah yang kini menjadi tempat transmisi lokal yang sangat cepat yaitu Pasar Sentral, Jalan Kartini jalur 2 dan 3, pangkalan ojek gorong-gorong dan pangkalan ojek pasar sentral," tutur Reynold di Hotel Horison.

Reynold menegaskan, bahwa tempat-tempat ini disebutkan bukan untuk mendiskriminasi orang atau tempatnya, namun diumumkan untuk bisa melindungi orang-orang sehat agar tidak terpapar Covid-19.

Ia mengatakan di Pasar Sentral ada sekitar 10 sampai 15 orang yang terpapar atau bahkan lebih. Gejala awal yang rata-rata dialami adalah tidak dapat mencium bau atau disebut anosmia. 

"Tukang ojek di pangkalan Pasar sentral, Gorong-gorong, Jalan Kartini juga mengalami hal yang sama," tuturnya.

Beberapa tempat lainnya yang juga disebutkan Reynold adalah bank, PLN, puskesmas dan RSUD termasuk Kantor Pusat Pemerintahan.

"Ke Pasar Sentral silahkan belanja, tapi harus jaga protokol kesehatan. Sayang sekali kalau pulang belanja terus terpapar dan sebarkan lagi ke anggota keluarga yang ada di rumah, " katanya.

Reynold menyebutkan, nama-nama tempat ini disebut sebagai 'Episentrum'. Dimana episentrum yang sebenarnya itu ada dua kata kunci yaitu tidak memiliki hubungan dengan tempat lain dan kemudian terfokus di tempat tersebut.

"Kalau di Pasar Sentral memiliki hubungan dan terfokus disitu, pedagang ikan, pedagang sayur, pakaian, pangkalan ojek. Dan pasti akan lebih banyak," ujarnya.

Dikatakan, bahwa kondisi saat ini yang mana kasus terus melonjak disebabkan karena ketidakpatuhan masyarakat. Yang tidak patuh dengan sendirinya jika terpapar covid, sangat mudah menularkan ke orang lain, terutama keluarga, rekan kerja dan tetangga sekitar rumah.

"Saya menyampaikan ini karena masyarakat yang sehat wajib dilindungi. Sayangilah diri anda dan sayangilah keluarga anda di rumah,"ungkapnya. (Shanty)

Pasien Covid-19 Meninggal di Mimika, yang Tertua Berusia 108 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Masyarakat masih belum sadar akan adanya Covid-19 di Mimika yang setiap harinya terus meningkat. Bahkan angka kematian pasien pun terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sekaligus Juru bicara Tim Gugus Covid-19 Mimika, Reynold Ubra saat diwawancarai di Hotel Horison, Senin (21/9) mengatakan saat ini rata-rata kenaikan kasus positif Covid-19 di Mimika 15 kasus setiap hari.

Laporan yang disampaikan kepada bupati dan wakil bupati itu dalam 138 hari sebelumnya jumlah pasien covid-19 yang baru hanyalah berjumlah 4 orang dengan jumlah kasus kematian masih dibawah 1.

Tetapi, dalam 30 hari terakhir mulai dari tanggal 19 Agustus sampai dengan 18 September jumlahnya mengalami kenaikan lebih dari 3 kali lipat atau rata-rata 15 kasus per hari.

"Sekarang ini kasus kematian rata-rata hampir 2, 1,5 per hari dalam 1 minggu terakhir. Kasus kematian yang terjadi banyak dialami oleh orang lanjut usia (lansia), dimana orang-orang ini tidak melakukan perjalanan keluar rumah namun terpapar Covid-19," tutur Reynold.

Reynold sangat menyayangkan hal ini karena sebagian besar dari mereka (lansia) meninggal bukan karena faktor lanjut usia namun karena anggota keluarganya tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, akibatnya virus ini menyebar dalam lingkungan keluarga sendiri.

"Sekarang ini sudah ada 13 pasien covid-19 yang meninggal dan yang paling tertua adalah pasien yang kemarin meninggal berusia 108 tahun,"kata Reynold.

Dijelaskan, bahwa usia harapan hidup orang Indonesia khususnya di Mimika baru mencapai 71,8 tahun.

Pasien yang meninggal dengan usia 108 tahun di Mimika merupakan hal yang luar biasa. Menurut Reynold, pasien ini selalu di rumah dan hampir tidak pernah keluar rumah. Almarhum tidak memiliki riwayat diabetes, hanya radang saluran cerna.

Sayangnya karena usia almarhum merupakan usia produktif sehingga tidak bisa melaksanakan protokol kesehatan.

"Sebelumnya itu ada pasien yang berusia 84 tahun dan itu telah melewati angka harapan hidup yang juga terpapar Covid-19 dan akhirnya meninggal. Sangat diharapkan masyarakat dapat patuh dengan protokol kesehatan, cukup terapkan 3 langkah saja mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker," harapnya. (Shanty)

Top