Ekonomi dan Pembangunan

TP PKK Angkat Kearifan Lokal Kuliner Papua Dalam Expo Festival UMKM Mimika 2025

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob (kuning) saat di stan TP PKK Mimika bersama pengurus dan tamu

MIMIKA, BM

Dalam rangka memeriahkan Expo Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika 2025 yang melibatkan ratusan UMKM yang ada di Mimika ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mimika mengangkat kearifan lokal kuliner Papua seperti papeda, kue berbahan dasar sagu, keladi kukus, keripik keladi, puding petatas dan lainnya.

Expo yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Temmy Satya Permana ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika yang ke-29 dan berlangsung selama tiga hari terhitung sejak Senin (6/10/2025) hingga Rabu (8/10/2025) di pelataran Graha Eme Neme Yauware.

Selama 2 hari Expo ini berjalan tak sedikit yang singgah ke stan TP PKK seperti Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Temmy Satya Permana, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.

Selain itu juga, beberapa Kepala dinas opd-opd, Anggota DPRD Mimika Komisi II Dessy Putrika Ross Rante, Ketua IDI Mimika dr. Leonard Pardede, SpOG, pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan warga Mimika yang membeli atau sekedar melihat sajian kuliner yqng dipamerkan.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob mengatakan momen Expo Festival UMKM tahun 2025 ini dapat menjadi pemicu dalam mendorong pertumbuhan UMKM Mimika, dan membantu perekonomian keluarga ibu-ibu.

“Semoga dorongan dari pemerintah daerah dapat diberikan dalam hal pendampingan usaha, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, dan kemudahan akses pasar,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi mengapresiasi keterlibatan TP PKK Mimika dalam Expo ini.

“Kami akan tetap mendukung dan bekerja sama dengan PKK yang turut mendukung pengembangan UMKM yang ada di Mimika,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Ini Alasan SPBU di Timika Antreannya Panjang


Terlihat kendaraan mengantri hingga di luar SPBU

MIMIKA, BM

Beberapa hari ini antrean panjang kendaraan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Timika. Warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM tersebut.

Kondisi tersebut dikarenakan adanya keterlambatan kapal tangker pengangkut BBM masuk di Poumako atau Jobber Pertamina.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala mengatakan, bahwa untuk stok ini memang sementara masih dalam pembagian disetiap SPBU, sehingga adanya antrean.

"Keterlambatan kapal pengangkut BBM yang masuk di Timika ini dikarenakan cuaca yang buruk,” kata Junaedi.

Oleh sebab itu, kata Junaedi mengingat stok di jober yang mulai berkurang sehingga penyaluran dari Jobber ke setiap SPBU dibatasi dan jadwalkan sekitar 50 persen dari penjualan normal harian.

"Namun, kami pastikan dalam waktu dekat ini kapal tanker BBM akan masuk dan langsung dilakukan pembongkaran sehingga penyaluran BBM ke SPBU bisa membali normal,"ujarnya.

Ia himbau kepada masyarakat Mimika, untuk tidak panik atas ketersediaan BBM, dan masyarakat diminta untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Kami harap masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, terkhusus BBM Subsidi pembelian tetap mematuhi arahan pemerintah khususnya dari pemerintah Kabupaten Mimika,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinas Ketahanan Pangan Kembali Gelar Pasar Murah Dalam Rangka HUT Mimika

Suasana berlangsungnya pasar murah

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Dinas Ketahanan Pangan, bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang berlangsung di Lapangan Pasar Lama, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga serta menurunkan inflasi di Mimika.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga mengatakan, GPM dilakukan atas permintaan panitia perayaan HUT Kabupaten Mimika. Selain itu, juga untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan gula pasir dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar

“Kita kolaborasi dengan teman-teman dari Disperindag dan Perikanan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu tujuannya,” kata Yulius.

Katanya, pihaknya pada Kamis depan akan melaksanakan GPM sebagaimana yang sudah terjadwal. Karena, kegiatan yang hari ini dilakukan tidak masuk dalam jadwal.

“Hari ini tidak masuk dalam jadwal, sama halnya juga pada saat hari raya, kalau kami punya jadwal GPM masih lagi empat kali lagi di tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, bahwa dengan kegiatan ini ternyata dapat terbukti kalau beras masih menjadi kebutuhan tinggi, karena memang inflasi tertinggi di beras.

"Jadi sampai dengan saat ini harga beras masih belum turun, masih di harga Rp19.000 sampai Rp20.000 sekilo,” ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top