Mimika Tuai Pujian karena Prestasi, 1.470 Siswa SMK Ikut Ujian Nasional

Up
Foto bersama usai pembukaan UNBK di SMK Negeri 3

MIMIKA, BM

Sebanyak 1.470 siswa di Mimika, hari ini, Senin (16/3) melangsungkan ujian nasional. Dari jumlah ini 1.406 siswa dari 22 SMK mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sementara 64 siswa dari dua sekolah mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Ujian nasional ini akan berlangsung tiga hari hingga Kamis (19/3).

Pembukaan UNBK SMK se-Wilayah Meepago B dilangsungkan di halaman SMKN 3 Mimika ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos.,MM didampingi perwakilan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Provinsi Papua, Max Karu.

Max Karu dalam sambutannya memberikan apresiasi dan pujian karena pada tahun 2019 Mimika bisa tampil berprestasi di beberapa bidang lomba hingga tingkat naisonal.

"Karena keberanian Mimika mengambil bidang lomba yang langka dan tingkat kesulitan tinggi, Mimika luar biasa. Sekolah swasta Yapis dan Filadelfia dalam konsep link and match (penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan-red). Mimika mendapat presentase lebih besar, saya optimis sedang dan akan terjadi karena Mimika punya 24 SMK," katanya.

Ia mengatakan SMK di Mimika akan menjadi pilot project untuk pembangunan pendidikan kejuruan yang kedepan bermitra dengan industri.

"Di Mimika, banyak industri yang go internasional. Tinggal bagaimana kepala sekolah menterjemahkan dan menggunakan mekanisme yang benar sehingga sumber daya manusia (SDM) anak-anak Mimika bisa termediasi. Semoga penyelenggaran UNBK sampai tanggal 19 dalam lindungan Tuhan dan membawa sukses buat kita semua," imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Johannes Rettob S.Sos.,MM mengatakan sejak kewenangan SMK pindah ke provinsi, pemerintah daerah Mimika kebingungan dalam hal regulasi kewenangan.

"Kita ingin mengarahkan anak-anak SMK yang begitu selesai bisa siap kerja sehingga tidak perlu impor karyawan dari luar. Sayangnya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sejak kewenangan SMK pindah ke provinsi kami bingung, apa yang bisa kami buat karena mereka adalah anak-anak Mimika yang harus kami beri perhatian penuh tetapi kami tidak bisa berbuat banyak," ungkapnya.

Dikatakan pemindahan kewenangan ini diharapkan agar ada penjelasan lebih rinci sehingga Pemda Mimika lebih memahami tupoksi mereka dalam memprioritaskan pelajar, guru dan sekolah SMA dan SMK di Mimika.

"Belum lagi sekolah yang ada di pedalaman apakah provinsi bisa jangkau, awasi, mendata dan memberikan perhatian kepada semua sekolah di sana? Saya berharap regulasi dijabarkan dengan baik agar anak-anak masa depan Mimika kita ini dididik dengan baik pula. Ini pergumulan luar biasa bagaimana kita dapat memberikan perhatian penuh. Kita sayang mereka semua," tuturnya.

Kendati demikian, Wabup John mengatakan pemda Mimika akan terus memperhatikan dan berupaya untuk menyediakan lapangan kerja agar ketika para siswa lulus dari sekolah dapat langsung bekerja.

"Jika ada yang mau melanjutkan pendidikan, silahkan lanjutkan tapi sesuai bidang pendidikan. Jangan loncat sana-sini sehingga tidak mendapat ilmu dan pengetahuan sejenis. Kita harus betul-betul pahami ilmu kita. Semoga kalian bisa ujian dengan baik. Luar biasa 18 sekolah sudah mandiri, dan kedepan dua sekolah lagi nanti bisa UNBK. Kalian SMK adalah anak-anak yang siap terampil kerja. Ayo buktikan kalian mampu dan bisa," ujarnya menyemangati para pelajar.(Elfrida)

Top