Nasional

Mimika Keren! Sukses Gelar Tarung Derajat PON XX Papua, Apresiasi Diberikan Kepada Pemda dan Masyarakat

Sang Guru Badai Meganagara Dradjat (Kang Badai) dan Sang Guru Rimba Dirgantara Dradjat (Kang Badai) saat menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan Pemda Mimika. Foto : Humas PPM/ Ronald Renwarin

MIMIKA, BM

Laga final Tarung Derajat yang bergulir pada Selasa (12/10) jadi penutup pertandingan Tarung Derajat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Klaster Mimika.

Sejumlah pihak mengapresiasi kinerja pemerintah daerah, masyarakat dan termasuk panitia yang ikut mensukseskan jalannya pertandingan cabor asli Indonesia tersebut.

Ketua Harian Pengurus Besar Kodrat, Brigjen Pol Syamsul Bahri MM usai penyerahan medali kepada para atlet mengatakan, ada tiga faktor kesuksesan yang diraih Tarung Derajat dalam PON XX Papua yakni tertib, aman, dan lancar. Selain itu, ia menilai Papua bisa menjadi juara umum dalam gelaran Tarung Derajat karena memiliki nilai disiplin.

“Luar biasanya, tidak ada insiden, tidak ada protes, tidak ada yang menolak hasil yang ada hari ini. Hal itu mungkin dikarenakan Tarung Derajat adalah budaya kita. Karena olahraga ini asli Indonesia yang dilahirkan di Bandung oleh AA Boxer,” ungkapnya.

Apresiasi ia lontarkan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng atas sukses penyelenggaraan Tarung Derajat dalam PON XX di Papua.

"Bisa begini aman saja itu menurut kami luar biasa. Siapa bilang Papua tidak aman? Aman. Buktinya kita kemana-mana saja bisa,” katanya.

Sang Guru Rimba Dirgantara Dradjat atau dikenal Kang Badai juga bersyukur karena pertandingan olahraga tarung derajat ini telah selesai dipertandingkan.

"Dari segi penyelenggaraan awal hingga akhir pertandingan alhamdulilah kita lancar. Kemudian kita juga menunjukkan bahwa olahraga cabang tarung derajat Indonesia itu mempunyai nilai-nilai yang bisa dilihat di sini, katanya.

Meskipun di dalam pertandingan mereka berdarah-berdarah, tetapi diluar pertandingan mereka rukun.

"Inilah yang harus disebarluaskan, khususnya olahraga yang memang keras itu harus membuat suatu persatuan yang kuat dan harus dijaga untuk memperketat silahturahmi,"katanya.

Sementara itu, Sang Guru Rimba juga berterima kasih kepada panitia PB PON pusat dan Mimika serta pihak pengamanan yang telah membantu guna menertibkan jalannya pertandingan.

"Kita lihat semua masyarakat di sini sangat tertib disini sekali. Jadi, kalau ada yang bilang orang Papua kasar itu tidak benar. Orang Papua itu memang keras. Artinya, mereka disiplin," ujarnya.

Sang Guru Badai Meganagara Dradjat atau lebih dikenal Kang Badai juga menambahkan bahwa tarung derajat di pelaksanaan PON XX sampai hari terakhir secara kejuaraan berhasil. Hal ini dilihat dari tidak adanya atlet yang mengalami cedera parah.

"Kemudian dari segi pelayanan kepanitiaan atlet pun baik, makan enak dan tidur pun enak. Saya ucapkan selamat kepada atlet Papua di tarung derajat yang telah berhasil meraih empat medali emas dan juara umum," ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemda Mimika yang telah memberikan pelayanan terbaik atas terselenggaranya kegiatan ini.

Technical Delegate Tarung Derajat, H Noves Narayana menambahkan kesuksesan penyelenggaraan Cabor Tarung Derajat adalah berkat kerjasama semua pihak. Hal itu membuat tahapan Tarung Derajat berjalan dengan lancar sejak awal.

"Bagusnya karena pertandingan bisa tetap berjalan dan secara khusus yang kami apresasi juga adalah penonton yang selalu dan tetap memenuhi prokes dan tak ada protes selama pertandingan berlangsung di Mimika. Terimakasih banyak warga Mimika,” tutupnya.

(Humas PPM/ Rachmat Julaini, Aprina Hutapea, Elfrida Sijabat dan Ronald Renwarin)

Gebyar PON di Mimika, Menutup Segala Rangkaian Kesuksesan PON XX Papua



Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua di Empat Klaster, Otniel Deda saat meninjau kesiapan di Lapangan Timika Indah, Jumat (14/10)

MIMIKA, BM

Rangkaian Gebyar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 telah dilaksanakan di tiga klaster yakni di kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Merauke.

Dengan demikian, Kabupaten Mimika sebagai salah satu cluster Penyelenggara PON XX Papua akan menjadi sentral penutupan Gebyar PON XX yang akan dilaksanakan pada Jumat (15/10) besok mulai pukul 09.00 WIT hingga 21.00. WIT.

Sebelum dilaksanakan Panitia Besar (PB) PON Bidang Upacara Provinsi Papua yang merupakan penanggung jawab kegiatan mengadakan Gladi Bersih pada Kamis (14/10).

Ditemui disela-sela kegiatan, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua di Empat Klaster, Otniel Deda mengatakan Gebyar PON merupakan salah satu media informasi kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang pelaksanaan PON di Papua.

Gebyar PON menunjukan bahwa tidak hanya mampu dan siap, namun Papua secara keseluruhan telah sukses menyelenggarakan event nasional terbesar yakni PON XX.

“Ini juga sebagai media untuk mengekspos potensi-potensi kearifan lokal yang terdiri dari kuliner dan kerajinan tangan serta talenta yang dimiliki baik lokal maupun nasional,” imbuhnya.

Otniel Deda menambahkan, Gebyar PON menjadi media strategi untuk mengumpulkan potensi-potensi dan kearifan lokal, yang mana Kabupaten Mimika merupakan kabupaten yang kental dengan nilai-nilai adat istiadat.

“Kami siapkan fasilitas dengan konsep panggung dan lighting yang mewah. Para pelaku Usaha Menengah dan Mikro Kecil (UMKM) baik lokal maupun dari luar Papua juga berkolaborasi untuk terlibat dalam mengekspos dan memunculkan potensi lokal untuk diketahui oleh masyarakat Mimika dan luar Papua,” ungkapnya.

Dikatakan di Gebyar PON ini disediakan lebih dari 30 stand bagi pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM sehingga masyarakat bisa datang untuk melihat dan berbelanja.

“Bapak ibu bisa datang belanja, lihat dan berpartisipasi sehingga dampak ekonomi dalam Gebyar PON ini bisa dirasakan oleh pelaku usaha. Masyarkat bisa menikmati acara, mendapat hiburan musik dan tarian, menikmati kuliner dan kerajinan tangan yang merupakan kearifan lokal Mimika,” ujarnya.

Namun Deda mengingatkan, bagi masyarakat yang akan datang untuk menonton agar wajib mengikuti protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, menyiapkan surat vaksin dan akan di rapid sebelum masuk.

“Kita berharap lewat Gebyar PON ini panggung dimanfaatkan secara baik untuk menyampaikan kepada masyarakat Indonesia bahwa Papua dengan slogan Torang Bisa sangat siap, mulai dari pembukaan hingga penutupan sangat siap. Ini merupakan kerja keras yang luar biasa dan didukung penuh oleh pemerintah, stakeholders dan masyarakat Mimika sendiri,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Panitia, ia memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dan segenap panitia Sub Klaster Mimika serta TNI Polri atas suksesnya penyelenggaraan PON di Mimika termasuk memberikan ijin terselenggaranya kegiatan Gebyar PON ini.

“Kita akan mulai besok dari pukul 09.00 wit hingga pukul 21.00 wit dan juga ditayangkan live streaming. Even organiser ini dari Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan di akhir penutupan PON karena memang merupakan permintaan bupati, dan karena jadwal dari persiapan tuan rumah,” jelasnya.

Gebyar PON XX Papua Klaster Mimika ini menutup seluruh rangkaian di semua empat Klaster tuan rumah PON XX dan sekaligus menutup pelaksanaan PON XX di Mimika.

“Artis nasional yang akan tampil adalah D’Massiv, Mitha Talahattu, ada juga dari provinsi seperti Hanafi Singer, Robby Sawaki dan artis lokal lainnya. Kolaborasi para artis ini merupakan keunikan kekayaan kita di bumi pertiwi ini,” pungkasnya. (Elfrida)

Di Panggung Penutupan Gebyar PON XX Papua, Wabup John Sampaikan HBD Bupati Omaleng

Penutupan Gebyar PON XX Papua ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama, Jumat (15/10) 

MIMIKA, BM

Usai sudah seluruh rangkaian Gebyar PON XX Papua 2021 di empat klaster penyelenggara yakni kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika.

Penutupan Gebyar PON dilaksanakan di lapangan Timika Indah, Jumat (15/10) dan dihadiri oleh ribuan warga Timika.

Sebelumnya, pada pagi hingga siang hari, tenaga kesehatan melakukan rapid swab tes kepada masyarakat yang hendak menonton. Selain itu penonton juga diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan menunjukkan sertifikat vaksin.

Kegiatan ini juga melibatkan 300 personil gabungan TNI-Polri guna pengamanan.

Sayangnya, protokol kesehatan yang diterapkan terkesan dilanggar. Hal ini terlihat dengan adanya ribuan masyarakat yang memadati lapangan Timika Indah hingga di luar area yang dibatasi.

Bahkan pada saat malam hari, di pintu keluar masuk khususnya arah Jalan Belibis, tidak lagi terlihat pemeriksaan kesehatan secara detail karena warga terus berbondong keluar masuk lapangan Timika Indah.

Meskipun saat ini Mimika tengah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II, tetap saja hal ini harus menjadi perhatian bersama.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan penutupan Gebyar PON telah mengingatkan masyarakat yang datang untuk tetap memakai masker dan tidak boleh terlalu berdesakan.

Walau pada kenyataanya, kepadatan warga tidak bisa dihindari, namun ia tetap meminta mereka untuk selalu menggunakan masker selama giat Gebyar Penutupan PON XX berlangsung.

“PON kita mulai dari tanggal 23 dan kemarin semua pertandingan telah selesai. Hari ini kita menutup seluruh rangkaian PON. Saya bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah yang baik dan kita bisa menjadi penonton yang baik,” ujarnya.

Lanjutnya, sesudah pelaksanaan PON XX Papua diharapkan masyarakat tetap tetap menjaga kebersihan dan tetap menjaga kantibmas di Mimika.

“Kita sudah tunjukkan sebagai tuan rumah yang baik jadi harus kita pertahankan. Hari ini PON sudah selesai. Masyarakat Kabupaten Mimika yang terkasih saya dan bupati serta seluruh jajaran forkopimda, seluruh panitia Sub PB PON Mimika mengucapkan banyak terimakasih karena telah menjadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh satuan TNI Polri yang terus berupaya menjaga keamanan di Mimika selama perhelatan PON hingga berakhirnya PON XX di Mimika.

“Kita semua bangga bisa menyelenggarakan PON. Kita berterimakasih kepada Tuhan, selama PON tidak ada kecelakaan dan atlet pulang semua aman. Terimakasih untuk semua masyarakat karena memberi kesan yang baik dari Mimika untuk kedamaian Indonesia. Mereka yang pulang mengatakan bahwa Papua luar biasa, Mimika luar biasa,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua di Empat Klaster Otniel Deda juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dan panitia Sub Cluster Mimika serta pihak kepolisian dan TNI yang telah mendukung suksesnya kegiatan Gebyar PON.

“Kabupaten Mimika tuan rumah terbaik. Saya mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe mengucapkan terimakasih untuk semua ini,” ujarnya.

Otniel juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan terdapat banyak kekurangan.

”Semua aman dan lancar ini juga berkat doa seluruh masyarakat Mimika. Maaf bila ada kekurangan. Kita terus semangat, Kitorang Semua Bisa dan kita semua sudah tunjukan itu bahwa Papua bisa,” tandasnya.

Penutupan Gebyar PON XX Papua Di Mimika resmi ditutup ditandai dengan penukulan tifa secara bersama oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Panita Gebyar PON Provinsi Papua Otniel Deda serta perwakilan forkopimda dan TNI Polri.

Selamat Ulang Tahun Bupati Mimika

Penutupan Gebyar PON ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. Bupati Omaleng pada hari ini genap berusia 49 tahun.

Walau tidak berada di Mimika dan menurut informasi tengah berada di Jayapura namun dari atas panggung, Wabup John Rettob mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Sebagian warga Mimika yang mungkin tidak menyadari hari ini merupakan HUT bupati mereka, langsung bertepuk tangan sebagai bentuk ungkapan selamat ulang tahun untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Hari ini kita punya bupati ulang tahun! Selamat ulang tahun bapak bupati, kita semua di sini tepuk tangan dulu untuk beliau," ujar Wabup John yang diikuti tepukan tangan penonton sebagai bentuk ucapan selamat HUT untuk Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Kirab PON, Expo Mimika, Gebyar PON versus Prokes! Salah Siapa?

Perayaan akbar PON di Mimika yang melibatkan ribuan masyarakat, sebenarnya tidak hanya terjadi pada momen penutupan Gebyar PON malam ini!

Sebelumnya, dua pegelaran serupa yang melibatkan masyarakat banyak di tengah pandemi ini juga terjadi pada saat Kirab Api PON (28/9) dan Timika Expo (6-14/10) dilangsungkan.

Namun perlu diketahui, panitia tiga event ini sedikitpun tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Mereka bahkan total dan ketat dalam pengawasan prokes.

Namun sebaik dan seketat apapun panitia dalam menghimbau dan memfasilitasi penerapan prokes, letupan warga pada tiga acara ini tidak dapat dibendung.

Euforia PON di Mimika seakan menjadi satu ekpresi massal dalam menyatakan perang terhadap keberadaan Covid-19 di Mimika selama ini.

Selama hampir dua tahun, masyarakat terkurung dalam penjara kehidupan karena dibayang - bayangi ketakutan terhadap penularan covid-19.

Warga Mimika mulai jenuh, bosan dan lelah dan mungkin sebagian tidak lagi peduli terhadap keberadaan covid-19. Mereka ingin mengalami kembali suasana normal seperti sediakala.

Masyarakat ingin berekspresi, merayakan kegembiraan, berkumpul dan saling menyapa serta berinteraksi sebagai makhluk sosial.

Tidak heran, kehadiran ribuan warga pada tiga momen ini mungkin berpengaruh miris terhadap penerapan prokes covid, namun siapa yang pantas untuk disalahkan dengan semua keadaan ini?

Apakah negara? Panitia PB PON ataukah Panitia PON Cluster Mimika? karena telah mengizinkan dan menyetujui penyelenggaraan PON di Papua termasuk Mimika sebagai salah satu cluster!

Ataukah ini menjadi kesalahan pihak keamanan (TNI - Polri) karena memberikan izin keramaian ataukah mungkin kesalahan Dinas Kesehatan yang terlalu protect terhadap covid?

Jika kelompok di atas tidak bersalah, maka apakah ini kesalahan warga Timika karena secara bergerombol menghadiri kemeriahan PON yang mungkin hanya sekali dalam hidup mereka alami suasana ini?!

Kerumunan memang tidak bisa dihindari namun perlu diketahui, sebagian warga yang datang menonton tiga even ini, baik Kirab Api PON, Expo Mimika dan Gebyar PON, juga menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan sebagian dari mereka juga telah diberi vaksin, baik pertama maupun vaksin ke dua. Tidak sedikit dari mereka juga menggunakan masker, mencoba menjaga jarak namun tetap saja tidak bisa menghindari kerumunan yang terjadi.

Selain itu, kondisi di Mimika saat ini untuk situasional Covid-19 tergolong minus sehingga Mimika kini berada pada level II status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain itu hingga dua pekan lalu, vaksinasi covid sudah hampir mencapai batas minimal 70 persen, pekan ini mungkin telah terlampaui.

Tidak hanya sebatas ini, selama penyelenggaraan PON di Mimika, hanya 14 atlet yang terkena covid-19. Kondisi mereka juga baik karena efek vaksinasi sehingga tidak bergejala. Sebagian dari mereka telah kembali dan hanya menyisahkan 1 atlet yang masih dirawat beberapa hari lalu.

Walau masih ada yang mengkritisi penerapan protokol namun warga Mimika harus menyadari bahwa kesuksesan PON di tengah pandemi Covid-19 baik di Papua maupun Mimika sebagai salah satu cluster, bisa menjadi referensi atau pilot project bagi event nasional maupun internasional di Indonesia.

Jikapun usai PON XX kasus Covid-19 di Mimika kembali melonjak, maka ini merupakan sebuah konsekwensi yang tidak bisa dihindari. Harus dihadapi secara bersama tanpa harus saling menyalahkan apalagi melempar bola.

Ketika belum ada vaksin, Mimika telah mampu menunjukan kepada Indonesia bahwa kitorang bisa melawan covid. Apalagi kondisi saat ini, hampir 70 persen penduduk Mimika sudah di vaksin.

Dengan demikian maka Mimika pasti akan lebih kuat menghadapinya sama seperti sebagian orang yang awalnya meremehkan penyelenggaraan PON di Papua namun kita semua sudah menunjukan bahwa PON XX di Papua termasuk di Mimika telah sukses diselenggarakan  walau berada di tengah pandemi Covid-19. (Elfrida/Red)

Top