Nasional

PTFI Dapat Penghargaan MBH Dari Kementerian Kesehatan RI

PTFI merupakan 1 dari 10 perusahan non pemerintahan yang mendapatkan penghargaan ini

MIMIKA, BM

Pada Hari Kesehatan Nasional ke-56 tahun 2020, yang dirayakan pada Kamis (14/11), PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapat penghargaan Mitra Bakti Husada (MBH) dari Kementerian Kesehatan RI.

PTFI menjadi 1 dari 10 lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan yang ikut mendapatkan penghargaan ini karena dianggap telah secara baik menerapkan protokol kesehatan serta praktik keselamatan dan kesehatan kerja di area perkantoran.

"Kami apresiasi penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan di momentum yang tepat ini. Harapan kami, penghargaan ini akan memacu kami untuk terus meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya di tengah pandemi,” ujar Corporate Communications Manager PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga.

Yarangga menjelaskan ditengah pandemi Covid-19, PTFI bersama Pemerintah Kabupaten Mimika sejauh ini terus berupaya melakukan berbagai upaya penanggulangan.

Sejumlah program terus dijalankan, baik untuk menangani para pasien maupun untuk mencegah penyebarluasan penularan Covid-19.

Hal ini gencar dilakukan mengingat Kabupaten Mimika menjadi salah satu kabupaten dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Papua, mencapai lebih dari 2.781 kasus positif secara kumulatif per 11 November 2020 berdasarkan Data Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Papua.

Setiap hari, rata-rata jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Mimika mencapai 20 hingga 30 orang.
 
“Di momen peringatan Hari Kesehatan Nasional, sesuai dengan tema Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat, PTFI mengajak seluruh pihak yang ada di Mimika untuk bersatu dan bahu membahu melakukan semua upaya yang kita bisa untuk memutus rantai penularan Covid-19. Dengan memperkuat tekad untuk menjaga diri dan keluarga, kita akan turut ambil bagian dalam upaya menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19,”

Selain terlibat di ranah pencegahan penularan Covid-19 di Mimika, PTFI juga mengambil bagian dalam penanganan para pasien kasus positif dengan menyediakan berbagai fasilitas dan kebutuhan penanganan pasien, seperti pemanfaatan Mimika Sport Complex dan Wisma Atlet yang dibangun oleh PTFI, sebagai akomodasi isolasi pasien Covid-19 di Timika.

Selain itu, PTFI turut menyediakan fasilitas perawatan pasien Covid-19 dengan menyalurkan 100 tabung oksigen untuk penanganan pasien di RSUD Mimika. Klinik Kuala Kencana di kompleks perkantoran PTFI pun telah dilengkapi dengan alat untuk menganalisa hasil pemeriksaan tes PCR dari berbagai rumah sakit di Mimika.
 
Guna membantu ekonomi masyarakat, PTFI bersama berbagai pihak lain, seperti Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) serta Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) di bawah Keuskupan Timika juga membagikan bahan makanan kepada masyarakat yang tinggal di berbagai kampung di sekitar area kerja perusahaan di dataran rendah.
 
“Kami memahami betul bahwa masyarakat di mana pun, termasuk di Mimika, tengah menjalani masa sulit selama pandemi. Kami berharap komitmen yang PTFI wujudkan bersama pemerintah daerah mampu mengurangi beban yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar area operasi perusahaan selama pandemi,” jelas Kerry.

Kesadaran masyarakat Mimika akan risiko pandemi Covid-19 yang masih cenderung rendah, menjadi salah satu tantangan penanggulangan pandemi di wilayah tersebut.

Hal ini juga diakui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Obet Tekege.

Menurut dia, banyaknya kelompok masyarakat yang masih tidak meyakini ancaman penularan Covid-19 menjadi tantangan tersendiri terhadap berbagai upaya mitigasi Covid-19.

"Kesadaran sebagian kelompok masyarakat Mimika yang masih tergolong rendah ini menjadi tantangan kita bersama untuk dapat menangani pasien dengan cepat, menelusuri kontak kasus Covid-19, serta melakukan edukasi pencegahannya. Kami berharap, upaya yang kami lakukan bersama dengan berbagai pihak, termasuk PTFI, akan mengoptimalkan mitigasi Covid-19 di Mimika,” harapnya. (Ronald)

Bergerak Cepat, Mimika Antisipasi Cuaca Ekstrim La Nina

Wabup John didampingi Kapolres dan Dandim Mimika mengecek kesiapan pasukan pada Apel Siaga Bencana

MIMIKA, BM

Dalam rangka mengantisipasi cuaca ekstrim La Nina, seluruh unsur Forkopimda menggelar Apel Siaga Bencana yang diselenggarakan oleh Polres Mimika, di lapangan eks Pasar Swadaya, Kamis (12/11).

Sebagai inspektur, Wakil Bupati Mimika Johanes menyampaikan Mimika harus bergerak cepat mempersiapkan diri guna mengantisipasi cuaca ekstrim La Nina. Hal ini dilakukan sesuai amanat Undang-undang nomor 24 tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana.

Wabup John Rettob menjelaskan, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis termasuk  demografis yang mana sangat memungkinkan terjadinya bencana.

Baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, non-alam dan faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Hingga akhir September 2020 lalu, pemantauan terhadap anomali iklim global di samudera pasifik ekuator menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di wilayah pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir, dengan nilai anomali telah melewati angka –0,5°c.

Selain itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Mimika  juga telah menyatakan curah hujan tinggi yang terjadi disebabkan efek fenomena La Nina yang terjadi di samudera pasifik di sebelah barat.

"Curah hujan di Mimika tertinggi terjadi pada bulan Juni, Juli hingga Agustus. Namun karena efek dari fenomena La Nina, curah hujan masih cukup tinggi terjadi hingga saat ini," ungkap Wabup.

Lanjut Wabup, fenomena La Nina diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun 2020, sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap timbulnya bahaya bencana yang diakibatkan luapan air serta angin besar.

"Pada bulan Oktober, wilayah Kabupaten Mimika pada masa pancaroba, yaitu masa peralihan dari kemarau ke musim hujan (atau sebaliknya), pada masa peralihan ini biasa ditandai dengan sering terjadinya hujan deras dengan durasi singkat disertai guntur dan angin kencang,"ujar Wabup.

Musim hujan di Kabupaten Mimika, disampaikan Wabup John, dimulai pada bulan April hingga November, dengan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember.

"Mimika diperkirakan terkena dampak La Nina pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021. Dengan demikian dengan adanya La Nina yang terjadi bersamaan pada periode musim hujan ini, curah hujan pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 diperkirakan akan meningkat 20-40 persen dari curah hujan rata-rata pada musim hujan," jelas Wabup.

Agar semua siap menghadapi kondisi ini, wabup mengatakan pemerintah daerah menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Selain dimasa menghadapi pandemi Covid -19 ini, saya menghimbau dan mengharapkan semua pihak untuk siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometerologi, sehingga kita perlu melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dan intens antara seluruh stakeholder yang ada," jelas Wabup John. (Ignas)

Peringatan Hari Pahlawan Begitu Bermakna di Kantor Dukcapil Mimika

Pegawai Dukcapil Mimika dengan busana perjuangan dan budaya, menyapa masyarakat Mimka lewat live streaming via aplikasi zoom

MIMIKA, BM

Perayaan hari besar kenegaraan seperti 17 Agustus biasanya diwarnai dengan berbagai kegembiraan dan tentunya melibatkan semua masyarakat terutama instansi pemerintah dan swasta.

Namun sayangnya tidak semua perayaan nasional dirayakan semeriah itu. Bahkan ada yang dilewatkan begitu saja dan hanya dirayakan oleh instansi tertentu saja.

Salah satu perayaan yang terkadang dilewatkan begitu saja adalah Hari Raya Pahlawan Nasional yang biasanya diperingati setiap 10 November, tepatnya hari ini.

Di lingkup Pemda Mimika saja, hampir tidak terlihat adanya spanduk atau baliho ucapan selamat Hari Pahlawan Nasional.

Padahal instansi pemerintahan seharusnya menjadi visioner dalam memperingati hari-hari besar kenegaraan.


Pegawai Dukcapil Mimika saat melakukan pelayanan dengan menggunakan pakaian perjuangan dan tradisonal kedaerahan

Walau demikian, nuansa menghargai dan menghormati jasa para pahlawan atas pengorbanan yang mereka berikan untuk kemerdekaan bangsa ini, tidak dilupakan begitu saja.

Mewakili Pemerintah Daerah Mimika, peringatan 10 November dirayakan secara sederhana namun penuh ungkapan syukur dan inovasi dilakukan oleh OPD Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mimika.

Hari ini, para pegawai baik ASN maupun honorer OPD ini tampil beda dalam melayani masyarakat dengan menggenakan pakaian perjuangan yang biasanya menjadi ciri khas para pahlawan.

Bukan hanya pakaian perjuangan namun mereka juga menggunakan pakaian tradisonal yang mencirikan keanekaragaman suku dan budaya.

Perayaan ini ditandai dengan ucapan doa yang dipimpin Ketua MUI Mimika, Ustad Moh Amin dan mengheningkan cipta selama 60 detik yang dilakukan pegawai dan pengunjung.


Foto bersama Kadisdukcapil Slamet Sutejo bersama pegawainya

Momen ini juga dirayakan dengan memberikan surprise kepada pengunjung sebagai bentuk mempererat talih asih antara pegawai Dukcapil dan pengunjung.

Lima pegawai OPD ini juga terpilih sebagai pemenang pakaian perjuangan yang dilombakan secara internal.

Mereka adalah Suci Ramadhani (pakaian veteran), Nostiana Dibitau (tradisional Papua), Eka Putera (Sultan Hasanuddin), Sry E Lubid (RA Kartini) dan Prasety Irfanto yang tampil dengan menggunakan pakaian bergaya Presiden RI yang pertama, It. Soekarno.

Selanjutnya, selama hampir satu jam pegawai Dukcapil menyapa masyarakat Mimika secara live via aplikasi zoom. Di giat ini, Kadis Dukcapil Slamet Sutejo dan pegawainya berkomunikasi dengan masyarakat.

Selain menyampaikan selamat Hari Pahlawan Nasional, mereka juga membuka ruang diskusi sekaligus menerima saran dan masukan yang bukan hanya dari masyarakat namun juga dari perwakilan Dukcapil Kota Jayapura hingga Kementerian Dalam Negeri, akademisi, jurnalis dan internal pegawai yang selama ini bertugas menjalankan program-program inovasi Dukcapil Mimika.


Pegawai Dukcapil Mimika tampak sibuk melayani antrian warga yang mengurus dokumen adminduk

Novita, pegawai Dukcapil kota Jayapura memuji kinerja, inovatif dan apa yang dilakukan Dukcapil Mimika pada momen Hari Pahlawan Nasional ini.

"Dukcapil Mimika keren sekali. Sangat bagus dan menginspirasi kami semua. Kami salut karena dalam keadaan saat ini, kalian masih memberikan kegiatan inivasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kita semua. Harapan kami Dukcapil Mimika semakin banyak lagi melahirkan inovasi, semakin berjaya dan lebih dekat dalam melayani masyarakat. Kalian sudah menjadi inspirasi bagi kami semua," ungkapnya.

Bastian S, perwakilan dari Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menyampaikan pesan Dirjen Dukcapil bahwa momen hari ini menjadi motivasi seluruh pegawai untuk lebih bekerja keras dalam melayani masyarakat.

"Terus semangat dengan segala proses yang ada dalam melayani masyarakat. Pesan dirjen jangan lelah melayani masyarakat, berikan yang terbaik sehingga apa yang menjadi capaian kita terkait adminduk di Mimika bisa tercapai. Selamat Hari Pahlawan buat semua," ungkapnya.

Suasana pelayanan di Kantor Dukcapil Mimika pada Hari Pahlawan Nasional

Salah satu akademisi Mimika, A Roumbouw juga memberikan apresiasi kepada Dukcapil Mimika aas pencapaian dan inovasi yang mereka berikan kepada masyarakat.

Ia juga secara khusus memuji apa yang dilakukan Dukcapil Mimika pada momen Hari Pahlawan Nasional tahun ini.

"Cara kalian menyambut Hari Pahlawan Nasional in sangat luar biasa dan menginspirasi kami semua. Satu catatan positif, pelayanan Dukcapil mendapatkan respon positif dari masyarakat terutam kalangan bawah. Mereka menilai Dukcapil semakin bagus dari hari ke hari dalam memberikan pelayanan," ungkapnya.

Salah satu pegawain Dukcapil Mimika, Riani juga mengatakan bahwa pahlawan dulu berjuang merebut kemerdekaan dengan bambu runcing. Dukcapil Mimika berjuang dengan inovasi dan karya untuk semakin dekat dalam melayani masyarakat.

Perwakilan jurnalis Mimika juga meminta agar pegawai Dukcapi selalu low profile, terus berovasi, lebih dekat dengan masyarakat dan selalu mengutamakan senyum dan sapa dalam melakukan pelayanan.


Salah satu pegawai Dukcapil menggenakan pakaian tradisional Papua

Sementara itu beberapa warga Mimika juga meminta agar Kantor Dukcapil terpisah dari Sentra Pemerintahan dan lebih dekat ke wilayah seputaran Kota Timika.

Selain itu mereka juga meminta agar dalam tiap inovasi yang dikembangkan, lebih mengutamakan dan menonjolkan sapaan atau bahasa lokal.

Kadis Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo kepada BeritaMimika mengatakan momen perayaan Hari Pahlawan Nasional ini dijadikan landasan guna membangun kebersamaan, kekeluargaan serta mewujudkan semangat para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan negeri ini.

"Momen ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami untuk lebih dekat dalam melayani masyarakat seperti apa yang diharapkan oleh para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan negeri ini. Ini yang bisa kami berikan kepada bangsa dan negara dengan memberikan pelayanan terbaik kepada sesama anak bangsa," tandasnya.

Perlu diketahui, pada momen hari pahlawan ini, Dukcapil secara khusus juga melakukan pelayanan Adminduk loket dan online 24Jam secara nonstop. In merupakan puncak dari kegiatan yang dilakukan Dukcapil Mimika di hari pahlawan tahun ini. (Ronald)

Top