Bappeda Mimika Gelar Sosialisasi Inovasi Daerah

Foto bersama peserta kegiatan
MIMIKA, BM
Bapppeda Mimika menggelar sosialisasi inovasi Daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang efektif, efesien dan responsif dengan sasaran meningkatnya kinerja layanan publik yang berkualitas, inovatif dan berintegritas
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Jumat (16/12/2022) dibuka oleh Staf Ahli Bidang Hukum Setda Mimika, Septinus Timang.
Sekretaris Bappeda Mimika, Yoseph Manggasa mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang inovasi-inovasi yang ada di daerah.
Menurutnya, penerapan inovasi ini sebenarnya sudah dilaksanakan di beberapa OPD yang mana setiap OPD mempunyai trik dan inovasi tertentu untuk bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
"Penerapan inovasi ini memang dipusatkan inovasi pelayanan publik dan inovasi tata kelola pemerintahan. Beberapa sebenarnya kita sudah lakukan hanya saja belum teradministrasi dengan baik dan belum dilaporkan sehingga apa yang kita buat selama ini belum terdata di pusat,"terangnya.
Yoseph berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momen untuk mengetahui secara umum substansi yang ada di dalam regulasi tentang inovasi daerah ini.
Menurutnya, tahun 2023 kegiatan ini akan dilanjutkan lagi untuk mengadministrasikan semua inovasi yang tergolong ke dalam inovasi yang sudah dilakukan sehingga datanya bisa sampai di pusat dan akan menjadi penilaian untuk inovasi daerah ini.
"Kita sudah dapat gambaran tadi bahwa untuk berubah kita harus berinovasi, kalau kita tidak berinovasi kita akan ketinggalan atau mati. Sehingga pelayanan ke masyarakat pemerintah berkomitmen untuk lebih di pacu lewat inovasi-inovasi yang dilaksanakan oleh perangkat daerah sesuai dengan tupoksinya,"tutur Yoseph.
Diharapkan, dengan inovasi ini sasaran pembangunan dan kesejahteraan bisa diberikan lebih cepat lewat inovasi yang dilakukan oleh perangkat daerah.
*"Semua perangkat daerah mempunyai ruang untuk berinovasi sehingga ke depan kita akan memacu semua perangkat daerah untuk melakukan terobosan inovasi untuk lebih mempercepat pelayanan publik begitu juga di intern pemerintah," Ungkapnya.
Sementara, Staf Ahli Bidang Hukum Setda Mimika, Septinus Timang dalam sambutannya mengatakan, indeks inovasi daerah menjadi penilaian atas persaingan sehat antar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan, sehingga terwujud kesejahteraan rakyat.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini terus berproses menuju good governance, berdemokrasi secara adil, serta berimplikasi pada perlunya birokrasi publik sebagai jembatan antara civil society dan state, untuk menjalankan pemerintahan dengan lebih efisien, efektif, responsif, inovatif, kreatif, kompetitif, transparan dan akuntabel dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat.
"Tentunya proses menuju good governance ini tidak lepas dari inovasi dalam pemerintahan, dimana cara-cara lama yang dinilai kurang efektif dalam pelaksanaannya, akan diperbaiki atau bahkan digantikan dengan cara baru yang dinilai lebih efektif dan efisien dalam implementasinya," tutur Septinus.
Katanya, Kabupaten Mimika berada dalam kategori kabupaten yang tidak inovatif. Padahal dilihat dari peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pelayanan lainnya sudah seharusnya berada pada level inovatif.
"Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, menghadapi tantangan dan permasalahan yang ada seperti tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik. Serta rendahnya kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap birokrasi pemerintah sehingga aparatur sipil negara perlu memahami dan menjadikan entrepreneurship sebagai pondasi yang kuat serta harus dibangun dalam merefleksikan kembali semangat reformasi birokrasi," tutupnya. (Shanty Sang)



