Nasional

Karena Corona, 200-an CJH Mimika Dipending Keberangkatannya

Kepala Kementerian Agama Mimika

MIMIKA, BM

Virus Corona yang ditemukan pertama kali di kota Wuhan, Cina kini telah menyebar disejumlah negara hanya dalam kurun waktu tiga bulan sejak akhir Desember tahun lalu.

Sebut saja Korea Selatan, Jepang termasuk Indonesia. Presiden Jokowi baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa dua orang di Depok, Jawa Barat terinfeksi virus Corona.

Virus yang menyebar dengan cepat ini, mendapat reaksi dari sejumlah negara seperti Arab Saudi yang mengeluarkan kebijakan menutup sementara perjalanan umrah dan haji ke tanah suci Mekkah.

Hal ini menyebabkan sekitar 200-an lebih Calon Jamaah Haji (CJH) asal Mimika yang dijadwalkan berangkat pada Juli 2020 mendatang terpaksa harus menunda keberangkatannya.

"Ratusan CJH asal Mimika telah melalui tes kesehatan dan seharusnya diberangkatkan bulan Juni atau Juli mendatang sebelum perayaan Idul Adha, namun dikarenakan adanya larangan tersebut maka keberangkatan CJH ini harus ditunda terlebih dahulu dan untuk kepastiannya sampai kapan belum diketahui," tutur Kepala Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (6/3).

Dikatakan, keberangkatan jemaah haji masih ditunda dan belum dipastikan batal hingga ada informasi lanjutan dari Kementerian Agama RI bersama pemerintah Arab Saudi.

"Jemaah haji reguler Mimika selalu diberangkatkan setiap tahun dan keberangkatannya juga tergantung pada daftar tunggu. Misalnya, jika mendaftarnya tahun ini maka akan menunggu lagi selama 15 tahun kemudian baru diberangkatkan,"tutur Utler.

Jangka waktu yang begitu lama untuk CJH dapat menunaikan ibadahnya dan jika diperbolehkan berangkat harus dipastikan bahwa CJH bebas dari virus corona, begitu pula saat kembali ke Timika.

"Kita tunggu saja informasinya kapan bisa dipastikan berangkat karena ini juga untuk menjamin CJH kita agar terhindar dari virus corona," tandasnya. (Shanty)

Buka MTQ 2020, Wabup John Berharap Mimika Lolos ke Tingkat Nasional

Pembukaan kegiatan MTQ

MIMIKA,BM

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-X Tahun 2020 tingkat Kabupaten Mimika, Jumat (6/3) tadi malam di Mesjid Agung Babussalam.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan beduh oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Ketua Umum LPTQ Mimika, Dwi Cholifa, Kepala Kemenag Mimika Utler Adrianus dan Ketua Panitia Abdul Syakir.

Acara MTQ ini mengusung tema "Melalui Musabaqah Tilawatil Qur'an Kita Mantapkan Dan Amalkan Nilai-Nilai Qur'an Serta Memupuk Toleransi Umat Beragama Menuju Masyarakat Mimika Yang Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera".

Kegiatan yang dilangsungkan hingga Minggu (8/3) ini, juga dirangkaikan dengan pelantikan dewan hakim oleh Ketua Umum LPTQ Dwi Cholifa ditandai penyematan jubah dewan hakim.

Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberikan pencerahan kepada umat muslim agar memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai agung yang terkandung dalam kitab suci Alquran dan juga nilai-nilai keagamaan yang ada di Indonesia secara khusus di Kabupaten Mimika.

Dikatakan, Alqur'an merupakan kitab suci yang sarat dengan inspirasi dan motivasi serta memperluas wawasan, memperdalam ilmu pengetahuan dan menciptakan generasi-gerasi alqur'an yang handal.

"MTQ ke 10 tahun 2020 tingkat Kabupaten Mimika yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali merupakan suatu ajang dimana bagaimana kita menghayati betul-betul ayat-ayat suci alqur'an. Mohon agar juri melihat dengan baik, memberikan penilaian sesuai dengan kompetensi yang qori dan qoriah. Harapan kami, yang akan tampil ini dapat mewakili Kabupaten Mimika ke tingkat Provinsi Papua bahkan ke tingkat Nasional,"harapnya .

Wabup John berharap agar para peserta sportif dalam mengikuti perlombaan ini, begitupun dengan para juri dalam memberikan penilaain. Ini merupakan acara keagamaan guna semakin menumbuhkan rasa cinta dan patuh kepada Allah S.W.T dengan penuh keyakinan dan iman.

"Dari sekarang kita harus siap juga untuk MTQ tahun 2022 karena kita yang menjadi tuan rumah. Dengan momen ini, mari bersama kita menjaga toleransi dan kedamaian antar agama di Mimika,” pesannya.

Ketua Umum LPTQ Dwi Cholifa dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan MTQ merupakan agenda rutin dari pemerintah daerah melalui LPTQ di seluruh Indonesia.

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap 2 tahun dalam rangka menjaring para Qori dan Qoriah yang selanjutnya akan mengikuti MTQ di tingkat provinsi.

Kegiatan musabaqah dalam bidang tilawah tafsir, tahfis, syarhil, fahmil dan bidang khat diselenggarakan setiap 2 tahun mulai dari tingkat kampung atau kelurahan hingga nasional.

"Kaum muslimin meyakini bahwa Alquran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji untuk itu kajian-kajian Alquran perlu dilakukan kegiatan di lingkungan masyarakat kita,"tutur Dwi.

Dwi mengatakan, LPTQ secara kelembagaan mengajak dan berharap kepada semua penganut agama agar terus melakukan kebaikan dan bersinergi dalam berkehidupan bermasyarakat.

"Kita harus saling mengasihi antar sesama manusia. Penganut agaka Islam maupun Kristen dan agama lainnya jangan sampai dibenturkan. Saya harap agar dewan juri yang akan menilai lomba dapat melaksanakan tugas sebaik mungkin sehingga menghasilkan para juara yang bisa bersaing di MTQ tingkat Provinsi Papua yang akan digelar di kota Jayapura pada April nanti,” harapnya.

“Kepada seluruh peserta saya memberikan motivasi agar menunjukkan potensi terbaik masing-masing kafilah agar kita bisa juara secara mental dan juara secara prestasi,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Abdul Syakir dalam laporannya mengtakan kegiatan MTQ dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan pemahaman dan pengalaman isi kandungan Alquran.

Dikatakan, ada 8 mata lomba yang dipertandingkan yakni Tilawah Quran dewasa Putra, Tilawah Quran dewasa Putri, Tilawah Quran remaja putra dan Tilawah Quran remaja putri.

Selain itu, Tilawah Anak Putra, Tilawah Anak Putri, Tartil Quran anak-anak, Hifdzil Quran 1 juz + tilawah, Hifdzil Quran 5 juz + tilawah, Hifdzil Alquran 10 Juz, Hifdzil Alquran 30 juz serta Khottil Quran golongan dekorasi yakni Syaril Quran dan Fahmil Quran.

"Jumlah cabang tilawah 74 peserta, jumlah cabang Hifdzil 54 peserta, jumlah cabang Fahmil 12 regu, jumlah cabang syaril 18 regu, jumlah cabang kaligrafi 8 jadi totalnya sebanyak 166 peserta,"ungkapnya. (Shanty)

Ini Penyebab Cuaca di Mimika Terasa Begitu Panas

Kepala BMKG Mimika (putih) bersama stafnyaKepala BMKG Mimika bersama stafnya

MIMIKA, BM

Beberapa hari terakhir banyak warga Mimika mengeluhkan kondisi cuaca yang dirasakan lebih panas dari hari-hari sebelumnya.

Keadaan ini membuat sebagian warga cenderung berdiam diri di rumah jika tidak memiliki urusan berarti di luar.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geografi (BMKG) Kabupaten Mimika, Okto Firdaus Fajri Rianto, kepada BeritaMimika mengatakan ini merupakan kondisi normal.

Tidak ada perubahan atau gangguan alam yang mengakibatkan cuaca di Mimika saat ini terasa begitu panas.

“Tidak ada gangguan apa-apa dari luar. Ini murni terjadi karena gerak semu matahari (deklinasi-red) menuju ekuator atau garis tengah (khatulistiwa). Puncaknya nanti tanggal 21 maret. Kondisi ini akan terjadi hingga tanggal itu. Ini yang membuat sehingga kita merasa bahwa matahari seperti tepat berada di atas kita,” ungkapnya melalui telepon.

Firdaus menjelaskan, untuk Indonesia termasuk Mimika kondisi ini akan terjadi dua kali dalam satu tahun. September tanggal 23, cuaca seperti ini akan kembali dirasakan masyarakat.

“Ini normal, kita di Mimika suhu tertinggi februari kemarin sampai sekarang masih sekitar 35 derajat. Kita belum pernah sampai 39 tertinggi 36 derajat tapi inipun jarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini hampir dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia, terutama di wilayah selatan.

“Kita di Timika tidak usah khawatir karena kita dibantu dengan hutan yang lebat sehinga curah hujan selalu ada dan penguapan air laut,” katanya.

Terkait keadaan alam ini, BMKG Mimika belum mendapatkan info adanya kekeringan di daerah-daerah lain. Namun Firdaus berharap warga Mimika banyak mengkonsumsi air minum agar tidak dehidrasi.

“Aktifitas seperti biasa tapi kalau bepergian jangan lupa banyak minum atau siapkan bekal air supaya tidak dehidrasi. Pakai pakaian juga jangan yang terlalu tebal, warna jangan yang kontras tapi pakai yang berwana putih karena lebih soft,” ujarnya. (Ronald)

Top