Mimika Sudah New Normal Tapi Penerbangan Belum Normal

Pertemuan pemberlakuan kebijakan new normal

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika memutuskan memberlakukan gaya hidup New Normal di Mimika walau nantinya akan kembali di evaluasi 14 hari ke depan.

Kebijakan ini ditetapkan setelah dilakukan rapat evaluasi penerapan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru yang berakhir hari ini di Mozza, Kamis (2/7).

Rapat Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika dipimpin ketua yang adalah Bupati Mimika Eltinus Omelang didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob.

Pada rapat ini, semua bagian dari Tim Gugus Tugas mempresentasikan keadaan dan situasional perkembangan Mimika akibat pandemi ini.

Hasil presentasi ini, terutama dari tim kesehatan yang membuat mengapa Mimika mulai menerapkan gaya hidup Kenormalan Baru atau New Normal.

Walau sudah diberlakukan gaya hidup baru New Normal namun untuk penerbangan udara, aksesnya belum dibuka secara normal. Jadwal penerbangan masih sama seperti masa Adaptasi Hidub Baru kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika, Yan Slamet Purba kepada media ini menegaskan hal tersebut.  Ia mengatakan penerbangan masuk ke Mimika sudah open namun seminggu masih dua kali. Ini berlaku bagi semua rute penerbangan dari luar.

"Jadwalnya tetap untuk semua rute penerbangan dari luar tetapi wajib menerapkan aturan protokol kesehatan. Kita juga sudah buka penerbangan intra Papua termasuk penerbangan perintis di Mimika," ujarnya saat diwawancarai.

Mengapa Mimika masih memberkakukan dua kali seminggu untuk rute penerbangan? Yan Purba menjelaskan karena kapasitas bandara (phisikal distancing) dan ketersediaan tenaga medis dan KKP di bandara.

"Kalau kita buka semua secara normal maka akan bertentangan dengan pemberlakukan social distancing. Ketersediaan tenaga medis dan KKP untuk pemeriksaan kesehatan serta dokumen juga harus dipikirkan termasuk space kita masih terbatas," jelasnya.

Ia mengatakan penerbangan intra Papua dari Mimika juga telah dibuka namun hal ini masih harus disesuaikan dengan kabupaten yang menjadi tujuan penerbangan.

Yan Purba mencontohkan, penerbangan dari Mimika ke Asmat belum diperbolehkan pemda setempat. Sementara Mimika tujuan Wamena hingga Serui sudah diperbolehkan namun tetap mengacu pada ketentuan kesehatan setempat.

"Semua tergantung izin dari mereka. Misalnya juga di Illaga. Mereka mau turun tapi tidak menerima masyarakat naik. Semua belum seragam. Untuk penerbangan perintis di Mimika sudah terbuka, tetapi protokol kesehatan kita perketat karena di sana masih daerah hijau," ungkapnya. (Shanty)

Top