Pertama di Papua dan Papua Barat, Pemkab Mimika Dipersiapkan Mengelolah Arsip Secara Online

Bimtek ini diikuti perwakilan OPD Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika terpilih sebagai satu-satunya kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mengelolah arsip secara online menggunakan aplikasi e-arsip SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).

Untuk memperkenalkan aplikasi hasil kolaborasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Perspustakaan dan Arsip Daerah Mimika bersama ANRI menggelar bimbingan teknis, Kamis (26/11).

Aplikasi ini merupakan aplikasi umum pada bidang kearsipan dinamis yang dibuat untuk mewujudkan efisiensi penyelenggaran administrasi pemerintah dan penyelenggaraan kearsipan terpadu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Jacob Toisuta mengatakan pengelolaan arsip secara online merupakan program nasional, tetapi tidak semua kabupaten/kota bisa menggunakannya.

Hanya kabupaten kota tertentu saja, dan salah satunya adalah Mimika karena Mimika memiliki asset yang cukup besar. Sehingga pengarsipannya pun harus benar-benar baik.

“Salah satu kabupaten di Papua dan Papua Barat adalah Mimika karena Timika adalah aset negara. Sehingga pengelolaan harus di jaga karena untuk kita punya generasi-generasi ke depan,” tutur Yopi.

Terpilihnya Mimika sebagai kabupaten yang akan mengelolah arsip daerah dengan aplikasi yang baru diluncurkan pada tanggal 27 Oktober 2020 itu, menurut Yopi akan sangat mempermudah dalam pencarian arsip.

"Ke depan Dinas Perpustakaan dan Arsip sudah memasang server agar dari server itu langsung terkoneksi secara nasional," ungkapnya.

Menurut Yopi, walaupun arsip sudah melalui online, tetapi dokumen fisik tetap harus ada dan tidak bisa dihilangkan karena menurutnya fisik itu yang menentukan.

“Teknologi itu kan bisa diubah-ubah, tapi kalau di ubah dan ditelusuri kan arsip aslinya ada di kita, di situ bisa ketahuan keasliannya,” tambahnya.

Namun sayangnya, kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah adalah tidak memiliki tempat penyimpanan arsip yang safety.

“Karena sekarang kalau saya mau ambil arsip contoh sertifikat tanah ini kan dia punya tempat penyimpanan harus betul-betul safety agar orang ambil tidak boleh dan jangan sampai di curi bahkan foto juga tidak boleh. Tapi bupati sangat support kita untuk membuat depot ke depan. Kalau depot maka berarti perpustakaan juga harus menjadi pioner untuk seluruh Papua,” ungkapnya. (Shanty)

Top