Dari 8 Musibah Yang Ditangani SAR, 13 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Kecelakaan Pelayaran

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George L.M. Randang

MIMIKA, BM

Sejak bulan Juni hingga akhir Juli tahun 2022, Basarnas Timika menangani 8 musibah, diantaranya musibah kecelakaan penerbangan, kecelakaan pelayaran dan musibah membahayakan manusia atau orang terjatuh disungai atau beraktifitas ditempat wisata.

Dari 8 musibah sepanjang Juni - Juli 2022 ini Basarnas mencatat sebanyak 13 orang yang sempat dilakukan pencarian selama tujuh hari tidak ditemukan dan dinyatakan hilang hingga saat ini.

13 orang yang dinyatakan hilang itu diantaranya, 11 anak buah kapal (ABK) KM Usaha Baru yang tenggelam di perairan Distrik Amar, 1 orang yang hilang saat perahu terbalik di perairan Asmat dan seorang guru yang jatuh dari long boat saat perjalanan menuju Omoga di Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur.

"Jadi upaya-upaya yang kita lakukan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang ditimpa musibah,"ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George L.M. Randang,Rabu (3/8).

Menurut George, sebelum melakukan pencarian terhadap korban atas laporan yang diterima, pihaknya terlebih dahulu harus mendalami ran melakukan koordinasi karena dibutuhkan validasi data yang tepat untuk operasi Sar.

"Ini karena terkadang ada laporan yang kita terima itu sudah jalan dua hari dimana korban dinyatakan hilang. Jadi koordinasi dengan instansi terkait seperti pihak keamanan setempat itu penting, supaya kita dapatkan data yang pasti sebelum lakukan operasi Sar.," ungkapnya.

"Terkadang juga kita tidak perlu berkoordinasi lagi karena banyak saksi yang melihat dan kita langsung respon untuk melakukan pencarian," lanjutnya.

Ia juga mengakui ada beberapa kendala yang sering dihadapi saat merespon ataupun melakukan oprasi Sar, yaitu pengaruh cuaca, alut yang akan digunakan saat operasi dan sumber daya.

"Tiga hal inilah yang menjadi pertimbangan pokok terkait dengan situasi hambatan dalam melaksanakan operasi Sar,"ungkapnya. (Ignas)

Top