TP-PKK Mimika Gelar Sosialisasi Pengasuhan Positif Anak

Foto bersama dengan anak-anak Paud di TK Mamunuok Utikini SP12

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja 2 menggelar Sosialisasi Pengasuhan Positif Anak dengan mengusung tema “Anak Kreatif Keluarga Produktif”.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama TP-PKK, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Mimika yang dilaksanakan Sabtu (3/7) di TK Mamunuok Utikini SP12.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng melalui Ketua Pokja 2 Ny. Yohana Paliling mengatakan kegiatan ini dilaksanakan agar pengasuhan terhadap anak bisa berkesinambungan dan bersinergi antara orang tua dan guru.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para orang tua dan guru dapat memberikan perhatian dan pendidikan terhadap anak usia dini sehingga semakin terjaga dan semua itu dimulai dari orang tua di rumah dan guru di sekolah,” tuturnya singkat.

Sementara itu, nara sumber Uswatun Hasanah Spd., Gr mengatakan pola mengasuh anak yang positif dan benar yakni bahagiakan anak, tidak ada hukuman dan hadiah karena anak usia 3-5 tahun adalah masa golden age (keemasan-red).

“Jadi sejak anak dalam kandungan hingga lima tahun harus diberi kasih sayang supaya mereka memiliki kasih sayang sehingga kelak dapat menjadi anak yang berbakti,” katanya.

Ia mengingatkan, jangan memukul area kepala anak, menjewer telinga, menyedutkan kepala dan yang terutama tidak boleh membentak anak.

"Satu kali bentakan maka seribu kebaikan akan hilang, tiga kali berarti tiga ribu kebaikan hilang apalagi jika tiap hari dibentak. Jadi elus saja kepala anak dan sayangi lalu nasehati. Ketika anak bahagia segala sesuatu yang kita berikan mereka akan terima, bahagiakanlah mereka,” imbuhnya.

Dikatakan pola pengasuhan yang harus dirubah yakni pemberian hukuman dan hadiah serta kebiasaan mengatakan jangan atau tidak.

“Dari Kemendikbud tidak dianjurkan lagi hukuman dan hadiah terhadap anak karena hukuman hanya membiarkan anak melakukan hal buruk tapi tidak menimbulkan kesadaran diri. Sama dengan hadiah jadi membuat anak mengharapkan sesuatu,” paparnya.

Menurutnya, mengatakan jangan atau tidak harus juga dihindari tetapi lebih kepada pemberian pemahaman seperti “jangan malas” diubah menjadi “jadilah anak rajin” atau seperti “jangan nakal” diubah menjadi “nanti kalau bertamu yang baik ya, nak”.

“Harapannya kelak ibu-ibu mampu mencetak anak yang hebat, bersaing dan memiliki karakter anak-anak Pancasila. Jadi anak Indonesia yang berkarakter,” harapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, dilakukan penyerahan bantuan berupa alat tulis yang diserahkan secara langsung oleh Ny. Kalina Omaleng kepada tiga Kepala Sekolah yakni TK Negeri Bihintuka SP 13, TK Negeri Cenderawasih dan TK Mamunuok SP 12.

Selain itu, dilakukan pula pemberian vitamin Kalsimetri yang mengandung kalsium, magnesium dan vitamn D.

Ketua Pokja 4 Ny. Alice Wanma mengatakan vitamin tersebut sangat baik untuk pertumbuhan tulang anak.

“Anak-anak usai 10 tahun satu hari satu kali. Diberikan pada saat anak makan. Orang tua juga bisa minum, ibu hamil, meyusui dan dewasa diminum dua kali sehari,” ujarnya singkat (Elfrida)

Top