Nasional

PDIP Mimika Berikan Bantuan 500 APD Baju Hazmat dan 1000 Masker

Penyerahan APD oleh John Tie dan John Rettob kepada Direktur RSUD

MIMIKA,BM

Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Mimika menyerahkan bantuan berupa 500 Alat Pelindung Diri (APD) untuk sejumlah rumah sakit, puskesmas, posko Covid-19, shelter dan karantina bandara.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Partai PDI Perjuangan karena petugas medis adalah garda terdepan dalam melawan Covid-19 dan saat ini mereka sangat membutuhkan APD.

“Kita tahu dimana-mana yang biasa menjadi korban adalah petugas kesehatan. Kami berikan bantuan APD dan masker untuk menjaga dan melindungi mereka dari penularan virus ini,” ujar Ketua DPC PDIP Mimika, Jhon Thie kepada wartawan, Selasa (28/4).

John Thie mengatakan, bantuan tersebut merupakan ininsiatif dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika yang mengambil langkah pertama guna melindunggi para tenaga medis karena mereka adalah penjuang Covid-19 yang harus diberikan perhatian dan perlindungan.

“Kita juga punya kewajiban moral mensuport mereka. Bayangkan kalau pada akhirnya mereka yang menjadi korban, siapa lagi yang akan merawat saudara-saudara kita ini,” tutur John Thie.

500 APD baju hazmat dan 1000 masker diberikan ke RSUD, RSMM, Shelter, RS Kasih Herlina, Tim Gugus Covid-19, Puskesmas Mapurujaya, Puskesmas Wania, Puskesmas Timika, Puskesmas Kwamki Narama, Puskesmas Jile Ale, Puskesmas Pasar Sentral, Puskesmas Timika Jaya dan karantina bandara.

Kata John Thie, masing- masing rumah sakit diberikan 100 set APD yang terdiri dari masker, sarung tangan, dan baju Hazmat
Termasuk topi pelindung.

"Kami harap agar covid ini segera berakhir, sehingga aktifitas perekonomian bisa berjalan lagi. Pasien tetap semangat dan ikutilah prosedur yang sudah ditetapkan agar cepat sembuh dan bisa kembali ke keluarga masing-masing,"ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Johanes Rettob mengatakan, Ketua Umum PDIP Ibu Megawati telah menginstruksikan agar semua DPC harus betul-betul bekerja dan terlibat bersama pemerintah untuk melawan Covid-19.

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembagian sembako, desinfektan dan memasang air cuci tanggan di jalan termasuk berikan sosialisasi. Kami juga berencana akan melakukan pembagian sembako setelah pemerintah daerah sehingga jika ada yang mungkin belum kebagian, kami backup pemerintah daerah untu membantu,” ujarnya.

Terkait rencana pembagian sembako nanti, Wabup John mengatakan DPC tengah melakukan pendataan agar pendistribusian bantuan sembako nanti tepat sasaran dan tidak boleh ada pendoubelan.

“Harapan kami apa yang sudah menjadi himbauan pemerintah daerah harus diikuti oleh semua masyarakat agar bukan hanya diri kita tapi keluarga dan orang lain juga terhindar dari virus ini. Kita semua harus bertangungjawab terhadap kesehatan kita dan orang-orang di sekitar kita,” ungkapnya. (Shanty)

Produksi Konsentrat Freeport Indonesia di Kuartal I 2020 Menurun 21 Persen

I Made Aryana, Kepala Bea Cukai Amamapare

MIMIKA,BM

Berdasarkan Laporan Operasi dan Keuangan Kuartal I 2020, Freeport-McMoRan Inc, produksi tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang periode Januari hingga Maret 2020 sebanyak 127 juta pon.

"Jumlah tersebut menurun 21 persen dari realisasi periode yang sama di tahun 2019 sebanyak 174 juta pon,"tutur Kepala Bea Cukai Amamapare, I Made Aryana dalam rilisnya yang diterima BeritaMimika.com, Selasa (28/4).

Made mengatakan, penurunan juga terjadi pada produksi emas Freeport Indonesia di kuartal I 2020 yang hanya sebanyak 139.000 ounces.

Jumlah ini merosot tajam sebesar 40,85 persen dari realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 235.000 ounces.

Akibat dari penurunan ini, Made mengatakan PTFI menurunkan target penjualan tembaga menjadi 742 juta pon sepanjang tahun ini atau turun sebesar 1 persen dari target awal 750 juta pon. Namun, untuk target penjualan emas tak mengalami penurunan atau tetap sebesar 775.000 ounces.

"Dengan kondisi seperti ini maka Freeport McMoran harus memangkas target penjualan tembaganya sekitar 11 persen sebagai dampak pandemi Covid-19,"ungkapnya. (Shanty)

Hasil Rapid Tes, 145 Orang Di Mimika Positif Virus Corona

Kumulatif kasus positif Covid-19 di Mimika, Senin (27/4)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada siang tadi kepada wartawan mengatakan bahwa dari 300 warga Mimika yang melakukan rapid tes, 110 hasilnya positif. Namun hingga malam ini, jumlah tersebut meningkat menjadi 145 orang.

Juru Bicara Tim Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan secara keseluruhan, 560 orang di Mimika sudah dilakukan pemeriksaan rapid tes.

Pemeriksaan 560 orang ini merupakan hasil tracing kontak yang dilakukan sejak 24 Maret hingga 27 April 2020 (hari ini-red) dari pasien-pasien positif Covid-19 yang di rawat.

Bahkan menurutnya jumlah ini diperkirahkan akan mengalami peningkatan karena besok dan selanjutnya akan pula dilakukan rapid tes secara berkala.

“Dari 560 orang yang dilakukan rapid tes dan positif, jumlahnya 145 orang. Hingga siang tadi itu 110 orang tapi ada penambahan dari lapangan sehingga sampai malam ini totalnya 145 orang,” jelasnya kepada media lewat confrence yang difasilitasi Diskominfo Mimika, Senin (27/4) malam.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan banyak hasil tracing kontak mereka lakukan di Gorong-gorong, Jalan Busiri Ujung, Hasanuddin, Ki Hahar Dewantara, Jalan Patimura, Samratulangi, Nawaripi, Kampung Asmat (Puskesmas Mapurujaya) dan Puskesmas Timika.

Secara presentasi, Ubra mengatakan jumlah orang yang positif dari pemeriksaan ini adalah 25,89 persen. Jumlah kasus positif masih didominasi oleh Cluster Lembang. Dan perkirahkan rantai penularan ini belum selesai dan masih akan terjadi.

“Satu hal positif yang bisa dipantau dari hasil rapid tes ini adalah bagaimana agar fenomena gunung es ini bisa kita bongkar dan melakukan pencarian sesuai dengan hasil tracing kontak yang ada,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, 145 warga Mimika yang terpapar Covid-19 ini diakibatkan karena adanya transmisi lokal (penularan virus secara lokal).

“Kita tahu bahwa ketika transmisi lokal terjadi maka kita semua memiliki resiko yang sama untuk terpapar. Makanya pemerintah dari awal sudah instruksikan untuk tetap tinggal di rumah, keluar gunakan masker, rutin cuci tangan, menjaga imunitas dengan istirahat yang cukup, menjaga pola makan dan olahraga yang teratur,” ujarnya.

Walau jumlahnya kini meningkat pesat menjadi 145 pasien positif namun Reynold Ubra menegaskan bahwa golden cek untuk penetapan kasus positif Covid-19 adalah pemeriksaan dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT- PCR) atau metode PCR.

“Pemeriksaan rapid tes adalah penjaringan kasus yang dicurigasi kemungkinan terinfeksi. Oleh karena itu dari kasus 145 positif akan dikirimkan namanya ke RSUD untuk dilakukan swab,” ujarnya.

Ia mengatakan, penelusuran virus Covid-19 ini agak berdeda dan menarik. Hal ini karena ketika pasien diperiksa menggunakan rapid tes dia positif namun bisa saja pemeriksaan swab ternyata hasilnya negatif. Begitupun sebaliknya.

“Makanya pada rapid tes kami harus laporkan antibodi mana yang positif. Anti bodi yang terdeteksi yang ada dalam kaset rapid tes adalah IgG Immunoglobulin G (IgG) Immunoglobulin M (IgM). Keduanya merupakan bentuk dari antibodi atau bagian dari sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, antbodi IgG bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dengan cara mengingat bakteri atau virus yang sebelumnya pernah terpapar di tubuh.

Sementara IgM adalah antibodi yang terbentuk saat pasien pertama kali terinfeksi oleh virus ataupun bakteri jenis baru. IgM sendiri merupakan garda terdepan pertahanan tubuh manusia.

“Jika dalam pemeriksaan IgM positif maka dilakukan swab dan itu menggambarkan infeksinya sedang berlangsung. Kalau swab negatif maka akan diulang lagi untuk swab kedua. Sebaliknya kalau IgG positif, kemudian dilakukan swab ternyata pasien negatif maka pasien itu negatif. Karena gambaran IgM itu infeksi yang sedang berlangsung kalau IgG adalah infeksi yang sudah selesai,” jelasnya.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap 145 pasien ini, hampir sebagian besar menunjukan IgG dan IGM positif. Artinya kemungkinan ada pasien yang sudah terpapar dua kali. Pasien sudah terpapar sekali kemudian sembuh namun terpapar lagi. Ini terjadi karena respon imunitas tubuh.

“Kasus rapid tes yang kami periksa sebagian besar didominiasi oleh antibodi IgG dan IgM yang positif. Namuan apapun yang positif baik IgG maupun IgM ataupun kedua-duanya positif, tetap harus dilakukan swab untuk memastikan. Hasil swab ini juga yang akan membuat kita melihat kecenderungan kasus apakah naik atau turun,” ungkapnya.

“Saya pikir lebih cepat kita menemukan kasus akan jauh lebih bagus penanganan kita dan antisipasi menyiapakn sekenario-skenario selanjutnya,” ujarnya.

Terkait penelusuran tracing kontak, dalam waktu dekat Tim Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan akan menentukan wilayah-wilayah sentinel yang banyak ditemukan kasus positif baik rapid tes maupun PCR.

“Disitu akan jadi gardu. Jika di situ dilakuan interevensi dan isolasi dengan cara maksimal, tidak ada pergerakan maka akan memberikan efek kepada wilayah lain dan Mimika.

“Mereka yang diisolasi ini tidak boleh keluar dan dijaga secara ketat karena kalau kita lihat Wania dan Distrik Mimika Baru merupakan wilayah industri dan jasa sehingga tarik-menarik ekonomi di dua wilayah ini terus membuat masyarakat akan bergerak untuk keluar. Ini pilihan yang harus kita lakukan ke depan,” ungkapnya. (Ronald)

Top