Nasional

Berbagi Sesama Saat Pandemi, PT Freeport Indonesia Berikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

Presdir PTFI, Tony Wenas, berdialog secara virtual saatberbagi bersama 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa dengan Yayasan Al FatihKaffaah Nusantara di Bekasi, JawaBarat

MIMIKA, BM

Acara yang berlangsung secara virtual guna mematuhi protokol kesehatan dan mencegah penyebaran virus Covid-19 ini didukung oleh komunitas muslim PTFI di Jakarta dan jobsite, Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI.
 
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, penyerahan simbolis bingkisan dan santunan untuk yatim dan dhuafa di beberapa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Komunitas karyawan PTFI turut menghadiri secara virtual kegiatan berbagi bersama 1.000 anak yatim & dhuafa

Sekitar 1.000 anak yatim dan dhuafa dari 15 yayasan menerima bantuan berupa alat sekolah, perlengkapan sholat, botol thumbler, makanan ringan, masker, paket sembako dan uang saku untuk masing-masing anak. PTFI juga memberikan bantuan dana operasional bagi setiap yayasan.
 
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam sambutannya menyampaikan acara ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk kepedulian dan rasa syukur.

Tony juga menjelaskan sebagai perusahaan PTFI memiliki nilai-nilai SINCERE, dimana terdiri dari Safety (keselamatan), Integrity (integritas), Commitment (komitmen), Respect (saling menghargai), dan Excellence (keunggulan).

Perwakilan dari Yayasan Cahaya Alam, Bekasi, Jawa Barat menerima bantuan secara simbolis dari perwakilan PTFI

"Sejalan dengan nilai-nilai tersebut hendaknya rasa peduli para karyawan, rasa berbagi para karyawan itu tidak hanya terbatas dilakukan di bulan suci ini saja, namun dapat terus dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari selanjutnya", tutup Tony.
 
Secara simbolis Tony Wenas menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim dan dhuafa, kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama yang disaksikan oleh ratusan karyawan PTFI yang hadir secara virtual.
 
Dalam kesempatan tersebut, ustad Badri dari Yayasan Mi'raj Mulia mengungkapkan terima kasih kepada PTFI dan para donatur yang telah memberikan santunan dan juga bingkisan untuk pelaksanaan kegiatan yayasan.

"Semoga PTFI diberikan kesuksesan dan kelancaran untuk keberlangsungan operasional untuk membangun Indonesia", ujar ustad Badri. (Red)

Kapolri Bersama Panglima TNI Gelar Rapat Internal di Timika

Panglima TNI dan Kapolri saat tiba di RPH

MIMIKA, BM

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat ini tengah menggelar rapat internal di Rimba Hotel Papua (RPH), Jumat (7/4).

Selain menggelar rapat internal dengan sejumlah pimpinan anggota TNI-Polri, berdasarkan informasi yang diperoleh, keduanya juga akan menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di Mimika.

Kedatangan Kapolri bersama Panglima TNI bersama rombongan pukul 13.00 Wit menggunakan pesawat TNI AU dan disambut oleh sejumlah pimpinan TNI-Polri di Hanggar Bandara Mozes Kilangin.

Dalam kunjungan kerja ini, Kapolri bersama Panglima TNI mendapat pengawalan dan pengamanan yang cukup ketat dari TNI-Polri di seputaran wilayah Bandara Mozes Kilangin.

Hingga berita ini diterbitkan, BM belum dapat memastikan inti pertemuan tersebut karena dilakukan secara internal.

Namun jika dikaitkan dengan situasional Papua beberapa waktu terakhir maka dapat dipastikan pertemuan ini membahas tentang meningkatnya aktivitas KKB yang akhir-akhir ini terjadi dan sering meresahkan masyarakat. Ignas)

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKK, JKM dan Beasiswa kepada Tujuh Ahli Waris

Penyerahan beasiswa diserahkan langsung oleh Kepala BJPS Mimika, Verry K Boekan 

MIMIKA, BM

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika kembali menyerahkan santunan empat program dan beasiswa kepada tujuh ahli waris.

Penyerahan santunan tersebut diberikan pada momen peringatan hari buruh nasional atau May Day, Sabtu (1/5).

Santunan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mimika Verry K Boekan, disaksikan Ketua PC FSP KEP SPSI Mimika Agus Patiung, Direktur YPMAK Vebian Magal dan Kasdim 1710 Mimika Mayor Inf Ahmadi Arif.

Adapun tujuh ahli waris yang menerima santunan adalah, Alya Putri Aluna yang menerima 3 manfaat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) dengan total santunan sebesar Rp416.414.048.

"Itu pesertanya atau tenaga kerjanya atas nama Alm Edi Ruslandi yang merupakan eks karyawan PT Multi Sukses," ujar Very K Boekan.

Lanjutnya, ahli waris Antonela Maray menerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta. Peserta atau tenaga kerjanya atas nama alm Yoseph Operawiri dari PT Putra Nawaripi.

Ahli waris Julince Kum menerima manfaat santunan beasiswa pertama dari SD sebesar Rp1.5 juta per tahun dan akan diterima hingga perguruan tinggi atau S1.

"Peserta atau tenaga kerja atas nama alm Apius Begal yang merupakan karyawan PTFI, anaknya masih SD sehingga dapat beasiswa dan akan dapat sampai ia S1. Yang dapat beasiswa ini orang tuanya meninggal dunia karena sakit sehingga dapat beasiswa," Jelas Very.

Sementara ahli waris Supami juga mendapatkan manfaat yang sama yakni beasiswa 1 anak SMA sebesar Rp3.000.000 per tahun. Tenaga kerjanya atas nama alm Pujiono.

Ahli waris lainnya yang menerima santunan beasiswa 1 anak SMP adalah Siti Anisatun dari tenaga kerja Alm Mustajab yang merupakan karyawan dari PT Srikandi Mitra Karya. Santunan yang diterima sebesar Rp.2.000.000 per tahun.

Lainnya, ahli waris Ema Depondoye mendapat 2 beasiswa SMP dari tenaga kerja alm Charles Wally yang merupakan karyawan PTFI sebesar Rp.4.000.000 per tahun.

Dan ahli waris Rina Emma Mukuan mendapat 2 beasiswa terdiri dari 1 anak di perguruan tinggi dan 1 anak lagi SMA dari alm Daniel Lepang yang merupakan karyawan PTFI sebesar Rp.15 juta per tahun.

Verry mengatakan, peringatan Hari Buruh Sedunia merupakan momentum yang baik bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan pelayanan.

”Jadi ini momentum yang baik bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan layanan atau manfaat kepada peserta di hari buruh. Manfaat beasiswa ini akan didapatkan oleh semua peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah aktif membayar iuran dan aktif sebagai peserta,"jelas Very.

Dikatakan, ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja pada saat bekerja maka ahli warisnya akan dibiayai negara melalui BPJS Ketenagakerjaan berupa beasiswa.

Sedangkan, jika meninggal dunia karena sakit penyakit setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selana 3 tahun maka anaknya akan dibiayai pendidikannya sampai S1 oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Tapi itu kalau sudah 3 tahun dan kalau belum sampai 3 tahun maka hanya bisa dapat jaminan kematian saja," ungkapnya. (Shanty)

Top