Nasional

Polda Papua Teken Perjanjian Kerjasama dengan Freeport untuk Pengamanan Objek Vital


Kapolda Waterpau dan perwakilan manajemen PTFI usai melakukan penandatangan kerjasama

MIMIKA, BM

Polda Papua kembali melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan PT Freeport selana tiga tahun ke depan untuk pengamanan objek vital nasional.

Penandatangan ini dilakukan di Hotel Horison, Rabu (10/2) dan dihadiri Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpau serta perwakilan manajemen PT Freeport Indonesia.

Kapolda Waterpau menjelaskan, penandatangan perjanjian kerjasama ini didasari pada Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 yang berkaitan dengan pengamanan objek vital nasional.

"Itu landasan hukum yang kita jalani untuk bekerja melakukan pengamanan bersama dengan pihak manajemen PTFI. Dalan implementasinya, kita juga dibantu TNI," jelasnya.

Ditambahkan, selain Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004, perjanjian ini juga didasari pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2017 yang mengatur tentang objek vital nasional di bidang energi dan mineral.

"Penandatangan ini tindaklanjut dari perjanjian tahun 2019 yang ditandatangani oleh Kapolri di Jakarta dan hari ini baru bisa dilaksanakan mengingat situasi covid dan karena kesibukan masing-masing," ungkapnya.

Dengan adanya penandatangan kerjasama ini, maka kepolisian sebagai pelaksana lapangan akan menjalankan isi perjanjian tersebut.

"Kita akan jalankan hal-hal yang detail, yakni bagaimana melakukan pengamanan itu sendiri termasuk penegakan hukum, perlindungan, melayani semua aktifitas kegiatan operasional dari perusahaan dan menjaga masyarakat yang ada dilingkungan perusahaan itu sendiri," ungkap Kapolda.

Perwakilan manajemen PTFI, Arief Nasuha selaku VP PTFI Bidang Security Risk mengiyakan bahwa penandatangan perjanjian kerjasama ini juga didasari pada peraturan Kapolri dan Kabarhakam.

"Yang mana mengatur teknis dari pelaksanaan dukungan dari Polri kepada objek vital nasional secara khusus. Dalam perjanjian kerjasama ini tidak hanya unsur Polri tapi juga unsur TNI. Jadi ini adalah sinergisitas antara Polri dan TNI untuk mengamankan PTFI," tutupnya. (Ignas)

Hadiah Terakhir yang Diberikan Ibunda Tercinta untuk Anaknya, Bupati Eltinus Omaleng


Bupati Omaleng mengisahkan mamanya didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemakaman ibunda Bupati Eltinus Omaleng telah dilakukan di Mile 32 kompleks 23 pada siang tadi, Selasa (9/02).

Kepergian ibunda tercinta, Almarhumah Ibu Etina Diwitau Omaleng ini meninggalkan kisah yang selamanya menjadi abadi bagi keluarga besar Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Selesai pemakaman, didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengisahkan bagaimana almarhumah ibunya berjuang seorang diri bagi anak-anaknya kepada BM.

Sebelum Ibu Etina Diwinatu meninggal, ia memanggil anaknya, Eltinus Omaleng. Ia ingin bertemu dan mau berpamitan dengan anaknya ini.

"Mama panggil saya ke rumah karena dia mau pamit. Mama bilang mama mau jalan. Saya bilang terimakasih mama. Mama punya beban sudah tidak ada, kami semua sayang mama dan mengikhlaskan mama pergi," ungkapnya.

Ungkapan kata 'mama punya beban sudah tidak ada' menurut Bupati Omaleng adalah bahwa mamanya ini telah sukses sebagai seorang ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

"Mama paling luar biasa karena sudah didik dan besarkan kami bahkan bisa jadi orang besar seperti ini. Sejak kecil bapak sudah tinggalkan kita. Mama pelihara kami sekitar 20 orang dari satu bapak. Mama sekarang sudah punya cucu bahkan punya cece. Mama bisa lihat keturunan ke lima dari kami semua baru mama pergi," ungkapnya.

Ada sebuah momen mengharukan yang paling dirasakan Bupati Omaleng ketika ibundanya akan pergi selamanya. Bahkan ketika menuturkan momen ini, iapun tidak mampu menahan tetes air mata yang mengalir di pipinya.

"Semua anak-anak kumpul baru mama ambil dompet dan buku rekeningnya kemudian mama kasih ke saya. Saya bilang mama tra usah kasih saya, saya sudah punya itu tapi mama bilang au itu saya punya anak laki-laki paling besar jadi au yang harus dapat ini. Semua saudara saya langsung ketawa saat itu," kisahnya sambil meneteskan air mata.

Ketika BeritaMimika menanyakan sewaktu kecil, apakah Bupati Omaleng pernah dipukul mamanya? bupati langsung menjawab tidak karena mama paling menyayanginya.

"Mama paling sayang saya. Mama tidak pernah pukul. Bapak tinggalkan mama dua-dua ketika kami masih kecil. Waktu itu bapak pesan ke saya untuk selalu jaga mama ini makanya mama selalu dirumah saya dan saya jaga dia sampai detik kemarin, mama pergi selamanya," ungkap Bupati Omaleng dengan nada sedih namun terlihat raut bahagia di kedua matanya sembari menatap ke depan. (Ronald)

Rayakan Hari Pers, Wartawan Mimika Bagikan 2021 Masker

Foto bersama perwakilan pers di Mimika usai menggelar pembagian masker bersama Satlantas dan anggota DPRD Mimika

MIMIKA, BM

Jurnalis Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Gabungan Wartawan Timika (Gawat) menggelar aksi bagi-bagi masker di bundaran Timika Indah, Selasa (9/2).

Pembagian masker oleh jurnalis Timika kali ini unik karena masker yang dibagikan pada momen Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari sebanyak 2021 masker.

Aksi pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian wartawan Mimika kepada masyarakat mengingat negeri ini masih dilanda pandemi Covid-19.

Momen ini diharapkan menjadi satu ingatan bagi masyarakat Mimika agar selalu mawas diri dalam memutuskan mata rantai Covid-19, karena salah satu cara sederhana agar tidak tertular selain menjaga jarak serta mencuci tangan adalah menggunakan masker.

Kegiatan sosial ini secara langsung mendapatkan suport dari salah satu anggota DPRD Mimika sekaligus wartawan senior, Tanzil Azhari dan KasatlantasPolres Mimika, Iptu Devrizal.

Tanzil Azhari berharap dalam rangka HPN dan HUT PWI ditengah masa pandemi Covid-19, pers di Mimika dapat memberikan kontribusi dalam pemulihan ekonomi melalui informasi yang membangun bangsa dan negara serta terus mengawal proses Demokrasi di tanah Papua.

"Untuk tahun ini momentum perayaan HPN di seluruh Indonesia adalah kita mencoba bangkit dari pandemi covid. Karena insan pers sebagai akselator perubahan dan ujung tombak dalam pemulihan ekonomi," harapnya.

Ia juga berpesan agar insan pers di Mimika selalu menyampaikan informasi yang objektif, membangun serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Karena peran pers sangat penting dalam kehidupan Demokrasi di Indonesia saat ini," pesannya.

Selain itu mantan jurnalis ini juga meminta kepada para pejabat yang ada di Republik ini khususnya Mimika, jangan alergi terhadap dunia pers.

"Pejabat, jangan alergi terhadap teman-teman pers. Bersama, mari kita bangun Indonesia menjadi lebih baik," harapnya.

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Devrizal usai mengawal kegiatan memberikan apresiasi kepada seluruh jurnalis Timika yang sudah meluangkan waktu untuk kegiatan positif ini.

"Kami sangat berterimakasih karena selama ini telah bekerjasama dengan pers di Mimika. Semoga kerjasama ini terus dipertahankan dan jurnalis Mimika selalu hadir dan setia dalam mengawal pembangunan di negeri ini," ungkap Devrizal yang turut serta bersama anggotanya membagikan masker kepada masyarakat yang melinitas.

Pimpinan Media Online BeritaMimika, Ronald Renwarin memberikan apresiasi kepada semua pihak, terutama masyarakat Mimika, karena telah menjadikan pers sebagai mata, telingah dan lidah dalam membangun negeri ini.

"Selamat hari Pers Nasional untuk semua rekan-rekan pers di seluruh Indonesia, terutama di Mimika. Kita semua terlahir untuk menulis bagi Mimika, Papua dan Indonesia agar menjadi lebih baik dari hari kemarin," ujarnya.

Sementara itu, koordinator kegiatan Desius Termas mengucapkan terimakasih kepada Satlantas Polres Mimika dan perwakilan anggota DPRD Mimika yang telah mendukung jalannya kegiatan ini.

"Mewakili teman-teman jurnalis di Mimika, saya mengucapkan terimakasih karena tanpa mereka kegiatan ini belum tentu jalan," ucapnya. (Ignas)

Top