Nasional

Rapat Kerja Lokataru di Timika Masih Berlangsung, Situasi Awal Sempat Tegang

Pihak kepolisian saat melakukan mediasi dengan sejumlah karyawan moker agar raker yang dilangsungkan dapat berjalan dengan baik dan aman

MIMIKA, BM

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lokataru (Low & Human Right Office) melakukan Rapat Kerja di Timika, dengan menghadirkan sejumlah perwakilan karyawan moker yang berada di Jakarta, Jayapura dan Timika.

Rapat Kerja perjuangan internal 8.300 buruh PT Freeport Indonesia, privatisasi, kontraktor dan sub kontraktor dilakukan untuk pemenuhan tuntutan hak mogok kerja sebagai Hak Asasi Manusia (HAM).

Pertemuan ini dilangsungkan di Hotel dan Resto 66, Jalan Cenderawasih Timika, Rabu (8/12) dipimpin langsung Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.

Namun sebelum kegiatan dimulai, terjadi protes di luar ruangan oleh sejumlah karyawan moker yang biasanya berkumpul di Jalan Pendidikan.

Mereka melakukan protes karena beranggapan masih ada agenda penting lainnya yang harus dibahas terlebih dahulu sebelum dilakukan raker tersebut.

Aksi sebagian karyawan dengan mendatangi Hotel 66 sempat membuat suasana agak tegang, beruntung tidak lama kemudian, polisi tiba di TKP.

Agar suasana meredam dan raker ini dapat berjalan dengan baik, polisi melakukan mediasi terhadap kedua bela pihak. Di saat bersamaan, pimpinan karyawan moker di Jalan Pendidikan, Sudiro juga tiba di TKP.

Iapun kemudian berkomunikasi dengan polisi dan para karyawan dan meminta mereka agar tetap menjaga semangat kebersamaan dan tidak membuat gaduh apalagi menciptakan suasana instabilitas.

Usai melakukan pertemuan singkat dengan puluhan karyawan moker, Sudiro ditemani 4 karyawan moker memasuki ruangan Rapat Kerja dan melakukan pertemuan dengan Haris Azhar dan sejumlah perwakilan lainnya di Resto dan Hotel 66.

Sebelumnya, Kabag Ops AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan meminta para karyawan agar tidak membuat kegaduhan apalagi menciptakan situasi inkondusif. Apalagi rapat kerja ini menurutnya tidak memiliki izin keramaian namun hanya surat keamanan.

"Acara kalau ribut-ribut jangan dilaksanakan. Kita jaga keamanan dan damai bersama. Saya tegaskan jika kalian buat perilaku pidana maka kita akan tangkap. Kami tidak akan main-main dengan hal ini," tegasnya.

Ia meminta kedua belah pihak yakni karyawan moker asal Jalan Pendidikan dan panitia penyelengara agar berkomunikasi secara baik dan dewasa.

"Saya percaya panitia bisa menyampaikan ke teman-teman yang lain agar sama-sama bisa menahan emosi dan bicara dengan damai. Kalaupun ada masalah bicara dengan otak dingin," harapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa polisi tidak memiliki kepentingan apapun dalam pertemuan ini namun polisi tidak akan diam ketika terhadi chaos yang berdampak pada instabilitas.

"Kami hanya monitor, tidak ikut terlibat. Kami polisi hanya laksanakan kemanan. Saya tangkap kalau ada keributan baik kelompok apapn itu. Saya minta emuanya kalau tidak bisa jamin keamanan, jangan buat acara.
Bangun komunikasi yang baik agar semua menahan diri agar acara ini dapat berjalan dengan baik," tegasnya.

Hingga pukul 20.00 Wit malam ini, pertemuan Rapat Kerja masih berlangsung. Walau terkadang terdengar ada percecokan dari ruang pertemuan namun sejauh ini semua berlangsung dengan aman dan lancar.

Sebelumnya wartawan BeritaMimika juga telah meminta Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar agar diwawancarai usai pertemuan tersebut dan ia mengatakan akan melakukan wawancara usai berakhirnya pertemuan tersebut. (Ronald)

Mengharukan, Begini Kisah Sukses Anak Nelayan Pesisir Timika Jadi Seorang Polisi

 

Alosius saat memeluk erat ayahnya

MIMIKA, BM

Alosius Topatapura seorang remaja asal Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, sejak kecil memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Polisi.

Harapan terdalam dari impiannya itu sangatlah sederhana, ia hanya ingin membuat kedua orangtuanya bahagia.

Pasalnya kedua orangtuanya hanya bekerja sebagai nelayan tradisional. Kehidupan mereka sangat sederhana.

Alo menyadari bahwa selain membuat bangga kedua orangtuanya, dengan menjadi polisi, ia dapat membantu ekonomi keluarganya agar semakin lebih baik.

Setelah menginjak usia dewasa, Alosius masih terus memelihara impiannya itu. Ia memberanikan diri dan terus berjuang untuk menggapai cita-citanya.

Sehari-hari, ia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor Sat Polairud Polres Mimika (TBO) sekaligus membantu personil Satpolair dalam Patroli di pesisir perairan Kabupaten Mimika.

Berjalannya waktu, Alosius terus menampung seluruh ilmu serta motivasi yang didapatkan dari Personil Sat Polairud sehingga semakin membulatkan tekadnya untuk menjadi Anggota Polri.

Setelah bertahun-tahun membantu personil Polairud, dan dengan dorongan doa kedua orangtua serta kerja kerasnya, Tuhan ternyata melihat semua perjuangannya itu. Doanya dikabulkan Tuhan.

Pada 2021 lalu, Alosius berkesempatan menjalani pendidikan dan pembentukan Bintara Polri TA 2021 di SPN Polda Sumsel selama kurang lebih 5 bulan.

Alosius kemudian resmi dilantik bersama 261 siswa lainnya oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S,MM. pada hari Rabu (22/12).

"Saya mengucapkan Terimakasih banyak kepada Tuhan yang mengabulkan doanya dan doa kedua orang tuanya," kata Kapolda Sumsel saat dikonfirmasi pada Sabtu, (1/1/2022).

Kedua orang tua Alosius sangat bahagia setelah mengetahui anaknya pulang dengan seragam abu-abu ciri khas kepolisian.

Lebih menakjubkan lagi, kedua orang tuanya tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun mulai dari tes Bintara Noken hingga menjadi lulusan siswa SPN Polda Sumsel.

Hanya dukungan dan doa yang rutin, Alosius mampu menggapai cita-citanya tersebut. Alosius tak henti-henti memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melihat jerih payah mereka dan mengabulkan doa mereka.

"Tuhan baik mendengar doa saya, doa orang tua saya sampai saya bisa jadi seorang Polisi, untuk Mama untuk Papa juga saya mau bilang terimakasih banyak selalu mendoakan saya. Tidak ada uang seribu pun yang Mama dan Papa keluarkan untuk saya ikut tes Polisi hanya doa yang mama kasih buat saya" pungkas Alosius. (Lail)

Mining Industry Indonesia Rayakan HUT Ke-4 dengan Berbagi di Timika

Foto bersama dengan anak-anak usai dilakukan penyerahan  makanan tambahan bergizi

MIMIKA, BM

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia merayakan HUT ke-4 dengan kegiatan Charity Week.

Kegiatan ini serentak dilaksanakan di wilayah operasional perusahaan tambang yang tergabung dalam holding MIND ID yaitu PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.

Charity Week merupakan kegiatan sosial yang berlangsung selama dua pekan menjelang perayaan hari jadi MIND ID pada tanggal 27 November 2021 nanti.

Di PT Freeport Indonesia (PTFI), kegiatan Charity Week HUT MIND ID dilaksanakan pada hari Kamis (18/11) dengan berbagi bantuan di tiga tempat, TK Nangmora - Yayasan Gerbang Terang Timur (Suku Amungme), SD YPPK Mioko (Suku Kamoro) dan TK Simon Petrus Jalan Baru (7 Suku).

Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan bergizi bagi anak-anak tingkat TK - SD dan kepada para guru serta pendamping.

Kegiatan Charity Week dimulai pagi hari dengan penyerahan bantuan di TK Nangmora.

Pada saat penyerahan proses pembelajaran sedang berlangsung dan bantuan diterima oleh kepala sekolah disaksikan sekitar 20 siswa dan para guru.

Penyerahan bantuan di TK Simon Petrus dilaksanakan siang hari, diterima langsung oleh Kepala Sekolah dan disaksikan sekitar 50 siswa dan para guru.

Sedangkan, untuk penyerahan bantuan di SD YPPK Mioko, tim berangkat dari Pelabuhan Poumako menggunakan perahu menuju kampung Mioko selama satu jam perjalanan menyusuri sungai.

Tiba di kampung Mioko, disambut masyarakat dengan tarian. Penyerahan bantuan disaksikan oleh warga kampung Mioko, para siswa dan guru.

Mewakili para siswa, guru dan juga masyarakat, para kepala sekolah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Menurut para kepala sekolah bantuan ini menjawab kebutuhan para siswa yang ada disaat ini.

Mereka mengucapkan selamat merayakan HUT kepada pihak perusahaan dan mendoakan supaya MIND ID dan PTFI terus sukses kedepannya.

Selain kegiatan penyerahan bantuan makanan tambahan bergizi, juga dilakukan sosialsasi mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19, juga penjelasan mengenai dampak COVID-19 kepada siswa, guru dan masyarakat.

Mewakili PTFI dan MIND ID, Group Leader Community Affairs, Samuel Rorimpandey melalui rilis yang diterima BeritaMimika, Jumat (19/11) menjelaskan, kegiatan Charity Week MIND ID tahun ini difokuskan kepada pemberian makanan tambahan pada anak-anak tingkat TK dan SD.

Dari bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga mampu bertahan pada masa pandemi COVID-19 yang belum selesai ini.

Kegiatan penyerahan bantuan ini dilakukan bersamaan dengan sosialisasi vaksin COVID-19.

"Ini adalah salah satu upaya PTFI dan MIND ID dalam memberikan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya. (Red)

Top