Pemda Minta PTFI Lakukan PCR Massal


Johni Lingga

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta PT. Freeport Indonesia melakukan tes PCR atau polymerase chain reaction terhadap seluruh karyawannya karena hingga kini kasus Covid-19 di Mimika masih dominan produktif dari Distrik Tembagapura.

Hal ini disampaikan Juri Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra kepada wartawan usai pertemuan penetapan Status Tanggap Darurat New Normal Jilid III yang dipimpin Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Dalam pembahasan tim gugus, bupati minta PTFI untuk lakukan tes massal PCR. Ini satu langka yang baik supaya bisa memotret. Kalau hari ini PCR hanya khusus untuk karyawan yang naik dan turun untuk cuti maka permintaan ini diberlakukan untuk semua karyawan dan tentu saja permintaan ini terintegrasi program kesehatan dan keselamatan kerja (K-3)," ungkap Reynold Ubra.

Menyikapi hal ini, Johni Lingga, Vice Presiden PTFI Hubungan Pemerintahan kepada BeritaMimika mengatakan saran dan permintaan bupati merupakan hal baik demi untuk menekan peredaran covid di Tembagapura.

"Ini saran yang bagus sekali. Nanti kami akan follow up dan diskusi bagaimana mekanismenya dengan kelompok kerja (pokja) yang dibentuk nanti," ujarnya.

Ia mengatakan hal tersebut karena melihat hasil traking dua mesin PCR di Mimika sudah sangat maksimal sementara karyawan termasuk kontraktor PTFI jumlahya ribuan orang.

"Kita kan punya dua mesin PCR dan dalam sehari bisa 200 sample. Memang kita akan targetkan semua nanti di tes tapi kita harus pikirkan bahwa jumlah yang dites 400 dalam sehari tapi satu hari hanya bisa membaca 200, maka kan sayang waktunya. Jadi kita harus koordinasi dulu bagaimana mekanismenya karena jumlah karyawan itu ribuan," terangnya.

Ia mengatakan, sebelum permintaan pemerintah daerah tentang tes PCR masal, selama ini PTFI mencoba melakukan tes terhadap karyawannya dalam jumlah yang banyak.

"Metode dari dinas kesehatan adalah tes PCR dilakukan berdasarkan hasil tracing. Jadi tidak semua, apalagi yang sehat juga harus di tes. Makanya kita harus diskusi dulu melalui kelompok kerja," ujarnya.

Dijelaskan, penanganan kasus Covid-19 di lingkungan kerja PTFI hingga saat ini tetap sama seperti sebelumnya dan selalu mengacu pada SOP penanganan Covid-19.

"Kita menggunakan sumber daya kita semua dalam bidang kesehatan, tidak dikurangi. Kita terus meningkatkan iklan kampenye tentang protokol kesehatan. Kasus di atas selalu banyak tapi rata-rata itu OTG. Mereka tidak punya gejala namun tes massal seperti yang diminta bupati juga penting. Makanya yang sekarang aktif tidak di rumah sakit, semuanya diisolasi. Ini yang selama ini kita waspadai," jelasnya. (Ronald)

Top