Tim Reaksi Cepat (TRC) Harus Berperan Penting Dalam Masa Tanggap Bencana

Foto bersama seusai kegiatan pelatihan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah

MIMIKA, BM

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mimika harus berperan penting dalam masa tanggap bencana atau pada saat terjadi bencana.

Hal ini penting, mengingat TRC fungsi utamanya melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.

Oleh karena itu dalam pelatihan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Selasa (13/06/2023) di Hotel Cenderawasih 66, Asisten I Setda Mimika, Paulus Dumais berharap terlaksananya pengembangan kapasitas tim TRC ini bisa membangun konstruksi penanggulangan bencana di Kabupaten Mimika.

"Saya menekankan bahwa TRC versi baru ini lebih mampu memuat kolaborasi unsur multi sektor sehingga bencana menjadi urusan publik yang mampu dihadapi bersama-sama,"ujarnya.

Dibentuknya tim reaksi cepat penanggulangan bencana (TRC) Kabupaten Mimika, menurut asisten I merupakan upaya untuk mewujudkan kolaborasi pemerintah dan non-pemerintah dalam pemenuhan layanan kepada masyarakat pada setiap kejadian bencana.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada TRC serta untuk meningkatkan semangat, disiplin, dan kinerja pegawai dilingkungan BPBD serta pelayan yang baik terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak bencana," ungkap Dumais.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Papua, Jonathan Koirewoa mengatakan kegiatan ini sangat penting karena peranan TRC sesuai dengan Perka BNPB nomor 9 Tahun 2008 tentang pedoman tim reaksi cepat, berkaitan dengan kaji cepat dalam waktu yang cepat dan harus terat.

"Yang penting adalah bahwa laporan kaji cepat itu akan didrop menjadi sebuah rekomendasi untuk kepala daerah dalam pengambilan keputusan untuk langkah-langkah dalam penanganan bencana," ujarnya.

Menurut Jonathan, komponen dalam tim reaksi cepat itu terdiri dari berbagai sektor. Pasalnya bencana itu tidak hanya karena adanya luapan air, tetapi juga akan merusak berbagai sektor baik itu perumahan, drainase, lingkungan bahkan perkebunan.

"Itu sebabnya diharapkan tim reaksi cepat ini oknum-oknumnya terdiri dari disiplin ilmu masing-masing sehingga dalam menentukan parameter kerusakan dan kerugian dalam rangka penyediaan laporan itu harus cepat dan tepat supaya bisa berjalan dengan maksimal,"ujarnya.(Ignasius Istanto)

Top