Olah Raga

PON XX Papua Istimewa, Ayah dan Anak Sukses Raih Medali



Atlet Aeromodeling Jawa Timur, Erik Limanhaji (kiri) bersama Ayahnya, Benny Limanhaji. Foto: (Humas PPM/ Elisabeth Heatubun)

MIMIKA, BM

Dua atlet asal Jawa Timur, Erick Limanhadi dan Benny Limanhadi mempersembahkan medali dari cabang olahraga Aeromodelling kelas F3J  FAI untuk daerahnya.

Istimewanya, keduanya merupakan anak dan ayah. Erick sukses mempersembahkan emas bagi Jatim, sedangkan ayahnya, Benny meraih medali perak di lapangan aeromodeling, Timika Jalan SP5, Kamis (9/10).

Sementara kontingen asal DKI Jakarta, Widodo Agung Suseno meraih medali perunggu pada cabor kelas ini.

Sebelumnya pada babak kualifikasi kelas F3J FAI yang digelar pada Rabu (6/10), Erick menempati posisi ketiga dengan mengumpulkan total 3565,0 dari 4 ronde yang dipertandingkan.

Ayahnya hanya mampu berada di posisi keenam dengan total 3056,6 poin. Sementara Widodo menempati posisi pertama dengan total 3925,2 poin.

Pada babak kualifikasi yang diikuti 14 peserta, hanya 9 atlet dengan poin tertinggi  yang berhak melaju ke babak final, sedangkan 5 atlet lainnya harus gagal melaju ke final.

Sesuai hasil Technical Meeting (TM), maka disepakati 2 ronde final yang berlangsung pada Kamis (7/10) kemarin di Venue Aeromodelling SP-5 Timika.

Dari 9 atlet yang mengikuti babak final, Erick berhasil menempati posisi pertama setelah mengumpulkan total 1691,2 poin dari t2 ronde yang disepakati, sementara ayahnya di posisi kedua setelah mengumpulkan total 1675,9 poin, dan Widodo mengumpulkan total 1634,1 poin dan harus puas di posisi ketiga.

Dengan hasil ini, Jawa Timur di cabang olahraga Aeromodelling sudah mengumpulkan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu. (Humas PPM PON XX/Elisabeth Heatubun dan Misba)

 

 

Jelang Laga Perdana, 239 Orang yang Terlibat di Tarung Derajat PON XX Papua Jalani Swab



Salah satu atlet Tarung Derajat saat melakkan tes swab antigen di Venue Eme Neme Yauware pada Kamis (7/10). Foto : HumasPPM/Hasan Sainus)

MIMIKA, BM 

239 orang yang terdiri dari atlet, pelatih dan panitia pelaksana PON XX Papua Tahun 2021 di Mimika, menjalani swab antigen dan hasilnya negatif.

H.Noves Narayana Technical Delegate Tarung Derajat PON XX mengatakan tes swab yang dilakukan hari ini, Kamis (7/10) adalah salah satu rangkaian dari technical meeting.

"Kita awali dengan melakukan swab bagi peserta seperti atlet, official, panitia pelaksana, dewan hakim, dewan juri dan hasilnya semua negatif,"kata Noves di Venue Eme Neme Yauware pada Kamis (7/10).

Noves menjelaskan, setelah pemeriksaan swab, dilanjutkan dengan timbang berat badan atlet sebagai persyaratan akhir sebelum bertanding. Hasilnya, semua dinyatakan sesuai.

Setelah itu dilakukan technical meeting yang diikuti para atlet, official dan pelatih. Technical meeting bertujuan untuk pendalaman peraturan pertandingan.

"Selain pendalaman peraturan pertandingan, kita juga menyaksikan simulasi yang dilakukan tim wasit juri. Selanjutnya dikenalkan venue dan simulasi alur pertarungan,"ujarnya.

Pada technical ini, para atlet juga melakukan tes matras yang diikuti lima kontingen seni gerak yaitu Papua, Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan dengan durasi waktu masing-masing 10 menit.

Giat hari ini kemudian dilanjutkan dengan drawing atau pengundian yang diikuti 20 official dari 20 provinsi.

Hari pertama besok (Jumat-red), rencananya 30 partai akan bertanding yang diawali dengan pembukaan oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Ketua Harian PB KODRAT Brigjen Pol Drs.H Syamsul Bahri MM pada pukul 08.00 WIT.

Sementara itu, terkait dengan pemeriksaan swab, Solihin Tiflen, Koordinator Tim Swab Bidang Kesehatan mengatakan swab dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Agar seluruh peserta baik itu atlet, wasit, panitia pelaksana dan seluruh yang terlibat di dalam cabor tarung derajat semua dalam keadaan sehat dan terhindar dari virus Covid-19 tersebut," katanya. (Humas PPM/Rina dan Ronald Renwarin)

Claus Wamafma : Tim Futsal Papua Tara Kosong, Kalian Buat Kitorang Semua Bangga

 

 

Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Ronald Wamafma memberikan cenderamat berupa helm dari tembaga kepada pelatih tim Futsal Papua

MIMIKA, BM

Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) merasa bangga atas pencapaian tim Futsal Papua yang telah mengharumkan nama Bumi Cenderawasih dengan merebut emas pada PON XX Papua di Mimika.

Sebagai bentuk penghargaan, PTFI telah mempersiapkan bonus kepada para atlet walaupun total bonusnya belum ditentukan.

Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Ronald Wamafma mengatakan, PON di Papua membuat semua orang bangga atas apa yang telah dicapai. PON ini juga membuat orang Papua bisa berjalan sambil menengada kepala dengan tegak.

"Hari ini di tempat ini, di Kota Timika yang kita cintai ini, salah satu dari banyak anak-anak Papua hebat sudah membuat kita semua bangga. Mereka buat kita jalan dengan kepala tegak. Mereka adalah anak-anak kita tim Futsal Papua," ungkapnya.

Claus menceritakan, euforia masyarakat Papua terhadap sepakbola khususnya cabor futsal pada PON XX di Mimika, sangat tinggi. Bahkan menurutnya, pada saat final, terjadi kemacetan yang terlihat begitu panjang.

"Saya bilang wow, ini orang-orang banyak sekali. Kita ada di sana bukan karena kita mau nonton saja tapi mau kasih dukungan buat mereka untuk menang. Kita semua adalah pemain keenam dan ketujuh yang membantu dengan spirit dan doa," kata Claus.

Ia juga mengatakan bahwa saat tim Futsal Papua bertanding, banyak yang mendoakan perjuangan mereka. Claus bahkan menerima  pesan dari beberapa pendeta terkait hal tersebut.

"Akhirnya lewat perjuangan dan doa, mereka dapat emas. Saat ini PON masih jalan, kita berdoa agar sampai penutupan nanti tidak ada gangguan sehingga semua berjalan baik. Dapat emas di PON itu bukan kaleng-kaleng. Kalau kita di Timika bilang tra gampang," ujarnya dengan senyum.

Menjadi champion atau meraih emas pada pegelaran PON, bukanlah hal mudah karena semua provinsi yang bertanding, ingin mencapai tujuan tersebut. Agar bisa sampai ke level tersebut, dibutuhkan keseriusan, komitmen dan pengorbanan.

"Kita sudah mempersiapkan hadiah untuk para atlet, mudah-mudahan setelah PON ini selesai akan segera kita realisasikan. Saya mewakili managemen Freeport Indonesia mau sampaikan, kita semua bangga dengan tim Futsal Papua," tuturnya.

Menurutnya, hasil yang di raih merupakan kerja keras semua tim. PT Freeport tidak akan mengabaikan perjuangan tersebut. Freeport sudah berkomitmen untuk memberikan bonus sebagai bentuk penghargaan.

"Mudah-mudahan setelah PON ini bisa di realisasikan segera sehingga anak-anak juga bisa terus berlatih ke level yang lebih tinggi lagi. Kita berharap tidak hanya sampai di PON, tapi di timnas futsal nantinya diisi oleh anak-anak mutiara hitam," harapnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Futsal PON Papua Daud H Arim mengatakan, tim Futsal Papua tiba di Timika pada 28 Juli 2021 hingga selesai bertanding pada, Minggu 3 Oktober 2021.

"Puji Tuhan kami bisa menang. Kami berterima kasih kepada masyarakat Mimika sudah memberikan dukungan yang luar biasa. Suporter yang luar biasa menjadi pemain keenam dan ketujuh di lapangan sehingga pemain kami bisa mendapatkan medali emas," Katanya.

Ia juga kagum melihat perkembangan Kota Timika yang sangat maju, terutama venue yang dibangun untuk PON termasuk Gor futsal dan bola tangan.

Sebagai pelatih tim Futsal Papua ia menghimbau kepada seluruh anak muda Mimika yang mencintai sepakbola khususnya futsal untuk terus berlatih mengejar impian mereka.

"Di PON berikut juga kita sudah otomatis lolos. Saya berharap PON berikutnya di Aceh dan Sumatera Utara ada pemain-pemain Timika yang langsung ada di tim Futsal PON Papua," tutur Daud.

Pada PON XX di Timika, ada 3 orang anak asli Mimika yang masuk dalam tim Futsal Papua. Di PON Aceh nanti, ia berharap lebih banyak lagi yang masuk dari yang ada saat ini.

"Kami himbau anak-anak muda agar semangat dan rutin latihan futsal supaya PON berikut ada pemain Timika di PON Papua," ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM sekaligus Koordinator Bidang Pemasaran Sub PB PON Mimika, Ida Wahyuni juga menyampaikan selamat kepada seluruh tim Futsal Papua yang bisa memperoleh medali emas di Timika.

"Ini suatu kebanggan bersama. Dan memang kemarin antusiasme masyarakat di Futsal sangat luar biasa. Pada momen ini, saya menyampaikan salam dari bupati Mimika untuk semua tim Futsal Papua yang akan kembali besok ke Jayapura. Kiranya Tuhan memberkati usaha kita dan pengabdian kita di tanah Papua khususnya di Mimika," ucapnya.

Senada, Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK, Nur Ifa Karupukaro juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah ditorehkan tim futsal untuk Papua dan Mimika.

"Ini suatu puji syukur supaya kami masyarakat Amungme dan Kamoro serta masyarakat yang ada di Mimika semuanya bisa melihat langsung bahwa inilah bintang-bintang kita yang ada di sini. Terima kasih kepada tim yang luar biasa yang sudah membanggakan Papua dan juga Indonesia," tutupnya.

Sebelum bertolak ke Jayapura, tim Futsal Papua menghadiri soft opening Timika Expo PON Papua, di lapangan ex Pasar Swadaya, Kamis (7/10).

Kehadiran tim Futsal Papua dirangkaikan dengan penyerahan cenderamata dari PTFI, Pemda Mimika dan YPMAK.

Menariknya, PTFI memberikan cenderamata berupa helm yang terbuat dari tembaga asli dan secara simbolis diserahkan kepada pelatih Tim Futsal Papua. (Shanty)

Top