Mimika Gelar Timika Expo PON XX Papua di Eks Pasar Swadaya

Koordinator Bidang Pemasaran PB PON Sub Cluster Mimika, Ida Wahyuni

MIMIKA, BM

Bidang Pemasaran Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika, Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme-Kamoro (YPMAK) berkolaborasi melakukan kegiatan Timika Expo PON XX.

Rencananya, Bupati Mimika Eltinus Omaleng secara resmi akan membuka Timika Expo PON XX Papua pada Jumat (8/10) yang kemudian dilanjutkan dengan Festifal Amungme Kamoro dan kegiatan hiburan lainnya.

Timika Expo PON Papua berlangsung mulai 6-15 Oktober 2021 di Lapangan eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso.

Pada pembukaan besok akan ada mini barapen, mini show pangkur sagu persembahan dari YPMAK, dan penampilan dari Mitha Talahatu dan beberapa band penghibur lainnya.

Koordinator Bidang Pemasaran, Ida Wahyuni saat ditemui di pameran Timika Expo PON XX menjelaskan hal tersebut.

Ida mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai media pemasaran produk UMKM Timika khususnya kerajinan tangan mama-mama Papua pengrajin noken maupun ukiran.

"Jadi kolaborasinya ini memang benar-benar memperkenalkan dua suku besar yakni Amungme dan Kamoro kepada para tamu yang datang dari luar Timika termasuk luar Papua," kata Ida.

Menurutnya, moment event PON XX Papua 2021 ini dimaksimalkan lewat Timika eXpo PON XX tahun 2021.

Pada giat ini 60 stand yang disiapkan dan semuanya sudah terisi. Namun, jika masih ada permintaan maka akan dibukan stand tambahan. 60 stand yang dilibatkan merupakan UMKM binaan Pemda Mimika, PTFI dan YPMAK.

"Berapa jumlah UMKM ini masih akan berubah karena tadi pagi masih ada penambahan. Yang jelas kita ada 60 stand dari bidang sosial ekonomi. Sisa di belakang yang masih kita sediakan jika masih ada yang ingin bergabung," ujarnya.

Katanya, untuk mama-mama pengrajin noken yang awalnya berada di pinggir jalan sudah disiapkan tempat bagi mereka untuk bergabung.

"Diskop sendiri ada 20 binaan UMKM. Kita bukan 60 UMKM tapi standnya yang ada 60, karena 1 stand ada 3-4 UMKM. Yang sanggar Kamoro saja 1 stand ada 3 UMKM. Yang paling jauh dari Muare ada, SP 6 juga ada. Selain noken ada kerajinan-kerajinan lain seperti gelang, hiasan kepala dan lainnya," jelasnya.

Dikatakan, pengrajin tidak hanya berasal dari Timika, tetapi ada juga pedagang musiman dari Kabupaten tetangga seperi Asmat dan pegunungan.

"Kami kasih tempat tapi kami tentu utamakan kita Amungme dan Kamoro. Tentunya kita dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan saling bantu membantu untuk bersama-sama memperkenalkan dan memasarkan produk Timika," ujarnya.

Ida berharap, dengan memanfaatkan event PON XX ini produk dari Timika lebih dikenal masyarakat luas sehingga ke depan dapat dijual secara online.

"Tapi memang ini merupakan tahapan proses untuk menuju pasar digital," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Penyebab Harga Daging Sapi Tembus Rp130 Ribu

Ekonomi dan Pembangunan 2021-12-07 11:30:56

Polsek Miru Bagikan 100 Paket Bahan Sembako Bagi Mama-mama Papua

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-23 08:28:37

Antisipasi Agar Tidak Terjadi Penimbunan BBM, Polisi Berikan Himbauan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-18 07:02:19

Harga Bahan Pokok Masih Normal, Namun Diprediksi akan Melonjak

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-16 06:31:48

Kuota BBM Jenis Pertalite untuk SPBU Akan Ditambahkan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-15 09:28:13

Top