PTFI Sudah Pulangkan 300-an Karyawannya Guna Menghindari Penularan Covid-19

Johni Lingga dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Sejak bulan lalu, PT Freeport Indonesia secara bertahap telah memulangkan sebagian karyawannya guna menghindari penularan Covid-19 yang saat ini marak tertular di Tembagapura.

Vice Presiden Hubungan Pemerintahan PT Freeport Indonesia, Johni Lingga mengatakan ada 400-an karyawan yang akan dipulangkan.

“Dari jumlah ini sudah 300-an kita pulangkan secara bertahap. Mereka yang kita pulangkan ini adalah yang kontraknya sudah selesai dan yang punya penyakit bawaan yang kalau terkena Covid-19, mereka lebih rawan,” ungkapnya kepada BeritaMimika, Senin (18/5).

Selain karyawan yang telah selesai masa kontrak, pemulangan karyawan aktif PTFI dilakukan bukan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) namun agar mereka beristirahat dan fokus pada kesehatan. Setelah pandemi selesai, mereka akan kembali bekerja.

Pemulangan karyawan aktif dilakukan dengan membuka proses pendaftaran selain itu berdasarkan rekam jejak medis karyawan.

“Kami puya data base karyawan yang masuk kategori ini sehingga kita tahu siapa-siapa yang harus dipulangkan, termasuk keluarga mereka. Ini kami lakukan untuk melindungi karyawan. Kami juga sudah melaporkan dan lakukan koordinasi  dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kepada BeritaMimika, Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Mozza, Senin kemarin mengatakan bahwa pemulangan karyawan didasari persetujuan bersama antara PT. Freeport Indonesia dan pemerintah daerah.

Bupati Omaleng juga mengakui bahwa pemulangan bukan karena PHK namun lebih pada menyelamatkan karyawan yang memiliki penyakit bawaan yang dianggap sangat rawan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sudah sepakat mereka yang dipulangkan ke daerah masing-masing seperti Jakarta, Makassar, Surabaya dan lainnya itu untuk mereka lebih aman. Mereka ini punya penyakit bawaan seperti sakit gula, asma dan lainnya,” ungkapnya.

Bupati mengatakan hingga kini proses pertambangan masih berlanjut namun dengan pembatasan berskala besar. Operasional tidak seperti hari normal karena penerapan social distancing, pengurangan jam kerja hingga penambahan shift kerja.

“Akhir-akhir ini kasus positif Covid-19 memang lagi tinggi di Tembagapura. Freeport juga sudah lakukan segala hal untuk menangani penularan virus ini. Kami juga sudah perintahkan agar kurang lebih 24 ribuan karyawan yang di atas harus semua lakukan rapid tes supaya bisa tahu berapa banyak yang positif maupun negatif supaya percepat penanggulangan penularan virus Corona di atas (Tembagapura-red),” ungkapnya.

Sementara itu pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin antara DPRD Mimika dengan manajemen PTFI, Ketua Kelompok 02 Tim Satgas Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD, Nurman Karupukaro meminta agar PT Freeport Indonesia membuat perjanjian yang mengikat antara perusahaan dengan pekerja yang dipulangkan di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

"Mungkin untuk status pekerja yang nantinya di rumahkan sementara ini harus ada perjanjian yang betul-betul mengikat antara PTFI dengan pekerja. Perjanjian ini agar kedepannya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Karena sifatnya sementara jadi kalau Covid-19 sudah selesai mereka (pekerja-red) bisa kembali,” tegasnya kepada manajemen PT. Freeport Indonesia. (Ronald, Shanty)

 

 

Top